Sabtu, 10 Agustus 2013

My Pet

Hearty adalah judul sebuah film korea, SBS Production. Di dalam film itu Hearty adalah nama seekor anjing. Bagaimana alur film Hearty?? Silahkan tonton sendiri..(nggak sempat untuk diceritakan di sini, key) Film tersebut sangat mengharukan sekaligus mengingatkan ku kembali pada peristiwa silam… Perbedaannya, kalo di dalam film ini mengisahkan seekor anjing, tetapi dalam kisah ku adalah seekor kucing.
Why? The Hearty film,,mengingatkan aku pada peristiwa silam? Abis cerita nya mempunyai kesamaan walaupun yang sama itu kesedihannya..he.e.e. lanjut!!
Begini ceritanya….
Pada zaman dahulu (kayak anak SD bercerita aja nih.. J). Beberapa tahun yang lalu, ketika ku masih duduk di sekolah dasar.. my old n young brother menemukan seekor kucing jantan saat pulang dari mengaji. Kondisi kucing tersebut sangat menyedihkan, kotor dan kurus. Oleh mereka dibawalah pulang.. untung sesampai dirumah kucing tersebut diterima oleh my parent, karena memang sebelumnya tidak pernah kami memelihara kucing. Kucing tersebut dipelihara dengan sebaik-baiknya dan penuh kasih sayang,,diberi makan n juga dimandiin,,sehingga semakin hari kucingnya semakin gemuk n bersih.. Oya, karena warna kucingnya kuning,,maka kami beri nama si “kuning”,, bodo amat sih, masa namanya kuning? Ya lah daripada pusing-pusing ngasih nama..he.e.
Kami sangat menyayangi si kuning,,terlebih lagi diri ku, sehingga aku mengklaim bahwa  si kuning adalah punya ku,,(egois banget), karena memang diri ku yang kelihatan sering bersamanya,,maen bareng (maen kejar-kejaran, pernah juga maen sembunyi-sembunyian,,tentunya aku yang sembunyi, kuning yang nyari,,ketika ku tak ditemukannya,,dia langsung meong-meong), tidur bareng, setiap sore juga sering nyari belalang bareng..belalangnya ku goreng lalu ku beri sama kuning,, pokoknya si kuning tumbuh menjadi kucing yang pintar.. yang nggak enaknya setiap kali bermaen kejar-kejaran dengan si kuning, setiap kali aku tertangkap, aku langsung digigitnya, walaupun nggak sakit,,tapi kadang-kadang sakit juga..makanya jangan sampe tertangkap oleh si kuning,. Selain itu, ketika aku sedang shalat,,aku langsung dipanjatnya ,,sebelum shalat si kuning harus diamankan, biar gak terganggu..
Banyak sekali kepintaran yang dimiliki oleh si kuning,, ingat juga ku ketika ia mau masuk n keluar rumah saat rumah tertutup, ia meong-meong terlebih dahulu sambil menjulur-julurkan tangan dibawah pintu,, tidak seperti diriku,,,pernah ketika aku menguncikan pintu, aku lupa kalo kuncinya tertinggal di dalam sementara pintu udah dikunci,,akhirnya muncullah ide yang cemerlang bin mantap dari diriku gimana caranya mengambil kunci yang tertinggal di dalam. Hayoo tebak gimana caranya?? Pasti tebakan kalian gak tepat,,ngaku aja deh! Kan jendela rumah diatasnya itu ada ventilasi ya namanya,,itu lho yang terbuat dari kayu sebanyak 5 tingkat..jadi ku tanggalin sebanyak 3 buah dengan memukul-mukulnya sampe lepas satu persatu,,setelah berhasil, langsung aja ku panjat n masuk ke dalam rumah,,kunci berhasil diambil, ku tetap bertanggung jawab kok…ventilasi dipasang lagi seperti semula..biar gak kena marah ma ortu,,, patut juga ne ditiru,,,heheee. eits tunggu dulu,,jangan ditiru untuk masuk rumah orang dengan niat yang tidak baik..key!! kalo untuk maling pake cara ku ini n tertangkap, jangan salahkan diriku,, siapa suruh ngikut-ngikut ,,,wkwkwkw…
Satu hal aneh yang membuat aku bertanya-tanya,,kenapa si kuning takut banget dengan orang gemuk?? Ketika ada teman my father datang ke rumah. Beliau mempunyai postur tubuh sangat gemuk,,, langsung si kuning lari kayak dikejar hantu (bukan maksud aku menyamakan beliau dengan hantu lho,,,),,n sembunyi di bawah meja. Setelah beliau pulang, baru si kuning keluar dari bawah meja..
Seiring berjalannya waktu,,, kami pindah ke daerah lain disebabkan kepindahan tugas my father. Sebelum pindah, aku duluan yang pindah (nginap tempat saudara disana),,akhirnya aku berpisah sementara dengan si kuning. Ketika itu aku lupa dengan kuning, maksudnya tidak ada rasa kangen gitu,, dan akhirnya seluruh anggota keluarga pindah,,n tak lupa dibawa juga si kuning. My mother cerita kalo selama aku tidak ada di sana, si kuning selalu meong-meong mencari diri ku,,, mendengar itu semua sedihnya diri ku,,karena tidak ingat ma kuning ketika ku duluan pindah,,n aku berterima kasih dengan keluargaku karena mereka mau membawa kuning ikut pindah, walaupun di jalan kuning meronta-ronta,,takut dengan mobilnya kali.
Semenjak kepindahan ke daerah baru, kebersamaan ku dengan si kuning terus berlanjut.. tapi, lama kelamaan, kuning sering pergi dari rumah ntah kemana,, walaupun seperti itu kuning masih ingat pulang,,, kata my mother memang begitu kebiasaan kucing jantan,,, suatu saat ia akan pergi dari rumah..benar ya?? Saat kuning mulai bepergian seperti itulah peristiwa tragis itu menimpanya…perjalanannya jauh banget sampai menyeberang jalan,, ketika menyeberang jalan, ada sebuah mobil besar menabraknya..akhirnya kuningpun pergi untuk selama-lamanya..dan kejadian itu sungguh menyakit dan memilukan hati ku..aku belum bisa menerima itu semua..akhirnya perpisahan ku dengan kuning bukan untuk sementara lagi, tapi untuk selamanya.. Siang malam aku menangisinya n bermimpi bertemu dengannya..sampe-sampe aku pernah ngigau dalam tidur memanggil-manggil namanya..
Betapa aku menyayangi si kuning,,,kebersamaan aku dengan kuning tak akan pernah terlupakan. Walaupun kuning hanyalah seekor hewan, tetapi ia memberikan kenangan terindah dalam hidup ku. Kuning adalah my pet yang selalu ada di hati ku untuk selama-lamanya.. belum ada yang bisa menggantikan kehadiranmu dihatiku.. walaupun setelah kepergianmu ada kucing-kucing lainnya..tetapi mereka tidak sepertimu… karena hanya kuninglah pertama yang hadir di hatiku…ku selalu menangis kalo mengingat itu semua.
my pet..I miss you...
my pet..I miss you...

Menerima Kritik dengan Lapang Dada

Dalam kesendirian, ku teringat banyak orang berkata bahwa sikap dan perilaku ku masih kayak anak kecil…apa benar sich?? Contohnya saja ketika ku menampilkan PP alias photo profil at my Fb gambar pink ranger,,,banyak yang mengatakan kayak anak kecil,,emang ranger itu identik dengan anak kecil ya..? Memang sich kebanyakan penonton film itu anak-anak,, tapi menurut ku menyukai itu tidak selamanya disamakan dengan kebiasaan anak-anak..iya toh! Ku menyukainya karena aku ingin sekali mempunyai kekuatan seperti ranger,,sehingga bisa melawan dan melenyapkan orang jahat di muka bumi ini..he,,he,, tapi itu semua hanyalah khayalan (kebanyakan nonton film gituan sich,,yang nggak nyata… ). Tanpa kekuatan ranger pun,,Insya Allah, bisa melawan yang jahat-jahat,,,minimal berusaha melawan dan mengendalikan nafsu jahat yang ada dalam diri ku sendiri..karena sesungguhnya musuh yang terbesar itu adalah hawa nafsu… semuanya harus bermula dari my self ....keep spirit!!!
Kembali ke masalah semula…what problem?? Perasaan nggak ada masalah deh,,,nggak nyambung apa?
“udahlah kak,,jangan kayak anak kecil..umur kakak kan lebih dewasa dari pada saya…” itu yang pernah dikatakan oleh seseorang (tidak usah disebutkan namanya,,ntar gosip...he.he)
Kata-kata itu masih terngiang-ngiang,, sebenarnya apa yang kayak anak kecil? Dia aja yang sok dewasa..menyebalkan!! (itu yang terpikir, ketika keegoisan berkuasa pada diri ini)… tetapi setelah direnungkan..maybe,,tanpa ku sadari ada perilaku ku yang menurut orang lain itu adalah perilaku anak-anak..
            Ku mulai sadar ketika membaca beberapa tip n trik menjadi pemenang. Salah satunya adalah menerima kritik dengan lapang dada…. Pemenang adalah seorang yang bisa melihat arti sebuah kritik. Kritik seperti obat, walaupun pahit ia berfungsi menyembuhkan. Saat kamu dikritik, jangan marah, tetapi dengarkanlah. Jika kritik itu benar, terimalah dan berterimakasihlah kepada sang pengkritik. Tetapi jika kritik itu tidak benar, simpan dan jadikan sebagai bahan untuk berhati-hati dan cermin diri.
            Rasulullah saw. berkata: Al mukminu mir’atu mu’min. Apabila melihat aib ada padanya, dia segera memperbaikinya. (HR. Al-Bukhari)
            Jadi, sang pemenang selalu arif, bijaksana dan selalu melihat sisi baik dari kritik sekalipun.
            Okey!! Sudah saatnya belajar bersikap lebih dewasa…J

Diterjang peluru panas

Tidak disangka dan tidak diduga terlahir dari orang tua yang bekerja sebagai anggota kepolisian, yang mempunyai senjata,,, malah aku sendiri yang pernah diterjang sebuah peluru…. Kejadian tersebut beberapa tahun yang lalu, ketika ku duduk dibangku kelas enam sekolah dasar.. peristiwa itu terjadi pada malam hari, tepatnya tengah malam… ketika my father sedang memperbaiki senjata, senjata tersebut bukan dari kantor,,tapi senjata hasil rakitannya sendiri,,hebat juga my father bisa merakit senjata,,belajar dari mana tu?? he,he,, pelurunya lumayan besar, bukan peluru senjata angin yang sering digunakan orang untuk menembak burung…tapi peluru biasa, susah jelasinnya, ketika malam itu, my father gak sadar kalau di dalam ada peluru,,lalu dicobain senjatanya, kebetulan senjata tersebut mengarah ke kamar ku,,awalnya kata beliau mengarah ke kamar my mother,,tp syukur aja mengarah kearah ku, kalau gak,,mungkin yang kena tembak my mother,,Alhamdulillah posisi senjata berubah ke arah ku, sehingga diriku yang kena tembak, waktu itu ku sedang bermimpi ada sebuah besi bulat sebesar bola jatuh ke arahku..langsung terasa oleh ku,, ku pegangi tanganku,,lalu ku panggil kedua orang tua ku,,,langsung my father tersadar,,bergegas mereka ke kamar ku,, dibukanya tangan kiriku yang menutupi tangan kananku,,ternyata banyak keluar darah,,langsung bergegas keluar rumah mencari bantuan,,, ketika itu my father bertugas di desa yang anggota polisi di sana tidak banyak,,Alhamdulillah,,ada satu teman my father yang ada di asrama..jadi beliau membantu kami.. di perjalanan hujan turun dengan lebat..akhirnya ku kesakitan,,aneh,,ku kesakitan bukan karena tertembak, tapi karena sakit perut, mungkin masuk angin kehujanan,, ku dari awal kejadian sampai di rumah sakit sadar terus,,gak bisa tidur,,sampai2 di dalam mobil ku minta obat sakit perut, obat tidur, supaya bisa tertidur,,,mereka yang ada di mobil tak menghiraukan ku,,karena mereka juga tampak panik.. ketika di bius baru ku gak sadar,,,perjalanan dari rumah ke rumah sakit lumayan lama…subuh baru nyampe,,,
Yang terkena tembakan tangan ku sebelah kanan,,pelurunya satu tapi yang kena tiga titik,,tangan, ketiak n belakang tubuhku,,,Alhamdulillah pelurunya langsung masuk ke kasur..dan tak kena tulang… Alhamdulillah walaupun tanganku gak kuat lagi ketika kejadian itu, Allah masih memberiku kaki yang kuat,,sehingga ku masih bisa ikut olahraga di sekolah..kalau olahraga seperti lari, lompat, pokoknya yang berhubungan dengan kaki, bisa ku atasi,,tapi kalau berhubungan dengan tangan, ku dah mundur duluan,,mau gimana lagi,, alhamdulillah guru2 ku mengerti dengan keadaanku,,
Allah masih memberikan hidup waktu itu,,seandainya saja ku telah menemui-Nya ketika itu,,ku mungkin beruntung,,karena waktu itu ku belum baligh,,jadi ku belum mempunyai dosa dan ku tak perlu takut menghadapi kehidupan akhirat,, sekarang ku tak luput dari dosa,,kemanakah muara ku esok??? Ku harapkan cinta Mu ya Allah,,pertemukanlah aku dengan Mu nanti dalam keadaan yang Kau ridhoi,,,,,amin,

Pemberian nama yang bingung

Apalah arti sebuah nama, tp kalo gak punya nama macam mana pula mengenali seseorang? Karena kebingungan kedua orang tua ku dalam memberi nama apa yang terbaik buat ku,,, ada-ada saja kejadian yang terjadi,,malah malam harinya, my father bermimpi : di dalam mimpinya ada dua orang wanita yang sedang berkelahi,,yang satu memakai baju berwarna putih dan yang satu lagi memakai baju berwarna hitam…perkelahian tersebut dimenangkan oleh wanita yang memakai baju berwarna putih .. mungkin mereka berkelahi dalam hal memperebutkan siapa yang berhak memberi nama yang baik untuk ku,,he,he,he,,, karena setelah wanita memakai baju putih menang..ia lalu berkata: nama anak itu ya seperti nama ku sekarang… maka, my father langsung aja memberi aku nama yang disebut oleh wanita di dalam mimpinya tersebut,,,
Kalau dipikir2 itu adalah ulah dari jin,,,yang datang di dalam mimpi my father tersebut kemungkinan bangsa mereka..buktinya ketika ku masih kanak-kanak, setiap malam ku sering berjalan sendiri keluar rumah tanpa sadar (iyalah ku sedang tidur, mana sadar),,kadang-kadang hampir sampai ke jalan..untung saja orang tua ku terbangun, kalau tidak ntah kemana aku dibawanya. Ku berjalan malam itu dengan mata yang merah. Tetapi setelah usia ku menginjak baligh,,ku telah melaksanakan shalat fardhu setiap hari,,baru lah kebiasaan berjalan sambil tidur tersebut berangsur-angsur hilang dan akhirnya tidak terjadi lagi sampai sekarang.
Bingung banget mengingat itu semua,,,bingung mengingat orang tua ku..kenapa mereka bingung memberi nama? Sama-sama bingung deh..Sampai akhirnya seperti itu,,,tapi toh nama ku tersebut bukanlah sesuatu yang unik, langka atau aneh,,,malah nama pasaran,, banyak banget yang namanya seperti diriku,,,walaupun banyak yang sama namanya dengan namaku, tapi sejarah pemberian nama yang berbeza…he.he. dari mimpi my father tersebut ku berpikir, sedikit mungkin ada hubungannya terhadap diri ku sekarang,,terhadap wanita yang memenangkan perkelahian tersebut,,yaitu wanita yang memakai baju berwarna putih,, jika yang menang wanita yang memakai baju hitam..what happen?? Ntah lah…. ( apa maksudnya?? Pikirkan aja sendiri)…
Alhamdulillah…walaupun ku mempunyai kisah seperti itu. Aku hanya bisa memohon kepada Allah,,agar Allah selalu melindungi aku dari hal-hal seperti itu,,terjaga dari gangguan makhluk lain,,,,hanya kepada Mu ya Allah hamba berlindung dari segala kejahatan, baik yang tampak atau yang tersembunyi,,,amin,,,

Jangan suka menebak seseorang

Alangkah indahnya ciptaan Mu ya Allah…terpesona ku memandang di setiap apa yang terlihat oleh ku,,saat aku melakukan sebuah perjalanan di bumi Mu ini.. Sungguh  pemandangan yang menakjubkan,,Subhanalllah..
Birunya langit, hijaunya pohon, beragam bentuk manusia dan lainnya..membuat aku kerdil di hadapan Mu,, apalah yang bisa dibanggakan dari diri ini, dan apa pula yang bisa untuk disombongkan..yang secara sadar dan tidak sadar sering diri ini merasa sombong, angkuh dan bentuk sifat lainnya. Ampuni hamba ya Allah.
Dalam khayalanku,, ku tersadar oleh sekelompok anak-anak yang mencoba menghentikan lajunya kendaraan yang ku tumpangi. Oh iya,,ku kan sedang melakukan perjalanan ke kampung halamanku (back to my city),,he,he, anak-anak tersebut baru pulang dari sekolah menuju rumah mereka masing-masing. Dari pakaian yang mereka pakai, ku sudah bisa menerkanya, mereka masih duduk dibangku sekolah dasar. Tapi lambaian tangan mereka menghentikan kendaraan, tidak membuat sang pengemudi untuk berhenti. Selalu saja begitu, begitu dan begitu… sudah sering aku melihat kejadian serupa. Kasihan juga lihat anak-anak itu…hanya sedikit saja pengendara yang mau memberikan  tumpangan kepada anak-anak sekolah. Aku juga tidak mengerti, mengapa seperti itu??? Dalam kebingungan ku, terbersit dihatiku, mungkin karena bayaran dari anak-anak sekolah sangat murah, paling jauh bagi anak sekolah hanya lima ribu rupiah bayarannya,,sehingga dipikir-pikir rugi memberi mereka tumpangan, mending cari penumpang lain saja.. entahlah,,setiap orang punya alasan tersendiri,,he,he, dan aku tidak tahu sepenuhnya alasan mereka..yang bisa dilakukan hanyalah menebak..terkadang tebakan tidak selamanya benar. Makanya jangan suka menebak-nebak hal yang kita tidak tahu,,karena menebak hanya akan melahirkan pikiran yang negatif dan buruk sangka terhadap orang yang kita tebak…
Berbicara tentang menebak tersebut,, walaupun kita jangan menebak seseorang,, terkadang juga perlu dilakukan,,misalnya, jika kita berteman dengan orang yang baru dikenal, kan gak selamanya kita harus selalu percaya dengan orang lain, yang perlu kita lakukan berhati-hati, jangan sampai salah berteman.. dan kita bisa menebak sifat atau tipe orang tersebut, mungkin dilihat dari sikap, penampilan atau perilakunya, walaupun tidak selamanya hal itu yang bisa menjadi tolak ukur dalam menilai seseorang. Maksud tidak boleh menebak atau menerka yang menjerumus ke berburuk sangka dengan orang, seperti misalnya suatu saat ada teman kita yang berubah..berubah menurut kita, dia tidak seperti yang biasanya,,jangan menebak dia. Kalo dia berubah karena ini, karena itu, atau karena lainnya..tapi yang mesti dilakukan adalah menanyakan langsung kepada dia, kenapa dia berubah…jika dia benar-benar anggap kita adalah teman yang dipercayakannya untuk menceritakan masalahnya kepada kita, pasti dia akan cerita,,,tapi kalo dia tidak mau cerita,,ya jangan paksa dia…karena setiap orang mempunyai alasan tersendiri, kepada siapa dia mau berbagi dan sebagainya..
Yang terpenting jangan cepat berburuk sangka kepada orang lain, belum tentu apa yang kita pikirkan selalu benar dengan kenyataan. Bisa saja yang kita pikirkan buruk tentang seseorang, malah sebenarnya diri kita yang begitu.

Setiap kita berbeda

Subuh itu sebelum alarm yang ku buat untuk membangunkanku berbunyi, ku sudah terjaga,,ku lihat hp ku,,ah beberapa detik lagi alarm ku berbunyi pikirku,,,seperti biasanya,,ketika kemalasan datang, langsung ku matikan alarm tersebut, daripada nanti suaranya menggangguku. Ku pun kembali tidur. Selalu begitu dan terus begitu.. tiga puluh menit kemudian ku pun terjaga lagi. Alhamdulillah..Allah masih membangunkan ku, sehingga tidak mebuatku lalai dari janji. Dinginnya air tidak membuatku menyerah,, setelah ku membersihkan diri dilanjut dengan kewajiban dikala subuh menemui sang khalik, ku pun bersiap-siap menunggu.
Apa sih yang ku tunggu di subuh itu?? Sehingga ku berani melawan dinginnya suasana di kala itu? Ku hanya menunggu mobil langganan yang akan membawaku ke kota dimana aku menuntut ilmu. Kalo dalam urusan itu, ku gak terlalu peduli..ada my mother yang peduli,,my mother coba menelpon sopirnya lagi saat itu, setelah malam tadi sopirnya mengatakan akan berangkat sekitar jam 05.30 Wib. Eh ternyata, hp nya tidak aktif pula. Rupanya sang sopir tidak jadi berangkat pagi itu,,memang seperti itu, karena banyak langganannya, ketika tidak jadi berangkat,,langsung hp dimatiin. Terpaksalah aku berangkat dengan langganan yang kedua. Kenapa aku pagi itu mau berangkat dengan langganan pertama?? Alasannya karena langganan kedua ini,,wajahnya selalu saja tidak mood, sehingga ku kurang suka. Takut nanti lihat wajahnya yang kayak gitu,,aku lebih tidak mood lagi dibandingkan dia..he,he. Ketika ditanya kepada my mother, kenapa sopir itu sering seperti itu? Kata my mother sih,, mungkin ada masalah keluarga..oo, gitu toh,,masalah keluarga imbasnya sampai keluar pula,,kan jadi serem lihatnya..hihihi,,(emang hantu).
Memang sial nasibku, langganan yang kedua ternyata tidak berangkat juga pagi itu.memanglah…menyebalkan, tak akan mungkin ku nunggu siang baru berangkat. Eits,,tunggu dulu, ternyata aku masih punya langganan cadangan,,he,he. Kayak apa aja gitu,,pake cadangan segala. Langganan ini merupakan saudara dari langganan yang pertama,,wajah mereka mirip sekali,,kayak pinang dibelah dua,,cuyyy.. aku jadi ragu. Saudara atau kembar sih sebenarnya?? Langganan yang ketiga (lebih halus dari langganan cadangan bahasanya,,he,he) ini bawa mobil santai banget, jadi aku kurang suka juga menumpangnya. Bagiku cepat asal selamat, bukan lambat gak selamat,,,ya pastilah semua orang mau yang selamat..ne dah lambat gak selamat lagi,..apes bener,, wkwkw…tapi bukan begitu kok, mungkin pak sopir berprinsip biar santai alias lambat asal selamat. Bagus juga tuh prinsip pak sopir (gue sok tahu kaleee, ).. jika ada yang cepat asal selamat, ngapain juga nyari yang lambat?? Ya gak? Hhahah…
Akhirnya usaha yang ketiga untuk menghubungi sang sopir berhasil juga,, aku berangkat dengan langganan yang ketiga ini..city l’m coming…!!!!!!! Wait me, don’t leave me..he,he Memang benar apa kata my mother, kalo pak sopir yang satu ini, sering berangkat terus, walaupun penumpangnya gak ada atau hanya sedikit. Dalam perjalanan banyak hal yang terlintas di pikiranku, terutama tentang sang sopir. Di sini aku akan bercerita sedikit tentang sopir bersaudara yang mirip ini. Tapi sebelumnya aku memperkenalkan mereka dulu,,,biar nyambung friend!! Hmmm.. yolah. Dari awal telah ku katakan langganan ku yang pertama bersaudara dengan langganan yang ketiga ini. Kita misalkan langganan pertama adalah si A dan langganan ketiga si B (biar gak gossip, makanya tak usah disebut namanya..gosip dosa lho..he.he). dari cerita orang-orang yang tidak sengaja terdengar oleh ku, memang terbukti sang sopir bersaudara ini memiliki sifat, nasib, dan kriteria masing-masing,,yang sangat saling bertolak belakang. Memang wajah mereka sangat mirip sekali, sehingga susah untuk membedakannya. Berbicara masalah nasib, si A lebih gigih dalam memanfaatkan jiwa sopirnya, sehingga mempunyai banyak langganan. Sering mobilnya dipadati oleh penumpang,, aku gak tahu apa yang membuat orang suka berlangganan dengan dia,,kalo bagi diriku sendiri sih, sang sopir A membawa kendaraan dengan cepat,,biar cepat sampainya,,sampai ke liang lahat ya?? Ya nggak donk..nyampe tujuanlah..ha.ha. tapi kalo ingat peristiwa pagi tadi,, kapan-kapan ku bisa berpikir dua kali ne untuk menumpang lagi, janji berangkat,,tapi tak jadi,,gayanya ja tu yang sok-sok berangkat subuh, tapi ketika malas bangun, gak jadi berangkat dech..seharusnya jangan seperti itu donk, sikap seperti itu membuat langganan kecewa,,,bisa saja suatu waktu langganan lari atau berpindah hati ke yang lain…cie.cie. (bukan maksud hati berdoa seperti itu). Eits..tunggu dulu ah, jangan negative thingking tentang si A,,mungkin tak jadi berangkat disebabkan oleh sesuatu hal…tapi kenapa gak ditransfer aja tu langganannya ke si B yang berangkat?? Barangkali setiap penumpang mempunyai kemauan tersendiri, mau berangkat dengan siapa yang mereka mau…ya gak? Yang pasti positive thingking aja lah. Yapp.. kalo kejadiannya bukan dua atau tiga kali saja,, apakah aku tetap masih harus  berpikir positif?? Ya kaleee..sampai kejadian yang ku alami seribu kale…mungkin,,
Beda si A, beda juga si B.. kalo si B ne langganannya tidak terlalu banyak, amat sedikit, kadang-kadang gak ada. Kasihan juga sih lihatnya. Contohnya di pagi hari ini telah berputar mencari penumpang, tetap aku sendiri di dalamnya, gak ada penumpang…si B ini sering berangkat, walaupun dengan penumpang yang sedikit,, jadi kalo begini terus,,,yang banyak untung atau rugi sih?? Memang sih rejeki itu sudah diatur oleh Allah,,dan ia tak akan lari kemana-mana.. tapi rejeki yang telah disediakan Allah untuk hambaNya tergantung dari usaha yang dilakukan oleh hambaNya. Tetap semangat..chayooooo pak!!!! Yang penting halal mencari rejeki dan bapak semangat mencarinya..ehmmmm..
Selain hal itu, sopir si A sudah mempunyai rumah sendiri, sedangkan si B masih numpang dengan orang tuanya. Itu sih dengar dari sopir pengganti si A, jika si A ada urusan lain. Ketika ku pernah menumpang mobil tersebut yang mengemudi adalah bapak itu.. walaupun ku duduk di depan dengan si sopir, tapi bapak ini bukan cerita dengan diri ku, melainkan penumpang bapak-bapak dibangku no dua. Ya iyalah, ngapain juga bapak itu cerita dengan aku? Tampang ku kan gak suka gossip gitu,,he,he, jadi kadang-kadang bapak itu juga pernah cerita tentang sesuatu hal dengan diri ku,,ku bingung mau respon bagaimana..sering ku respon dengan “ooo…” dan senyuman, abisnya cerita tersebut gak nyambung dengan aku,, kasihan sang sopir dicuekin…ha,a.
Perbedaan lain yang aku lihat dan dengar sendiri dengan mata dan telinga ku adalah, masalah musik kesukaan, sopir si A suka musik dangdut..aduh,,dangdutan pula tu dalam mobil,,sedangkan si B suka musik pop zaman semasa aku SD dulu…atau sering terkenal dengan lagu kenangan,, seperti Pance,,apalagi ya? Forget ku…pokoknya lagu-lagu zaman dulu lah. Selain itu, dalam mobil…ku sering duduk di depan,, si A ini orangnya suka bercerita atau ngajak ngobrol gitu.. karena respon ku selalu menjawab apa yang si A ini tanya, sekadar menjawab saja tanpa ada pertanyaan balik. Jarang juga jadinya si A ini bicara denganku,,apalagi diriku yang selalu berbicara dengan bahasa Indonesia, ya gak serulah,,,karena sang sopir bahasa daerah Pasir. Ku kan memang selalu begitu, walaupun ku telah lama tinggal di Pasir Pengarayan, ku masih bertahan dengan bahasa Indonesia,, biarlah orang yang ngajak aku berbicara dengan bahasanya, tak masalah bagiku,,asal aku masih mengerti..tapi ya itu tadi aku akan menjawab dengan bahasa Indonesia, siapapun mereka..sanaak saudara sendiri, karena ku tidak biasa, sehingga lidah ku kelu jadinya..tapi terkadang orang yang ngajak bicara dengan ku ikut-ikutan pula berbahasa indonesia akhirnya. Memanglah kalau dalam masalah bahasa aku belum bisa menerapkan pepatah “di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung”. Ada hubungannya atau gak ne ya??? He,he, ntahlah..
Kembali ke si A..karena kadang gak ada teman yang mau diajaknya bicara, kerjanya asyik menelpon aja…bosan dengarnya.. aku kalo di dalam mobil lebih suka melamun sendiri daripada diajak ngobrol.. beda dengan si B, sopir ini lebih banyak diam, walaupun kadang-kadang bicara juga..yalah, kan gak bisu,,he,he, tapi lebih banyak diamnya daripada ngobrol. Bagus tu pak..lebih baik diam daripada berbicara yang gak ada manfaatnya. Karena banyak bicara banyak bohongnya..he,he, gak juga sih,, tergantung apa yang dibicarakanlah. Benar gak?? Nanti gara-gara ini tak mau pula berbicara sedikit pun,, jadi orang bisu dech…
Itulah sedikit perbedaan yang bisa diungkapkan dari sang sopir yang mirip tapi tak sama.. mungkin masih banyak perbedaan lain yang aku, orang lain atau siapapun yang tidak tahu, dari cerita ini bisa kita ambil kesimpulan..setiap kita diciptakan oleh Allah SWT memiliki keunikan tersendiri, kelemahan dan kelebihan masing-masing. Dengan perbedaan tersebut, janganlah kita merasa rendah diri karena melihat kekurangan yang kita miliki, sehingga kita minder,,dan berputus asa atau pun mengklaim bahwa Allah tidak adil. Selain itu, kelebihan yang kita miliki jangan pula membuat kita menjadi sombong, angkuh atau merendahkan orang lain yang kita anggap tidak ada apa-apanya dibandingkan diri kita. Manfaatkanlah kelebihan dan kekurangan yang kita miliki untuk hal-hal yang baik dan benar, sehingga berarti untuk diri sendiri ataupun orang lain.
Selain itu, dengan perbedaan yang ada pada diri setiap manusia itu, jangan kita suka membanding-bandingkan orang lain di depannya. Aku tadi membandingkan antara si sopir pertama, kedua dan ketiga..gimana sih nech??? Iya,,iiya ku membandingkan mereka..tapi kan gak langsung di depan mereka. Karena setiap orang tidak suka dibanding-bandingkan. Kalau membandingkan mereka untuk kita ambil hikmah, tidak masalah..cukup kita yang tahu,,maksud aku jangan membandingkan orang lain langsung di depan matanya sendiri,. itu bisa membuat orang yang kita bandingkan menjadi merasa minder dan tidak merasa percaya diri, terus merasa sakit hati kepada kita.  Sebagai contoh  banyak kita jumpai dalam kehidupan rumah tangga, dimana ada orang tua yang suka membanding-bandingkan anak yang satu dengan anak yang lainnya. “kamu kok tidak seperti abang mu yang rajin, mudah di atur,, begini, begitu,,,,lihat abang mu tu!!!”. Waduh kok lari gini sih contohnya??? Contoh ini kan lebih cocok berbicara masalah keluarga, orang tua, dan yang berhubungan dengan itu…he,he,,gak apa-apa lah,,ku lagi bingung cari contoh, semoga bisa dimengerti maksud ku…he.

peduli terhadap lingkungan

Sungai merupakan salah satu sumber terbentuknya peradaban. Di mana ada sungai, pasti di sana ada peradaban. Seperti sungai Nil, sungai Missisippi, sungai ciliwung, sungai musi, sungai siak dan sebagainya. Sekarang, kalau kita bandingkan sungai-sungai yang ada di Indonesia dengan sungai-sungai di Negara lain (luar Indonesia), terlihat perbedaan yang begitu mencolok. Sungai-sungai di Negara luar, masih terjaga kebersihannya. Sedangkan di Negara kita, Indonesia tercinta,,sudah banyak yang tercemar, tidak lagi terjaga kebersihannya. Salah satu faktor yang membuat air sungai tercemar adalah membuang sampah ke dalam sungai. Tentu saja hal ini dilakukan oleh manusia-manusia yang tak bertanggung jawab, toh tak kan mungkin hewan, tumbuhan yang melakukannya ataupun sampahnya berjalan sendiri…hehe, ada-ada saja. Membuang sampah ke dalam sungai dapat mengakibatkan tersumbatnya aliran air sungai, semakin banyak sampah yang tersumbat, semakin sulit air sungai untuk mengalir menuju arah yang semestinya, sehingga ketika hujan, air sungai meluap dan akhirnya terjadilah banjir. Selain dapat menyebabkan banjir, membuang sampah ke sungai dapat mencemari air sungai, baik warna, bau dan rasanya. Akhirnya bisa mendatangkan penyakit bagi orang yang memanfaatkan air sungai tersebut. Bagaimana tidak, bagi masyarakat yang bermukim di sekitar sungai, akan memanfaatkan sungai sebagai tempat untuk mencuci, mandi, bahkan membuang tinja alias kotoran, barangkali ada juga yang menggunakannya untuk air minum…ada ya? Semoga aja tidak..jorok sih..hehe. Ketika air sungai sudah tercemar oleh sampah, sementara masyarakat masih menggunakan air sungai untuk aktivitas tersebut, akan menimbulkan berbagai penyakit. Ini karena sampah yang dibuang ke sungai berasal dari berbagai sampah, dari sampah rumah tangga, pabrik dan sebagainya yang tentunya mengandung berbagai zat yang berbahaya.
Salah satu contoh sungai yang tercemar, yang sering kebanjiran setiap saat tanpa mengenal musim adalah sungai Ciliwung, yang ada di Jakarta. Masih banyak sungai-sungai lainnya sih di Indonesia ini yang tercemar, tapi yang sering dibicarakan di media elektronik, yah itu tadi sungai Ciliwung. Berbicara sungai Ciliwung, kita harus kembali ke belakang lagi, kembali ke zaman dahulu kala, tepatnya zaman penjajahan Belanda atau VOC. Pada saat pemerintahan VOC dulu kebersihan sungai sangat diperhatikan, sehingga sungai banyak digunakan oleh masyarakat untuk melakukan aktivitas seperti mencuci, mandi dan pemerintahan di kala itu juga menggunakan sungai sebagai pusat industri. Masyarakat ketika itu tidak berani membuang sampah ke sungai, mungkin takut kali dengan penjajah,,tapi kenapa sekarang ini masyarakat tidak takut dengan pemerintah???? (patut dipertanyakan nih).  Meskipun sekarang ini, dengan kondisi sungai yang telah tercemar, masyarakat disekitar sungai masih mau memanfaatkan air sungai sebagai mandi atau mencuci, seperti halnya waktu zaman penjajahan dahulu, itu mungkin dikarenakan kurangnya kesadaran mereka akan kesehatan atau barangkali tidak ada lagi sumber air yang bisa dimanfaatkan (walaupun ada, tempatnya jauh,dll), sehingga terpaksalah memanfaatkan apa yang ada dan seperti apapun kondisinya.
Kalau kita pikirkan apa sih yang bisa menyadarkan masyarakat akan hal-hal di atas, untuk peduli lagi terhadap lingkungan, seperti sungai ataupun yang lainnya?? Mungkinkah munculnya mitos-mitos seperti adanya hutan larangan ataupun sejenisnya itu merupakan salah satu upaya untuk membuat manusia takut? Yah..takut jika dilanggar seperti jika melakukan perusakan terhadap hutan itu akan mendatangkan suatu akibat yang berbau mistik ataukah yang lainnya? Kalau seperti itu kenyataannya, patut juga dibuat untuk yang lainnya. Memang anehlah cara berpikir masyarakat Indonesia ini, masih banyak yang percaya dengan mitos-mitos yang berhubungan mistik yang tidak masuk akal.
Kembali lagi kita ke masalah sungai. Jika tadi sungai Ciliwung yang ada di Jakarta kita ulas, tidak masalah kalau kita kembali melihat sungai-sungai yang ada di kota kita, sungai Siak misalnya. Berbicara tentang sungai Siak, saya teringat ketika saya dengan teman-teman Kimia bidang Kimia Fisika FMIPA UR diajak oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Riau melakukan observasi mengelilingi sungai Siak yang ada di Pekanbaru. Sebelum berangkat, ada yang bilang kalau kita berlayar sepanjang sungai Siak, bisa melintasi bengkalis, selat panjang, dll…dan ketika itu kami membayangkan betapa serunya perjalanan yang akan kami tempuh. Dengan penuh semangat, kami pun berangkat. Oh ternyata kenyataannya tidak seperti yang dibayangkan, petugas dari dinas kelautan dan perikanan tersebut mengatakan kita akan berlayar selama 1 jam untuk mengamati keadaan sungai. Yah..gak jadi deh melakukan perjalanan yang lama…ehm..setelah mengamati setiap sisi sungai, kami menjumpai pemandangan yang menurut saya secara umum sama dengan sungai-sungai lainnya,,warna sungai kuning, terkadang juga terlihat sampah,dll..ada satu pertanyaan? Kenapa ya, setiap rumah-rumah di sekitar sungai, selalu bagian belakang rumah menghadap sungai? Kita semua tahu, bahagian belakang rumah, seperti dapur ataupun toilet..semua itu adalah kotoran atau sampah yang harus dibuang. Yah kalau letakknya menghadap sungai, kemungkinan besar akan dibuang ke sungai juga akhirnya. Selama ini, saya belum pernah menemukan pemukiman penduduk di sekitar sungai yang bagian depan rumah yang menghadap sungai, mungkin ada sebagian kecil..tapi kebanyakan dan secara umum seperti yang kita lihat atau temui selama ini. Seandainya saja keadaan atau kebiasaan ini dapat diubah?? Entahlah.

Dan tak kalah pentingnya membuang sampah ke sungai dapat merusak keindahan. Kalau merusak keindahan, bukan membuang sampah ke sungai saja, membuang sampah sembarangan tempat juga bisa membuat suasana menjadi tidak indah untuk dipandang. Jadi dari sekarang mari kita peduli lagi terhadap kebersihan dimana pun kita berada. Bukankah “kebersihan itu sebagian dari iman?”, jika memang begitu,,,ayo menuju hidup bersih. Membiasakan diri membuang sampah pada tempatnya. Sekecil apapun sampah, seperti bungkus permen harus kita buang pada tempat sampah. Jika kita belum menemukan tempat sampah dimana ketika itu kita berada, tidak ada salahnya kan kalau kita simpan dulu dikantong kita, ketika kita sudah menemukan tempat sampah, baru dibuang deh. Mudah kan??? Ya mudahlah, kayak gitu aja repot..hehe. repot sih bagi yang belum terbiasa atau yang belum sadar atau yang tidak peduli dengan itu semua. Jangan berpikir karena ukurannya kecil, malah sepele dengan hal yang kecil. Hal yang kecil bisa berakibat yang besar,,, J J J

TEMAN, SAHABATKU



Kesal dan sakit hati yang ku rasakan ketika bercerita sekaligus mengadukan nasib yang sedang aku alami kepada seorang teman. Dia merupakan salah seorang teman terdekat yang aku rasakan selain teman-teman dekatku yang lain. Bagaimana tidak aku sakit hati, karena setelah menceritakan jalan cerita ku kepada dia, tanggapan yang aku terima malah di luar perkiraanku, aku mengira dia akan membela aku atau menasehati aku. Akan tetapi reaksi dia malah sebaliknya, dia menyalahkanku dalam peristiwa yang sedang ku alami. Aku yang dianggap pihak yang bersalah, sehingga memang pantas aku yang harus disalahkan. Sungguh berbeda sekali dengan reaksi yang aku terima dari teman-temanku yang lain. Yah kebanyakan temanku malah memberikan pembenaran terhadap sikapku. Aku yang terkadang juga sering mengutamakan ego alias sikap tidak mau mengalah, memaparkan dan menjelaskan semua yang bisa mempertahankan pendapatku kepadanya, dan aku pikir semua yang aku katakan masih berada dalam jalur kebenaran dan bisa diterima oleh akal sehatku bahkan mungkin oleh semua orang yang jika mereka berada di posisiku ketika itu. Sehingga karena tidak puas dengan perlakuan temanku itu, aku mengambil kesimpulan kalau aku dengan dia mempunyai perbedaan prinsip, terutama dalam cara berpikir. Ya iyalah bagaimana tidak berbeda, dia belum pernah mengalami kisah seperti diriku dan dia berada di posisi ku, pikirku ketika itu. Walaupun dia pernah mengalaminya, tapi posisi dia yang berbeda. Dia berperan sebagai orang yang mengalami perselisihan denganku di saat itu. Wajar saja kalau dia menganggap aku yang salah dan membenarkan perlakuan orang itu.
Seiringnya waktu, peristiwa itu masih terngiang-ngiang di pikiranku. Apa sih yang salah dengan diriku? Setelah berpikir dengan jernih dan menganalisa jalan ceritaku sendiri. Aku sadar tidak sepenuhnya aku yang merasa benar ketika itu. Meskipun ketika itu kedua belah pihak sama-sama tidak mau mengalah atau mengutamakan ego, kenapa tidak aku yang mengawali untuk mengalah demi suatu kebaikan bersama? Ah kenapa..kenapa????? itulah akhir dari sebuah sikap ego yang tak bisa dikompromi. Semuanya berakhir dengan situasi yang tak seindah ketika pertama kali bertemu. Mengingat semua ini, membuat diriku menangis. Ya Allah, ampuni hamba…kepada orang yang aku maksud, tolong maafkan aku. Aku pun telah memaafkan dan melupakan semua yang membuat sakit hatiku, yang tersisa sekarang hanyalah sakit hatiku karena tanpa sengaja maupun disengaja aku pun telah menyakiti. Aku berharap ke depannya semoga dapat memperbaiki hubungan kita sesama muslimah lagi. Biarkanlah masa-masa yang pahit yang terjadi diantara kita terkubur dalam-dalam, sehingga tidak muncul lagi di permukaan ketika kita bersua lagi di kemudian hari. Semoga semuanya kita lupakan saja dan kita buang ke tempat sampah, karena tidak ada gunanya permusuhan atau rasa sakit hati sesama kita sebagai muslimah dibiarkan sampai terbawa ke pengadilan-Nya kelak. Sehingga ukhuwah islamiyah akan terjalin kembali. Aku karena Allah bisa memaafkan dan melupakan semuanya? Tapi bagaimana dengan engkau yang di sana??? Entahlah..ku berharap dirinya juga begitu, amin.
Terima kasih teman, engkau telah menyadarkan aku dari hal-hal salah yang tidak cepat aku sadari, walaupun aku tidak melaksanakan seperti yang engkau sarankan, yang berakhir seperti ini, tapi setidaknya kata-katamu masih membekas di ingatanku dan memaksa aku untuk terus mencari letak kesalahanku.
Ada sebuah ucapan yang dinisbahkan kepada Sayyidina Ali, salah seorang sahabat Nabi yang dikenal keluasan ilmunya dan kedalaman hikmahnya. Konon beliau mengatakan, “Sahabat terbaik bukanlah orang yang selalu membenarkanmu. Tetapi sahabat terbaik adalah yang membuat kamu benar”. Di dalam buku “kado pernikahan untuk istriku” dikatakan maksud kalimat di atas adalah bahwa sahabat terbaik adalah seseorang yang senantiasa menginginkan kebenaran selalu beserta kita sehingga tidak membiarkan kita berada dalam kesalahan. Ia mengingatkan kita ketika terjatuh dalam perilaku atau pikiran yang salah, apalagi sesat. Ia menunjukkan kepada kita dengan penuh kasih sayang letak kesalahan kita dan bila perlu memarahi kita, marah karena rasa kasih. Ia mengoreksi apa yang melenceng, membetulkan apa yang tidak tepat, meluruskan apa yang bengkok, dan apabila perlu mematahkan apa yang berlebihan dan tidak perlu.
Sahabat yang berbahaya bagi keselamatan kita di dunia dan akhirat justru yang selalu mengiyakan perkataan kita, membenarkan setiap perkataan kita meskipun nyata-nyata salah hanya agar kita menganggapnya sebagai sahabat yang setia, dan seterusnya.
Teman, meskipun engkau telah bisa dikatakan seperti perkataan tentang sahabat di atas, tetapi lebih baik kamu jangan menyalahkan aku, seharusnya kamu mengingati aku. Atau mungkin aku salah menafsirkan ini semua, kamu mungkin tidak bermaksud menyalahkanku, barangkali ketika itu emosi ku sedang sensitif. Atau mungkin aku memiliki zhan (dugaan). Dalam buku “kado pernikahan untuk istriku (Mohammad Fauzil Adhim) dijelaskan bahwa zhan atau dugaan akan membuat kita menyeleksi informasi yang kita terima sehingga sesuai dengan zhan kita. Ibaratnya, kalau memakai kacamata hijau, kertas putih pun tampak hijau, setidaknya banyak berisi bercak hijau; memakai kacamata merah semua tampak merah; dan memakai kacamata bening membuat kita melihat segala sesuatu apa adanya, merah tampak merah dan hijau tampak hijau. Selain itu karena komunikasi yang terjadi diantara kita juga kurang efektif, bahasa tidak langsung alias menggunakan message (sms), yang berakibat salah penafsiran.
Semoga kita semua bisa menjadi teman yang dijelaskan di atas tadi bagi antara yang satu dengan yang lainnya, sehingga pertemanan antara kita bisa lebih bermakna dan mengantarkan kita kepada kehidupan yang indah di dunia hingga akhirat.
Ya Allah, Alhamdulillah..puji syukur kehadirat Engkau yang masih memberikan hidayah dan melembutkan hati ini, sehingga masih bisa menerima cahaya kebenaran. Menjadikan setiap kesalahan yang ku perbuat untuk memperbaiki diri menjadi lebih baik, berhati-hati dalam hidup ini, karena hidup di dunia kita banyak (bukan sendiri saja) dan harus berinteraksi dengan orang lain. Jadi harus menjaga komunikasi yang sehat antara sesama, sehingga jangan sampai terjadi perselisihan atau kesalahpahaman. Dan tak lupa menempa diri jadi dewasa.
Kepada temanku, thank’s for you, kejarlah apa yang menjadi visi-visimu seperti keinginanmu. Semoga sesuai dengan harapan dan mimpimu. Salam hangat selalu. Aku akan terus belajar tentang kehidupan ini, selain dari memperbanyak membaca buku tentang kehidupan yang engkau sarankan, aku akan belajar dari kesalahanku sendiri, dan juga dari pengalaman orang lain, baik dari segi keberhasilan maupun dari kegagalan mereka.

SALAM TEMPEL



Tidak terasa sebentar lagi kita akan memasuki bulan Syawal. Lebih kurang sekitar dua bulan lagi. Gimana sih neh? Selama ini orang banyak mengatakan kalimat seperti ini “gak terasa ya bentar lagi kita memasuki bulan Ramadhan”, tapi ini sebaliknya langsung ke bulan Syawal..eittss,,sabar donk!!! jangan marah2 gitulah..hehe. Sebelum kita bertemu dengan bulan Syawal, kita akan menjalani puasa pada bulan Ramahdan. Kita berharap kepada Allah swt, semoga diberi kesempatan untuk bertemu dengan bulan yang penuh berkah tersebut. Amin…the next Syawal month..
Pada bulan Syawal, khususnya tanggal 1 dan 2 Syawal kita merayakan hari raya idul Fitri. Setiap orang pasti akan berbeda2 cara dalam merayakan hari raya tersebut. Dan sebagian besar orang akan merasakan kegembiraan tersendiri. Mengapa saya menulis “sebagian besar orang”? Karena kalau saya menulis “semua orang”, saya tidak bisa menjamin apa yang saya tulis benar. Saya tidak tahu, mungkin orang2 yang di luar sana, yang kita tidak ketahui keberadaannya, yang tinggal di daerah terpencil atau pedalaman atau di daerah2 yang tidak layak sebagai hunian bisa merasakan kebahagiaan yang sama dengan yang kita rasakan. Saudara2 kita yang ada di tengah2 berkecamuknya perang dan sebagainya. Kita berharap kepada Allah swt agar mereka semua diberi kebahagiaan dan perlindungan, amin.
Keceriaan yang sering terlihat pada hari raya idul fitri adalah kebanyakan pada wajah anak2. Bagaimana anak2 tidak ceria? Mereka senang banget, karena pada hari lebaran mereka akan sering bersalaman dengan orang yang mereka datangi rumahnya atau sebaliknya dari orang2 yang berkunjung ke rumah mereka. Mungkin mereka merasa kalau bersalaman pada hari raya lebih hangat dibandingkan hari2 lainnya. Dengan bersalaman mereka akan mendapatkan hasil, yang bisa mereka tabung atau mereka belanjakan sesuai dengan yang mereka inginkan. Tapi tidak selamanya juga sih mendapatkan seperti yang mereka bayangkan, jika dapat pasti mereka senang dan bersorai-sorai, sambil melompat-lompat kegirangan,, namun jika tidak dapat, mereka kecewa,,pasang wajah cemberut, bila perlu nangis,,hehe, namanya juga anak kecil. Kok bisa begitu ya? Ada apa neh? Yah gimana tidak hangat, setiap salam pasti ada yang terselip di telapak tangan mereka. Jadi ibarat pepatah “ada udang dibalik batu” donk..tapi pepatahnya kali ini berubah menjadi “ada uang di telapak tangan”..ha,ha,ha, ngaco..gak nyambung kalee!!! Kok saya bisa tahu ya? Jangan2 pengalaman neh..? yee sok tahu, gimana ya..saya juga bingung jawabnya. Saya akui dahulu ketika masih kecil saya sering dapat salam tempel, tapi tidak sampai seperti yang saya tulis di atas, sampai lompat2, atau nangis jika tidak dapat..itu mah lebay banget namanya..saya biasa2 saja, kalau senang dalam hati, sedih juga dalam hati..wkwkwwk.
Pernah suatu ketika saya tertawa melihat tingkah anak2 di kompleks tempat tinggal saya. Mereka rame2 datang ke rumah saya, Alhamdulillah abang saya sudah bekerja saat itu. Usia mereka palingan di bawah 4 tahun. Yang menjadi target mereka dapat salam tempel tentu saja abang saya, oleh abang saya dikasihlah masing2 anak 2 ribu seorang (pelit neh abang,,hehe). Tapi walaupun 2 ribu, mereka senang banget, abisnya uang 2 ribu ketika itu baru keluar dan kertasnya juga baru2. Akhirnya mereka pulang, tapi tidak berapa lama, mereka datang lagi. Abang saya hanya bisa berkata “ tadikan sudah datang”…mau lagi tuh bang salam tempelnya..ha.ha.ha
Senang sih pada masa kanak2 mendapatkan salam tempel, tetapi setelah beranjak dewasa, rasa senang itu sedikit berubah menjadi rasa malu. Apalagi setelah mengetahui bahwa tangan di atas itu lebih baik daripada tangan yang di bawah. Masak sih dari tahun ke tahun hanya menerima saja? Kapan waktunya memberi?
Saya pergi silaturrahmi ke rumah saudara atau tetangga dengan ibu, kalau tidak dengan ibu, dengan siapa lagi coba saya pergi? Saya ngikut2 ibu kemana pergi. Kalau tidak dengan ibu, saya paling di rumah saja, sekali-kali dengan saudara, itupun juga ke rumah saudara yang lain. Teman? di manakah teman2 saya ketika lebaran????
Ketika ibu saya dengan tetangga lainnya pergi ke tetangga yang kedudukannya di instansi tempat ayah saya bekerja tinggi, saya ngikutlah, tetangga saya yang pergi itu juga masing2 membawa anak2 mereka. Tapi diantara anak2 itu, sayalah yang paling besar usianya, anak kuliahan mah. Yang lain masih kecil2. Ah ternyata kami dapat salam tempel, masing2 dikasih 10 ribu, termasuk saya. Betapa malunya saya menerimanya, mau menolak gimana? Pura2 nolak, dalam hati tetap mau tuh..hehe. untung saja yang ngasih tidak tahu kalau saya anak kuliahan (penampilan masih kayak anak SMA kali), sehingga tidak terlalu malu,,tapi tetap malu..malu.
Itulah salah satu kebiasaan pada hari raya idul fitri, ada yang namanya salam tempel. Khususnya buat anak2, mungkin tujuannya saling berbagi rejeki, atau menambah keceriaan anak2 di saat itu. Bagus juga sih saling memberi itu, tapi jangan hanya pada hari2 tertentu saja, melainkan setiap saat, ketika kita mempunyai kelebihan materi, kita sedekahkan kepada yang lain, terutama yang membutuhkan. Insya Allah hal itu akan menambah keberkahan harta kita.
Oya, bagi yang masih mendapatkan salam tempel pada waktu hari raya, harus lihat kiri kanan dulu, manatahu nanti ada anggota KPK yang mengintai, dikiranya mendapatkan suap.,hehe. Juga harus hati2 terhadap yang memberi, jangan sampai asal terima saja, tahu2nya sudah dituduh terlibat dalam korupsi.. so, mari kita niatkan dapat menjadi orang yang bisa memberi kepada orang lain yang membutuhkan, dengan hasil kerja keras kita sendiri yang kita dapat dari usaha yang halal. Mari bekerja, agar dapat membantu sesama.


RUNNING IS MY HOBBY



Banyak orang yang tidak percaya kalau aku mempunyai kemampuan dalam berlari. Lari aku yang cepat, secepat kilat (gak segitunya kaleee…just kidding..hehe), setidaknya sih lebih cepat dibandingkan teman-teman aku yang sejenis ..sama-sama female. Kenapa orang2 gak percaya? Maybe, mereka melihat my body is small. Kalau dipikir2, postur badan yang kecil itu sangat mendukung untuk berlari dengan cepat dibandingkan orang yang berpostur besar alias gemuk. Gimana sih orang2 neh? Atau karena my face yang imut dan kalem, sehingga mustahil aku memiliki kemampuan berlari. Tidak selamanya penampilan menjadi tolak ukur kita paham betul tentang seseorang, baik kemampuannya atau kepribadiannya. Jadi harus hati-hati dalam menilai seseorang. Terkadang penampilan bisa menipu.
Lho kok bisa aku mengatakan lariku cepat? Ini terbukti ketika ada olahraga lari di sekolah, dari Sd hingga SMA aku sering berada di garis terdepan, kecuali kalau digabung dengan anak cowok, posisiku selalu di belakang mereka. Cowok dengan cewek itu memiliki perbedaan langkah. Langkah cowok lebih lebar atau panjang dibandingkan cewek, jadi wajarlah mereka menang. Jangankan lari, dalam berjalan saja mereka lebih cepat dibandingkan cewek. Ingatku ketika aku pernah berjalan di belakang seorang cowok. Terpikir olehku ingin mendahuluinya. Aku melihat dia berjalan dengan santai, jadi aku percepat langkahku agar berada di depannya, tapi setelah ku percepat langkah, aku tetap tidak bisa mendahuluinya. Sehingga ku bertanya kepada diri sendiri, kenapa gak bisa didahului?? Ketika itu aku belum tahu kalau langkah cowok lebih panjang dari cewek. Ku hanya tersenyum sendiri. Tapi tidak semua cowok sih yang bisa mengalahkan lariku..hehe. Contohnya nanti saja dibahas..he..he.
Memutar memori lagi ke masa-masa SMA dulu, ketika jam olahraga berbunyi, semuanya berkumpul di lapangan, kebetulan saat itu pengambilan nilai olahraga untuk nilai ujian. Alhamdulillah, olahraganya lari, sehingga aku santai-santai saja. Karena aku yakin nilaiku bagus kalau olahraga yang bisa aku lakukan. Lari menggunakan kaki, kalau olahraga berhubungan dengan tangan, aku lemah pasca tragedi pernah tertembaknya tangan kananku dulu..sehingga kalau ada penilaian olahraga menggunakan tangan, aku gak semangat,,tapi walaupun lemah, aku tetap berusaha melakukannya dengan sebaik-baiknya, demi hasil yang baik. Meskipun harus menahan sakit. Sakit sedikit gak apa2 pikirku, asal nilaiku tetap bagus. Namun jika sudah diusahakan, tapi tidak sesuai harapan, aku pasrah. Toh..masih banyak mata pelajaran lainnya yang bisa mempertahankan prestasi akademikku (maklum, aku memiliki jiwa pesaing, sehingga gak mau dikalahkan dengan yang lain).
Sistem pengambilan nilai lari tersebut, kami disuruh lari mengelilingi lapangan depan sekolah sebanyak 3 kali putaran, aku gak tahu berapa panjang lapangannya. Teman-teman ku yang lainnya memakan waktu di atas 2 menit, sedangkan diriku hanya 1 menit lebih..termasuk yang cowoknya, mereka semua di atas 2 menit. Lho kok bisa? What happen? Eitttttts tunggu dulu, jangan keburu memberi cap jempol kepadaku..kenapa yang cowok bisa menghabiskan waktu di atas 2 menit?  ya pastilah,,mereka melakukan lari sebanyak 5 kali putaran, sedangkan cewek hanya 3 kali putaran..ha,ha,ha,
Mungkinkah aku sering berlari, sehingga aku bisa berlari dengan cepat? Atau semangat bersaing dalam diriku yang membuat aku berkemampuan untuk berlari dengan cepat? Pertanyaan kedua ini, banyak atau sedikitnya bisa juga dijadikan penyebabnya. Why not? Ketika kita memiliki jiwa pesaing, selalu ingin menjadi pemenang dalam setiap perlombaan yang kita ikuti atau menjadi terdepan dalam banyak hal, atau sampai ke puncak ambisi yang menggebu-gebu. Untuk mewujudkan itu semua, pasti kita akan mengerahkan semua kemampuan yang kita miliki, tidak setengah2. Dan insya Allah, apa yang kita inginkan akan tercapai. Selain itu kemampuan juga sangat menentukan, jika hanya memiliki keinginan, namun kemampuan tidak ada, pasti hasilnya juga tidak memuaskan. Contohnya, aku lemah dalam olahraga menggunakan tangan, jadi walaupun keinginanku selalu besar untuk bisa memenangkan segala hal, karena sesuatu hal, aku tidak mampu melakukannya, akhirnya tidak bisa juga. Jadi antara keinginan dengan kemampuan harus berbarengan. Namun, tidak selamanya juga 2 hal tersebut (keinginan dan kemampuan) harus kita miliki, sehingga apa yang kita impikan dapat menjadi kenyataan. Yang paling menentukan dari 2 hal itu adalah keinginan. Jika kita memiliki keinginan, namun kita merasa tidak memiliki kemampuan, apa yang kita impikan, masih tetap akan bisa kita gapai, jika kita mau berusaha untuk belajar, sehingga awalnya tadi kita tidak mampu melakukannya, karena ada usaha untuk belajar,,akhirnya kita akan bisa. Kecuali seperti kondisi tanganku tadi, memang tidak bisa lagi untuk dikompromi, ntar patah tanganku kalau dipaksa,,hehe. Kita bisa mengambil contoh, seseorang yang memiliki keinginan yang kuat untuk membuka usaha makanan misalnya, tapi tidak punya ilmu sedikitpun tentang makanan dari A sampai Z..namun karena keinginan yang kuat tersebut, akhirnya dia tetap maju tanpa mundur sebelum mencobanya. Mencoba untuk mempelajari yang berhubungan dengan makanan, yang penting selalu mencoba. Percayalah kalau ada keinginan pasti ada jalan. Beda dengan orang yang hanya memiliki kemampuan, tapi tidak memiliki keinginan. Misalnya, orang yang mempunyai suara yang merdu, tetapi dia tidak ada keinginan untuk menjadi penyanyi..akhirnya tidak jadi penyanyi..dan masih banyak contoh lainnya.
Kembali ke pertanyaan pertamaku tadi, mungkinkah karena ku sering berlari, sehingga melatih kecepatan lariku? Bisa juga iya. Ada beberapa hal yang sering membuat aku berlari, yaitu:
Pertama: semasa Sd aku sering lari malam hari, kejadian pertama: aku pergi mengaji di sebuah surau seorang diri, karena my old n young brother tak pergi ketika itu, ntah kenapa? Aku gak ingat. Malas mungkin,  aku tetap rajin,,hehe, mengajinya siap magrib. Sesampainya di surau, aku mendapati keadaan surau yang sepi, gak ada tanda anak2 mau ngaji, aku tanyalah kepada seorang bapak yang ada di dalam surau kenapa gak ngaji malam ini? Kata bapak itu ada masyarakat yang meninggal, makanya tidak mengaji,,lho apa hubungannya? Mungkin mau pergi takziah.. hehe. Setelah itu aku langsung pulang, jarak antara surau dengan rumahku sekitar 1,5 atau 2 km lah,,aku dapati rumah2 yang ku lalui dalam perjalanan sepi banget, gak ada orang di jalan yang ku tempuh, maklum tinggal di kampung waktu itu. Lalu terpikirlah olehku tadi ada orang yang meninggal, langsung ketakutan menghinggapi diriku. Tanpa banyak pikir lagi, ku siapkan diri untuk berlari menuju rumah..kalau dipikir2 belum malam kalilah, palingan sekitar jam 19.00 atau 19.30 wib.. yah..maklum masih kecil, jadi belum jernih berpikir,,apalagi tentang hantu2.. kejadian kedua: aku disuruh tinggal sendiri di rumah, orangtua ku pergi ke pasar, ada layar tancap, sedangkan adik n abangku aku gak tahu mereka kemana, ceritanya juga aku kurang ingat, mungkin ketika itu adik n abangku pergi nonton layar tancap, lalu karena mereka belum pulang, ortu ku nyari mereka, adalah sekitar jam 9 malam ketika itu, aku disuruh tetap di rumah, tapi aku nunggunya di luar rumah, di depannya, berarti ceritanya seperti ini mungkin..mungkin kunci rumah ada dengan anggota keluarga yang lain, jadi ortu kesana mau ngambil kuncinya..jadi ku disuruh tetap nunggu di depan rumah,,,ingatanku kurang untuk mengingatnya,,yang pasti masih seputar itulah..gak tahuku lagi mana cerita yang benar, ku gak mau berbohong. Yang pasti aku sendiri ketika itu. Dalam kesendirian, tiba2 listrik mati.. ortuku juga belum datang, langsung saja aku susul mereka, jarak rumah dengan pasar lebih kurang 1,5 km lah..aku nyusulnya dengan berlari, abis sepi banget, rumah penduduk juga dikit.. L
Kedua: masih semasa Sd, aku sering diganggu anak2 cowok teman sekolahku, maklum..aku kan manis,,hehe, benci kalilah aku, pulang sekolah aku selalu dikejar oleh mereka lebih dari 5 orang.. kalau dikejar, larilah aku..untung aja lari ku lebih kencang dari mereka, sehingga aku gak terkejar. Kalau ingat itu, sekarang mau aku tinju tuh mereka.. disambung lagi waktu SMP, aku diganggu seorang anak cowok waktu sedang shalat magrib di mesjid, aku gak ada punya masalah dengan dia, karena aku baru pindah ke kota itu..jadi aku gak kenal. Dia temannya temanku, tapi kenapa aku yang diganggu?? Suka mungkin sama aku tuh anak..dasar. orang sedang shalat diganggu, jadi dia ke mesjid, bukan untuk shalat, tapi untuk mengganggu orang lain. Selesai shalat, emosiku naik (aneh,,seharusnya selesai shalat pikiran jd tenang, gimana mau tenang coba,,shalatnya diganggu oleh syetan berwujud manusia..ha ha..sorry friend,,) ku cari dia, rupanya dia ada di depan mesjid,,langsung ku tendang kakinya, kayaknya dia mau balas, langsung aku lari,,dikejarnya aku sampai ke rumah, tapi aku gak lari ke rumahku, ku lari ke rumah tetanggaku, sekitar 7 rumah dari rumahku, abisnya kalau lari ke rumah, aku ntar yang kena marah sama bapakku, “palingan ku dibilang gini jangan dekat2 dengan mereka, biar gak diganggu” pikirku ketika itu. Siapa juga dekat dengan mereka,,mereka aja yang cari masalah duluan. Makanya ku lari rumah tetangga..
Ketiga: dahulu, aku lari ketika ada orang gila yang berlari ke arahku, bingung aku lihatnya, kadang gila kadang tidak. Gilanya kambuh gitu. Jadi aku sangka dia mau ngejar aku, sehingga membuat aku lari sambil teriak manggil ibu. Tapi, setelah ku sampai di rumah, orang itu masih tetap lari, eh ternyata..ada tetangga aku yang manggil dia..ha,ha,aha kami pun tertawa.
Keempat: aku dulu sering bermain dengan anjingku,,eh bukan anjingku deng..anjing yang dipelihara oleh my father,,karena aku gak mau mengklaim anjing itu anjingku, gak suka aku do,,kalau kucing iyalah..hehe. seekor anjing yang pintar..walaupun aku gak suka ia, ia tetap mau main dengan ku..aku ajaklah anjing neh lomba lari..mengitari halaman rumah, mau ia,,aku lari duluan, ia mengikutiku di belakang,,sambil melompati pagar,,asyiklah kami berlari sampai kelelahan..yang lucunya, aku berhenti duluan, ia masih lari..haha..akhirnya ia pun berhenti karena capek…
Masih banyak kejadian lainnya, yang tak mungkin dipaparkan semuanya.
Karena aku sering berlari, sehingga cara berjalan aku juga cepat,, dalam keadaan terburu maupun tidak. Pernah ketika, pulang dari pasar, aku dan ibu mau pulang ke kos aku, maklum posisi lagi di pekanbaru, masih ada perjalanan sekitar 1 km lebih lah dari simpang menuju kos aku, ibu ku kecapean, jadi beliau mau naik ojek saja, yah aku persilakan beliau naik ojek, sedangkan diriku tetap berjalan kaki. Aku berjalan tetap dengan gaya jalanku, sampai di kos, langsung ibuku bilang, cepat kali sampainya, “mamak aja baru saja nyampe..” aku yang jadi heran, “yah gak tahu lah,,yang jelas iee (panggilanku khusus kepada my family) dah sampai,”,hehe.
Karena sudah biasa berjalan dengan cepat, aku sering kesal juga kalau berjalan dengan orang yang jalannya santai ibarat pengantin jalan.
Kemampuan berlariku dan aku sering berlari, membuat lari salah satu hoby aku. Sehingga kalau aku terjatuh, selalu dikait2kan dengan aku yang suka lari, sehingga jatuh ahkirnya,,”makanya jalannya pelan2, jangan lari2” begitulah pesan dari ortuku di waktu ku terjatuh.
Pernah suatu ketika  perkenalan dalam kelompok pengajian yang baru, ketika ditanya apa hobyku, ku jawab lari..teman2ku heran dan bertanya2 kenapa hobyku bisa lari. Aku hanya tersenyum. Dan ditambah lagi sebagai gurauan mereka kepada diriku, waktu menetapkan iqob yang tepat untuk setiap rencana yang telah disepakati adalah lari keliling lapangan, karena aku suka lari..dalam hati aku hanya bisa berkata “emangnya yang telat diriku? Gak lah ya,,jadi percuma juga lari iqobnya, toh gak tersalur juga hobyku karena itu,,nanti kalian sendiri yang melakukannya…”hehe). Dengan sedikit ketawa, aku bilang,,”emang kakak yang suka telat??” Yang lain tertawa akhirnya.
Sempat juga dahulu terpikir olehku, aku akan mencari calon pendamping hidup, orang yang bisa lomba lari denganku, dan jika aku yang kalah, akan aku terima…jadi sebagai salah satu syarat dariku..ha,ha,ha ada-ada saja.
Apakah sekarang aku masih bisa berlari dengan cepat? Entahlah…..