Rabu, 01 Januari 2014

Senyulah....

Salah satu cara lain agar senantiasa optimis dan semangat dalam hidup adalah memiliki kebiasaan untuk selalu tersenyum. Senyum dapat membuat hati menjadi bahagia dan riang. senyum juga bermanfaat untuk mengurangi rasa stres. Membuat pikiran kita lebih rileks, sehingga lebih kreatif dalam memecahkan masalah. karena itu, jadilah orang yang mempunyai sifat murah senyum.

tersenyumlah kepada siapa saja yang kita jumpai, termasuk terhadap orang yang tidak kita kenal. tidak perlu malu atau jual mahal untuk memulai senyum kepada orang lain. tidak perlu berprasangka buruk bahwa orang akan ge-er (gede rasa) dengan senyum kita. Malah orang lain pada dasarrnya suka dengan orang yang murah senyum. Mereka akan simpati kepada kita. banyak sekali bukti yang menunjukkan bahwa kesuksesan itu berawal dari senyum kepada orang lain. tentu saja senyum yang kita berikan adalah senyum keramahan bukan senyum sinis atau senyum yang merendahkan orang lain. Atau senyum genit (biasanya banyak dari laki-laki neh). Orang di sekitar kita dapat merasakan perbedaan tersebut.

Jika kita sulit untuk tersenyum, karena hati kita lagi sedih atau pikiran kita lagi banyak masalah, paksakan diri kita untuk tersenyum. Mungkin awalnya senyum kita terasa dipaksakan, tapi lama kelamaan juga turut  "tersenyum", sehingga mempengaruhi senyum di bibir kita. Cara lain agar mudah tersenyum adalah membayangkan hal-hal yang lucu di dalam hati kita. Hal yang bisa berupa pengalaman lucu di masa lalu, cerita-cerita lucu yang kita ingat, atau membayangkan hal-hal yang lucu di sekitar kita.

Dengan senyum, hidup terasa ringan dan mudah, walau kita memiliki banyak persoalan. Kita juga akan lebih optimis dan lebih bersemangat menatap masa depan.

Selasa, 31 Desember 2013

RUMAH KOS PERTAMA




Saat tahun pertama kuliah di kota lain yang jauh dari kampung halaman merupakan hal yang sangat menyedihkan. Berpisah dengan ayah, ibu, saudara, teman, tetangga, orang kampung, dan tak kalah ketinggalan binatang kesayangan, kucingku. Pertama tiba di kota Pekanbaru, aku tinggal di rumah sanak saudara yang tidak jauh dari kampus tempat aku melanjutkan pendidikan. Seiring berjalannya waktu, aku memutuskan untuk ngekos bergabung dengan teman-temanku. Aku bersama seorang teman yang juga berasal dari SMA yang sama denganku ngekos di kosnya kakak senior. Kakak senior di sana ada juga sebagian yang berasal dari SMA kami. Sehingga kami tidak terlalu kaku lagi untuk tinggal di sana.
Rumah kos tersebut tidak jauh dari fakultas yang aku ambil. Tepatnya kos itu terletak di belakang fakultas Ekonomi. Dan hanya membutuhkan beberapa menit saja dengan berjalan kaki menempuh perjalanan ke fakultasku yang berdampingan dengan fakultas Ekonomi tersebut.
Nama kos yang kami tempati adalah  kos 51 AY, bagaimana sejarah pemberian nama tersebut? Aku tidak mengetahuinya. Tidak seperti kos-kosan pada umumnya, kos kami tampak seperti rumah mewah. Yang dahulunya merupakan rumah pribadi, namun sekarang rumah itu sudah mengalami pengalihan fungsi menjadi kos-kosan.
Beberapa bulan aku berpisah dengan orang tua dan saudara-saudara di kampung membuat aku menyimpan sebuah perasaan. Yah, aku merindukan mereka. Sehingga ingin aku cepat-cepat pulang menemui mereka. Tibalah waktu yang dinantikan, aku pun pulang ke kampung halamanku. Aku pulang bukan karena tidak ada alasan kuat yang mengharuskan atau meliburkan aku akan kuliah. Ketika itu adalah liburan hari raya idul fitri, yah pastilah aku akan pulang. Bukan saja aku, semua teman di kos juga pulang tanpa ada yang setia untuk menjadi penunggu kos dengan tetap bertahan di sana.
Setelah beberapa minggu menghabiskan waktu di kampung, akhirnya aku berencana untuk kembali lagi ke Pekanbaru, ke kos ku. Aku berangkat ke sana pada hari minggu siang, karena sesuai dengan kalender perkuliahan, hari senin kuliah akan aktif kembali. Aku bukanlah tipe orang yang mau menambah-nambah libur, sehingga harus memboloskan kuliah. Aku selalu menta’ati peraturan yang telah ditetapkan. Meskipun, banyak ku dengar kabar yang mengatakan biasanya kalau hari pertama masuk kuliah setelah libur, tidak akan langsung kuliah atau proses belajar mengajar belum akan berlangsung, sehingga membuat sebagian orang akan menambah waktu libur mereka. Akan tetapi aku tidak begitu, aku akan tetap ke kampus, karena itu selalu yang ku terapkan dalam diri, mengikuti setiap peraturan dan menjalankannya dengan kedisiplinan. Dan aku pun mendapat kabar kalau teman-teman kos ku belum ke Pekanbaru. Dengan tetap berpegang pada prinsip, aku sudah bertekad bulat kembali ke kos.
Perjalanan menuju ke kota Bertuah memakan waktu lebih kurang sekitar 4 jam, hingga aku tiba di kos sekitar pukul 17.00 wib. Hujan ikut mengantarkan ku hingga ke kos. Setelah mobil yang ku tumpangi meninggalkanku seorang diri di tempat tujuanku, ku pandangi sekitar rumah, tampak begitu sepi dan sunyi. Deretan rumah yang terdiri dari kedai kecil yang jaraknya beberapa meter dari rumah kos juga tiada penghuni. Semuanya tidak tampak entah kemana. Sebagai manusia normal, ketakutan sedikit mulai menghampiriku. Namun akhirnya rasa itu dapat ku tepiskan, ku pun melangkahkan kaki sambil menjinjing barang bawaan masuk ke kos.
Setelah tiba di dalam rumah, ku pandangi rumah yang begitu besar dalam keadaan sunyi dan sedikit agak berdebu karena sudah beberapa minggu ditinggalkan. “Aku ingin melakukan sesuatu, aku ingin membuat semuanya beres”, bisikku saat itu. Membersihkan rumah? Oh no, bukan itu yang ingin aku lakukan, hal tersebut bisa dilakukan pada keesokan harinya. Tidak akan mungkin aku membersihkan rumah yang besar tersebut pada saat itu, karena sebentar lagi magrib dan malam akan menjelang. Setelah menghidupkan semua listrik yang ada di rumah kos, merapikan barang bawaanku, memanaskan gulai yang ku bawa dari kampung dan membawanya ke kamar. Pokoknya segala perlengkapan makan telah ku bawa ke kamar semua. Pintu rumah sudah dikunci semua. Aku pun ke kamar. Alhamdulillah kamar mandi ada di dalam kamar. Setelah membersihkan diri, aku pun sembari menunggu shalat magrib, usai shalat magrib, aku makan malam. Waktu terus berputar hingga azan isya berkumandang. Setelah shalat isya, dilanjutkan tilawah dan al-matsurat, aku pun memejamkan mata untuk bertemu dengan dunia mimpi alias tidur. Oh ya, ada yang ketinggalan, pada saat itu suasana hujan masih setia menemaniku, ditambah lagi tiba-tiba listrik mati pada saat itu. Membuat penderitaan dalam kesendirianku menjadi sempurna. Meskipun seperti itu, aku selalu yakin dan memohon kepada Allah agar aku dilindungi dari berbagai kejahatan. Setelah berdo’a, aku pun tidur malam, dan berharap esok aku tidak lagi sendiri di kos. Allah begitu melindungi diriku, dalam kesendirian di rumah yang begitu besar aku tidak mengalami kejadian apapun. Dari aku terlelap tidur hingga ku dibangunkan oleh azan subuh, aku tidak mengalami apapun. Aku tidak bermimpi, aku tidak terjaga tengah malam atau di waktu tertentu yang sering ku alami biasanya, seperti ingin ke kamar mandi atau sebagainya. Dan aku pun tidak mendengar suara apapun, suara binatang atau suara yang aneh-aneh. Ya pastilah, aku begitu lelap dalam tidur hingga azan subuh berkumandang yang membangunkanku di kala itu.
Keesokan harinya teman-temanku sudah kembali ke kos lagi.
Berjalannya waktu, desas desus perihal keadaan tentang kos kami pun mulai terdengar. Dari orang-orang yang tinggal lama di sana, maksudnya penghuni deretan rumah disertai kedai kecil yang jaraknya beberapa meter dari rumah kos kami. Mereka pun akhirnya menceritakan tentang kejadian yang pernah tampak di kos kami.
Menurut mereka rumah yang kami tempati sebagai kos itu sudah hampir lima tahun tidak dihuni. Kata mereka lagi, mereka pernah melihat ada seorang gadis mengenakan baju putih dan berambut panjang di rumah itu. Yah, kalau di film horror, seperti kuntilanak gitulah. Dan setiap malam tiba, orang yang melewati jalan yang tidak jauh dari kos kami, mereka melihat kos kami listriknya selalu dalam keadaan redup. Begitulah kabar yang kami dengar tentang kos kami. Dan Alhamdulillah kabar tersebut aku dengar ketika akhir-akhir aku mau pindah ke kos lain karena alasan tertentu.
Mendengar itu semua aku hanya senyum saja sembari mengingat dahulu aku pernah sendiri di rumah itu. sungguh tidak di duga, cerita tentang kos seperti itu, dan aku bersyukur sekali Allah menjagaku saat itu. Dan aku bersyukur juga cerita tentang kos baru ku dengar, setelah aku pernah sendiri di kos. Karena menurut analisisku, rasa ketakutan itu akan muncul saat kita mendengar cerita-cerita yang menakutkan. Misalnya, setelah kita mendengar cerita tentang angkernya sebuah rumah, pasti cerita tersebut akan melahirkan sebuah ilusi dalam pikiran kita, ilusi bahwa apa yang kita dengar tentang makhluk halus yang diceritakan itu seolah-olah memang ada di rumah itu. Dan ilusi itu yang selalu menghantui diri kita, dan membuat kita merasakan ketakutan. Coba saja cerita itu belum pernah kita dengar, pasti kita tidak akan takut. Seperti yang aku rasakan saat aku sendiri di kala itu, karena aku tidak pernah mendengar cerita itu sebelumnya, maka dalam pikiran tidak ada semacam ilusi atau imajinasi yang mengarahkan ke sana.
Dan saat cerita tentang rumah itu juga belum ku dengar, aku begitu beraninya seorang diri mencuci piring  pada malam hari sekitar jam 11 ke atas.
Sekarang aku lukiskan tentang rumah itu. Rumah yang menjadi tempat kos kami begitu besar, seperti yang telah aku jelaskan di atas. Sebelum kita menginjakkan kaki untuk masuk ke dalam rumah, kita akan temui teras rumah yang lumayan untuk duduk bersantai, ada ruang tamunya,,dan masuk lagi ke dalam lantai bawah kita temui ada lima kamar. Kamar pertama yang dekat dengan ruang tamu adalah kamarku. Diikuti dua kamar lagi yang sejajar posisinya dengan kamarku. Ketiga kamar tersebut mempunyai kamar mandi masing2 di dalam, kamar mandi seperti pada umumnya. Sedikit kita agak membelok dari kamar ketiga, kita dapati sebuah pintu untuk menuju keluar rumah. Sejajar denagn pintu itu, ada sebuah kamar (kamar keempat) yang tidak pernah dibuka pintunya, dan kami yakini itu adalah gudang. Di samping gudang ada kamar ke lima, kamar mandinya juga di dalam kamar, tapi kamar mandinya berbeda dengan kamar yang lainnya, kamar mandinya lebih mewah, ada bak besar di sana, seperti bak mandi yang bisa sambil tiduran, yah seperti itulah. Berbelok lagi akan kita temui tangga menuju atas, yah di atas ada sebuah kamar lagi. Karena di atas hanya ada satu kamar, kita kembali ke bawah lagi. Terus kita ke belakang akan kita dapati sebuah dapur, dapur ini kami gunakan untuk meletakkan semua peralatan masak memasak, setelah dapur terus ke belakang didapati sebuah ruangan yang cukup besar, sepertinya dahulu digunakan untuk garasi mobil. Di ruangan itu ada meja panjang, di sana kami meletakkan kompor untuk memasak. Depan garasi tentunya ada pintu untuk menuju ke luar rumah juga. Kembali kita ke garasi yang kami gunakan untuk memasak itu, terus ke belakang ada sebuah ruangan yang ada keran airnya, di sanalah kami mencuci piring, dan setelah itu tidak ada ruangan lagi. Akan tetapi, pernah suatu ketika aku dan teman2 penasaran di sebelah tempat cuci piring itu ada sebuah pintu, kami awalnya tidak mengetahui itu semua. Lalu kami pun memeriksa apakah ada kamar lagi di sana. Kami pun memeriksa hal itu dari luar sana, sekitar sana juga kami tahu ada sebuah sumur. Setelah mengintip dari luar ternyata di sana memang ada sebuah kamar. Kamarnya lebih kecil dibandingkan kamar2 lainnya, kami pun mengambil kesimpulan kalau kamar itu adalah kamar pembantu. Dahulu pemilik rumah mempunyai pembantu, jadi itu kamar pembantu rumah itu. Begitulah yang kami pikirkan.
Seperti yang telah saya tulis tadi, ketakutan akan datang jika kita telah mendengar cerita tentang hal yang membuat kita takut yang akan membuat sebuah ilusi dalam pikiran kita, setelah cerita itu kami dengar, jujur aku berkata ada sedikit rasa takut di hatiku. Makhlumlah, imanku belum seperti sahabat Rasulullah SAW, yaitu Umar bin Khattab ra. Yang mana mendengar suara sandal Umar saja, syetan sudah lari ketakutan.. dan aku tidak takut, karena selama ini aku belum pernah melihatnya langsung dengan mata kepala sendiri. Sedangkan mendengar cerita saja, terkadang juga bisa menciutkan nyali dan menghilangkan keberanian.
Dalam masalah seperti ini, aku selalu berusaha menghadapinya dengan mengambil sikap tengah-tengah. Ada dua hal yang selalu aku tanamkan, yaitu aku harus bisa berada pada pertengahan dua sikap, yaitu tidak takut dan juga tidak takabur (merasa sok berani). Jadi, sikap tengah itu membuat aku santai, meskipun dalam hati ada sedikit ketakutan yang menghinggapi. Namanya juga manusia normal. Terkadang aku juga merasa heran kepada teman-teman yang tidak mempunyai pikiran seperti diriku, belum pernah bertemu dengan makhluk yang satu itu, mereka sudah takut duluan. Gimana kalau sudah ketemu, pasti mereka pingsan,,hehe, begitulah kata salah seorang teman yang merasa takut.
Yah, semestinya yang patut kita takuti itu adalah hanya Allah SWT, takut yang seharusnya timbul itu terhadap sesuatu yang tidak dapat dibatasi kekuasaannya, dan kekuasaan  yang tidak dapat dibatasi itu adalah Allah. Takut terhadap dosa, takut melakukan kemaksiatan. Yah, seharusnya takut seperti itu yang harus kita miliki. Semoga kita bisa menumbuhkan rasa takut seperti itu, amin….

Sabtu, 10 Agustus 2013

My Pet

Hearty adalah judul sebuah film korea, SBS Production. Di dalam film itu Hearty adalah nama seekor anjing. Bagaimana alur film Hearty?? Silahkan tonton sendiri..(nggak sempat untuk diceritakan di sini, key) Film tersebut sangat mengharukan sekaligus mengingatkan ku kembali pada peristiwa silam… Perbedaannya, kalo di dalam film ini mengisahkan seekor anjing, tetapi dalam kisah ku adalah seekor kucing.
Why? The Hearty film,,mengingatkan aku pada peristiwa silam? Abis cerita nya mempunyai kesamaan walaupun yang sama itu kesedihannya..he.e.e. lanjut!!
Begini ceritanya….
Pada zaman dahulu (kayak anak SD bercerita aja nih.. J). Beberapa tahun yang lalu, ketika ku masih duduk di sekolah dasar.. my old n young brother menemukan seekor kucing jantan saat pulang dari mengaji. Kondisi kucing tersebut sangat menyedihkan, kotor dan kurus. Oleh mereka dibawalah pulang.. untung sesampai dirumah kucing tersebut diterima oleh my parent, karena memang sebelumnya tidak pernah kami memelihara kucing. Kucing tersebut dipelihara dengan sebaik-baiknya dan penuh kasih sayang,,diberi makan n juga dimandiin,,sehingga semakin hari kucingnya semakin gemuk n bersih.. Oya, karena warna kucingnya kuning,,maka kami beri nama si “kuning”,, bodo amat sih, masa namanya kuning? Ya lah daripada pusing-pusing ngasih nama..he.e.
Kami sangat menyayangi si kuning,,terlebih lagi diri ku, sehingga aku mengklaim bahwa  si kuning adalah punya ku,,(egois banget), karena memang diri ku yang kelihatan sering bersamanya,,maen bareng (maen kejar-kejaran, pernah juga maen sembunyi-sembunyian,,tentunya aku yang sembunyi, kuning yang nyari,,ketika ku tak ditemukannya,,dia langsung meong-meong), tidur bareng, setiap sore juga sering nyari belalang bareng..belalangnya ku goreng lalu ku beri sama kuning,, pokoknya si kuning tumbuh menjadi kucing yang pintar.. yang nggak enaknya setiap kali bermaen kejar-kejaran dengan si kuning, setiap kali aku tertangkap, aku langsung digigitnya, walaupun nggak sakit,,tapi kadang-kadang sakit juga..makanya jangan sampe tertangkap oleh si kuning,. Selain itu, ketika aku sedang shalat,,aku langsung dipanjatnya ,,sebelum shalat si kuning harus diamankan, biar gak terganggu..
Banyak sekali kepintaran yang dimiliki oleh si kuning,, ingat juga ku ketika ia mau masuk n keluar rumah saat rumah tertutup, ia meong-meong terlebih dahulu sambil menjulur-julurkan tangan dibawah pintu,, tidak seperti diriku,,,pernah ketika aku menguncikan pintu, aku lupa kalo kuncinya tertinggal di dalam sementara pintu udah dikunci,,akhirnya muncullah ide yang cemerlang bin mantap dari diriku gimana caranya mengambil kunci yang tertinggal di dalam. Hayoo tebak gimana caranya?? Pasti tebakan kalian gak tepat,,ngaku aja deh! Kan jendela rumah diatasnya itu ada ventilasi ya namanya,,itu lho yang terbuat dari kayu sebanyak 5 tingkat..jadi ku tanggalin sebanyak 3 buah dengan memukul-mukulnya sampe lepas satu persatu,,setelah berhasil, langsung aja ku panjat n masuk ke dalam rumah,,kunci berhasil diambil, ku tetap bertanggung jawab kok…ventilasi dipasang lagi seperti semula..biar gak kena marah ma ortu,,, patut juga ne ditiru,,,heheee. eits tunggu dulu,,jangan ditiru untuk masuk rumah orang dengan niat yang tidak baik..key!! kalo untuk maling pake cara ku ini n tertangkap, jangan salahkan diriku,, siapa suruh ngikut-ngikut ,,,wkwkwkw…
Satu hal aneh yang membuat aku bertanya-tanya,,kenapa si kuning takut banget dengan orang gemuk?? Ketika ada teman my father datang ke rumah. Beliau mempunyai postur tubuh sangat gemuk,,, langsung si kuning lari kayak dikejar hantu (bukan maksud aku menyamakan beliau dengan hantu lho,,,),,n sembunyi di bawah meja. Setelah beliau pulang, baru si kuning keluar dari bawah meja..
Seiring berjalannya waktu,,, kami pindah ke daerah lain disebabkan kepindahan tugas my father. Sebelum pindah, aku duluan yang pindah (nginap tempat saudara disana),,akhirnya aku berpisah sementara dengan si kuning. Ketika itu aku lupa dengan kuning, maksudnya tidak ada rasa kangen gitu,, dan akhirnya seluruh anggota keluarga pindah,,n tak lupa dibawa juga si kuning. My mother cerita kalo selama aku tidak ada di sana, si kuning selalu meong-meong mencari diri ku,,, mendengar itu semua sedihnya diri ku,,karena tidak ingat ma kuning ketika ku duluan pindah,,n aku berterima kasih dengan keluargaku karena mereka mau membawa kuning ikut pindah, walaupun di jalan kuning meronta-ronta,,takut dengan mobilnya kali.
Semenjak kepindahan ke daerah baru, kebersamaan ku dengan si kuning terus berlanjut.. tapi, lama kelamaan, kuning sering pergi dari rumah ntah kemana,, walaupun seperti itu kuning masih ingat pulang,,, kata my mother memang begitu kebiasaan kucing jantan,,, suatu saat ia akan pergi dari rumah..benar ya?? Saat kuning mulai bepergian seperti itulah peristiwa tragis itu menimpanya…perjalanannya jauh banget sampai menyeberang jalan,, ketika menyeberang jalan, ada sebuah mobil besar menabraknya..akhirnya kuningpun pergi untuk selama-lamanya..dan kejadian itu sungguh menyakit dan memilukan hati ku..aku belum bisa menerima itu semua..akhirnya perpisahan ku dengan kuning bukan untuk sementara lagi, tapi untuk selamanya.. Siang malam aku menangisinya n bermimpi bertemu dengannya..sampe-sampe aku pernah ngigau dalam tidur memanggil-manggil namanya..
Betapa aku menyayangi si kuning,,,kebersamaan aku dengan kuning tak akan pernah terlupakan. Walaupun kuning hanyalah seekor hewan, tetapi ia memberikan kenangan terindah dalam hidup ku. Kuning adalah my pet yang selalu ada di hati ku untuk selama-lamanya.. belum ada yang bisa menggantikan kehadiranmu dihatiku.. walaupun setelah kepergianmu ada kucing-kucing lainnya..tetapi mereka tidak sepertimu… karena hanya kuninglah pertama yang hadir di hatiku…ku selalu menangis kalo mengingat itu semua.
my pet..I miss you...
my pet..I miss you...

Menerima Kritik dengan Lapang Dada

Dalam kesendirian, ku teringat banyak orang berkata bahwa sikap dan perilaku ku masih kayak anak kecil…apa benar sich?? Contohnya saja ketika ku menampilkan PP alias photo profil at my Fb gambar pink ranger,,,banyak yang mengatakan kayak anak kecil,,emang ranger itu identik dengan anak kecil ya..? Memang sich kebanyakan penonton film itu anak-anak,, tapi menurut ku menyukai itu tidak selamanya disamakan dengan kebiasaan anak-anak..iya toh! Ku menyukainya karena aku ingin sekali mempunyai kekuatan seperti ranger,,sehingga bisa melawan dan melenyapkan orang jahat di muka bumi ini..he,,he,, tapi itu semua hanyalah khayalan (kebanyakan nonton film gituan sich,,yang nggak nyata… ). Tanpa kekuatan ranger pun,,Insya Allah, bisa melawan yang jahat-jahat,,,minimal berusaha melawan dan mengendalikan nafsu jahat yang ada dalam diri ku sendiri..karena sesungguhnya musuh yang terbesar itu adalah hawa nafsu… semuanya harus bermula dari my self ....keep spirit!!!
Kembali ke masalah semula…what problem?? Perasaan nggak ada masalah deh,,,nggak nyambung apa?
“udahlah kak,,jangan kayak anak kecil..umur kakak kan lebih dewasa dari pada saya…” itu yang pernah dikatakan oleh seseorang (tidak usah disebutkan namanya,,ntar gosip...he.he)
Kata-kata itu masih terngiang-ngiang,, sebenarnya apa yang kayak anak kecil? Dia aja yang sok dewasa..menyebalkan!! (itu yang terpikir, ketika keegoisan berkuasa pada diri ini)… tetapi setelah direnungkan..maybe,,tanpa ku sadari ada perilaku ku yang menurut orang lain itu adalah perilaku anak-anak..
            Ku mulai sadar ketika membaca beberapa tip n trik menjadi pemenang. Salah satunya adalah menerima kritik dengan lapang dada…. Pemenang adalah seorang yang bisa melihat arti sebuah kritik. Kritik seperti obat, walaupun pahit ia berfungsi menyembuhkan. Saat kamu dikritik, jangan marah, tetapi dengarkanlah. Jika kritik itu benar, terimalah dan berterimakasihlah kepada sang pengkritik. Tetapi jika kritik itu tidak benar, simpan dan jadikan sebagai bahan untuk berhati-hati dan cermin diri.
            Rasulullah saw. berkata: Al mukminu mir’atu mu’min. Apabila melihat aib ada padanya, dia segera memperbaikinya. (HR. Al-Bukhari)
            Jadi, sang pemenang selalu arif, bijaksana dan selalu melihat sisi baik dari kritik sekalipun.
            Okey!! Sudah saatnya belajar bersikap lebih dewasa…J

Diterjang peluru panas

Tidak disangka dan tidak diduga terlahir dari orang tua yang bekerja sebagai anggota kepolisian, yang mempunyai senjata,,, malah aku sendiri yang pernah diterjang sebuah peluru…. Kejadian tersebut beberapa tahun yang lalu, ketika ku duduk dibangku kelas enam sekolah dasar.. peristiwa itu terjadi pada malam hari, tepatnya tengah malam… ketika my father sedang memperbaiki senjata, senjata tersebut bukan dari kantor,,tapi senjata hasil rakitannya sendiri,,hebat juga my father bisa merakit senjata,,belajar dari mana tu?? he,he,, pelurunya lumayan besar, bukan peluru senjata angin yang sering digunakan orang untuk menembak burung…tapi peluru biasa, susah jelasinnya, ketika malam itu, my father gak sadar kalau di dalam ada peluru,,lalu dicobain senjatanya, kebetulan senjata tersebut mengarah ke kamar ku,,awalnya kata beliau mengarah ke kamar my mother,,tp syukur aja mengarah kearah ku, kalau gak,,mungkin yang kena tembak my mother,,Alhamdulillah posisi senjata berubah ke arah ku, sehingga diriku yang kena tembak, waktu itu ku sedang bermimpi ada sebuah besi bulat sebesar bola jatuh ke arahku..langsung terasa oleh ku,, ku pegangi tanganku,,lalu ku panggil kedua orang tua ku,,,langsung my father tersadar,,bergegas mereka ke kamar ku,, dibukanya tangan kiriku yang menutupi tangan kananku,,ternyata banyak keluar darah,,langsung bergegas keluar rumah mencari bantuan,,, ketika itu my father bertugas di desa yang anggota polisi di sana tidak banyak,,Alhamdulillah,,ada satu teman my father yang ada di asrama..jadi beliau membantu kami.. di perjalanan hujan turun dengan lebat..akhirnya ku kesakitan,,aneh,,ku kesakitan bukan karena tertembak, tapi karena sakit perut, mungkin masuk angin kehujanan,, ku dari awal kejadian sampai di rumah sakit sadar terus,,gak bisa tidur,,sampai2 di dalam mobil ku minta obat sakit perut, obat tidur, supaya bisa tertidur,,,mereka yang ada di mobil tak menghiraukan ku,,karena mereka juga tampak panik.. ketika di bius baru ku gak sadar,,,perjalanan dari rumah ke rumah sakit lumayan lama…subuh baru nyampe,,,
Yang terkena tembakan tangan ku sebelah kanan,,pelurunya satu tapi yang kena tiga titik,,tangan, ketiak n belakang tubuhku,,,Alhamdulillah pelurunya langsung masuk ke kasur..dan tak kena tulang… Alhamdulillah walaupun tanganku gak kuat lagi ketika kejadian itu, Allah masih memberiku kaki yang kuat,,sehingga ku masih bisa ikut olahraga di sekolah..kalau olahraga seperti lari, lompat, pokoknya yang berhubungan dengan kaki, bisa ku atasi,,tapi kalau berhubungan dengan tangan, ku dah mundur duluan,,mau gimana lagi,, alhamdulillah guru2 ku mengerti dengan keadaanku,,
Allah masih memberikan hidup waktu itu,,seandainya saja ku telah menemui-Nya ketika itu,,ku mungkin beruntung,,karena waktu itu ku belum baligh,,jadi ku belum mempunyai dosa dan ku tak perlu takut menghadapi kehidupan akhirat,, sekarang ku tak luput dari dosa,,kemanakah muara ku esok??? Ku harapkan cinta Mu ya Allah,,pertemukanlah aku dengan Mu nanti dalam keadaan yang Kau ridhoi,,,,,amin,

Pemberian nama yang bingung

Apalah arti sebuah nama, tp kalo gak punya nama macam mana pula mengenali seseorang? Karena kebingungan kedua orang tua ku dalam memberi nama apa yang terbaik buat ku,,, ada-ada saja kejadian yang terjadi,,malah malam harinya, my father bermimpi : di dalam mimpinya ada dua orang wanita yang sedang berkelahi,,yang satu memakai baju berwarna putih dan yang satu lagi memakai baju berwarna hitam…perkelahian tersebut dimenangkan oleh wanita yang memakai baju berwarna putih .. mungkin mereka berkelahi dalam hal memperebutkan siapa yang berhak memberi nama yang baik untuk ku,,he,he,he,,, karena setelah wanita memakai baju putih menang..ia lalu berkata: nama anak itu ya seperti nama ku sekarang… maka, my father langsung aja memberi aku nama yang disebut oleh wanita di dalam mimpinya tersebut,,,
Kalau dipikir2 itu adalah ulah dari jin,,,yang datang di dalam mimpi my father tersebut kemungkinan bangsa mereka..buktinya ketika ku masih kanak-kanak, setiap malam ku sering berjalan sendiri keluar rumah tanpa sadar (iyalah ku sedang tidur, mana sadar),,kadang-kadang hampir sampai ke jalan..untung saja orang tua ku terbangun, kalau tidak ntah kemana aku dibawanya. Ku berjalan malam itu dengan mata yang merah. Tetapi setelah usia ku menginjak baligh,,ku telah melaksanakan shalat fardhu setiap hari,,baru lah kebiasaan berjalan sambil tidur tersebut berangsur-angsur hilang dan akhirnya tidak terjadi lagi sampai sekarang.
Bingung banget mengingat itu semua,,,bingung mengingat orang tua ku..kenapa mereka bingung memberi nama? Sama-sama bingung deh..Sampai akhirnya seperti itu,,,tapi toh nama ku tersebut bukanlah sesuatu yang unik, langka atau aneh,,,malah nama pasaran,, banyak banget yang namanya seperti diriku,,,walaupun banyak yang sama namanya dengan namaku, tapi sejarah pemberian nama yang berbeza…he.he. dari mimpi my father tersebut ku berpikir, sedikit mungkin ada hubungannya terhadap diri ku sekarang,,terhadap wanita yang memenangkan perkelahian tersebut,,yaitu wanita yang memakai baju berwarna putih,, jika yang menang wanita yang memakai baju hitam..what happen?? Ntah lah…. ( apa maksudnya?? Pikirkan aja sendiri)…
Alhamdulillah…walaupun ku mempunyai kisah seperti itu. Aku hanya bisa memohon kepada Allah,,agar Allah selalu melindungi aku dari hal-hal seperti itu,,terjaga dari gangguan makhluk lain,,,,hanya kepada Mu ya Allah hamba berlindung dari segala kejahatan, baik yang tampak atau yang tersembunyi,,,amin,,,

Jangan suka menebak seseorang

Alangkah indahnya ciptaan Mu ya Allah…terpesona ku memandang di setiap apa yang terlihat oleh ku,,saat aku melakukan sebuah perjalanan di bumi Mu ini.. Sungguh  pemandangan yang menakjubkan,,Subhanalllah..
Birunya langit, hijaunya pohon, beragam bentuk manusia dan lainnya..membuat aku kerdil di hadapan Mu,, apalah yang bisa dibanggakan dari diri ini, dan apa pula yang bisa untuk disombongkan..yang secara sadar dan tidak sadar sering diri ini merasa sombong, angkuh dan bentuk sifat lainnya. Ampuni hamba ya Allah.
Dalam khayalanku,, ku tersadar oleh sekelompok anak-anak yang mencoba menghentikan lajunya kendaraan yang ku tumpangi. Oh iya,,ku kan sedang melakukan perjalanan ke kampung halamanku (back to my city),,he,he, anak-anak tersebut baru pulang dari sekolah menuju rumah mereka masing-masing. Dari pakaian yang mereka pakai, ku sudah bisa menerkanya, mereka masih duduk dibangku sekolah dasar. Tapi lambaian tangan mereka menghentikan kendaraan, tidak membuat sang pengemudi untuk berhenti. Selalu saja begitu, begitu dan begitu… sudah sering aku melihat kejadian serupa. Kasihan juga lihat anak-anak itu…hanya sedikit saja pengendara yang mau memberikan  tumpangan kepada anak-anak sekolah. Aku juga tidak mengerti, mengapa seperti itu??? Dalam kebingungan ku, terbersit dihatiku, mungkin karena bayaran dari anak-anak sekolah sangat murah, paling jauh bagi anak sekolah hanya lima ribu rupiah bayarannya,,sehingga dipikir-pikir rugi memberi mereka tumpangan, mending cari penumpang lain saja.. entahlah,,setiap orang punya alasan tersendiri,,he,he, dan aku tidak tahu sepenuhnya alasan mereka..yang bisa dilakukan hanyalah menebak..terkadang tebakan tidak selamanya benar. Makanya jangan suka menebak-nebak hal yang kita tidak tahu,,karena menebak hanya akan melahirkan pikiran yang negatif dan buruk sangka terhadap orang yang kita tebak…
Berbicara tentang menebak tersebut,, walaupun kita jangan menebak seseorang,, terkadang juga perlu dilakukan,,misalnya, jika kita berteman dengan orang yang baru dikenal, kan gak selamanya kita harus selalu percaya dengan orang lain, yang perlu kita lakukan berhati-hati, jangan sampai salah berteman.. dan kita bisa menebak sifat atau tipe orang tersebut, mungkin dilihat dari sikap, penampilan atau perilakunya, walaupun tidak selamanya hal itu yang bisa menjadi tolak ukur dalam menilai seseorang. Maksud tidak boleh menebak atau menerka yang menjerumus ke berburuk sangka dengan orang, seperti misalnya suatu saat ada teman kita yang berubah..berubah menurut kita, dia tidak seperti yang biasanya,,jangan menebak dia. Kalo dia berubah karena ini, karena itu, atau karena lainnya..tapi yang mesti dilakukan adalah menanyakan langsung kepada dia, kenapa dia berubah…jika dia benar-benar anggap kita adalah teman yang dipercayakannya untuk menceritakan masalahnya kepada kita, pasti dia akan cerita,,,tapi kalo dia tidak mau cerita,,ya jangan paksa dia…karena setiap orang mempunyai alasan tersendiri, kepada siapa dia mau berbagi dan sebagainya..
Yang terpenting jangan cepat berburuk sangka kepada orang lain, belum tentu apa yang kita pikirkan selalu benar dengan kenyataan. Bisa saja yang kita pikirkan buruk tentang seseorang, malah sebenarnya diri kita yang begitu.