Selasa, 31 Desember 2013

RUMAH KOS PERTAMA




Saat tahun pertama kuliah di kota lain yang jauh dari kampung halaman merupakan hal yang sangat menyedihkan. Berpisah dengan ayah, ibu, saudara, teman, tetangga, orang kampung, dan tak kalah ketinggalan binatang kesayangan, kucingku. Pertama tiba di kota Pekanbaru, aku tinggal di rumah sanak saudara yang tidak jauh dari kampus tempat aku melanjutkan pendidikan. Seiring berjalannya waktu, aku memutuskan untuk ngekos bergabung dengan teman-temanku. Aku bersama seorang teman yang juga berasal dari SMA yang sama denganku ngekos di kosnya kakak senior. Kakak senior di sana ada juga sebagian yang berasal dari SMA kami. Sehingga kami tidak terlalu kaku lagi untuk tinggal di sana.
Rumah kos tersebut tidak jauh dari fakultas yang aku ambil. Tepatnya kos itu terletak di belakang fakultas Ekonomi. Dan hanya membutuhkan beberapa menit saja dengan berjalan kaki menempuh perjalanan ke fakultasku yang berdampingan dengan fakultas Ekonomi tersebut.
Nama kos yang kami tempati adalah  kos 51 AY, bagaimana sejarah pemberian nama tersebut? Aku tidak mengetahuinya. Tidak seperti kos-kosan pada umumnya, kos kami tampak seperti rumah mewah. Yang dahulunya merupakan rumah pribadi, namun sekarang rumah itu sudah mengalami pengalihan fungsi menjadi kos-kosan.
Beberapa bulan aku berpisah dengan orang tua dan saudara-saudara di kampung membuat aku menyimpan sebuah perasaan. Yah, aku merindukan mereka. Sehingga ingin aku cepat-cepat pulang menemui mereka. Tibalah waktu yang dinantikan, aku pun pulang ke kampung halamanku. Aku pulang bukan karena tidak ada alasan kuat yang mengharuskan atau meliburkan aku akan kuliah. Ketika itu adalah liburan hari raya idul fitri, yah pastilah aku akan pulang. Bukan saja aku, semua teman di kos juga pulang tanpa ada yang setia untuk menjadi penunggu kos dengan tetap bertahan di sana.
Setelah beberapa minggu menghabiskan waktu di kampung, akhirnya aku berencana untuk kembali lagi ke Pekanbaru, ke kos ku. Aku berangkat ke sana pada hari minggu siang, karena sesuai dengan kalender perkuliahan, hari senin kuliah akan aktif kembali. Aku bukanlah tipe orang yang mau menambah-nambah libur, sehingga harus memboloskan kuliah. Aku selalu menta’ati peraturan yang telah ditetapkan. Meskipun, banyak ku dengar kabar yang mengatakan biasanya kalau hari pertama masuk kuliah setelah libur, tidak akan langsung kuliah atau proses belajar mengajar belum akan berlangsung, sehingga membuat sebagian orang akan menambah waktu libur mereka. Akan tetapi aku tidak begitu, aku akan tetap ke kampus, karena itu selalu yang ku terapkan dalam diri, mengikuti setiap peraturan dan menjalankannya dengan kedisiplinan. Dan aku pun mendapat kabar kalau teman-teman kos ku belum ke Pekanbaru. Dengan tetap berpegang pada prinsip, aku sudah bertekad bulat kembali ke kos.
Perjalanan menuju ke kota Bertuah memakan waktu lebih kurang sekitar 4 jam, hingga aku tiba di kos sekitar pukul 17.00 wib. Hujan ikut mengantarkan ku hingga ke kos. Setelah mobil yang ku tumpangi meninggalkanku seorang diri di tempat tujuanku, ku pandangi sekitar rumah, tampak begitu sepi dan sunyi. Deretan rumah yang terdiri dari kedai kecil yang jaraknya beberapa meter dari rumah kos juga tiada penghuni. Semuanya tidak tampak entah kemana. Sebagai manusia normal, ketakutan sedikit mulai menghampiriku. Namun akhirnya rasa itu dapat ku tepiskan, ku pun melangkahkan kaki sambil menjinjing barang bawaan masuk ke kos.
Setelah tiba di dalam rumah, ku pandangi rumah yang begitu besar dalam keadaan sunyi dan sedikit agak berdebu karena sudah beberapa minggu ditinggalkan. “Aku ingin melakukan sesuatu, aku ingin membuat semuanya beres”, bisikku saat itu. Membersihkan rumah? Oh no, bukan itu yang ingin aku lakukan, hal tersebut bisa dilakukan pada keesokan harinya. Tidak akan mungkin aku membersihkan rumah yang besar tersebut pada saat itu, karena sebentar lagi magrib dan malam akan menjelang. Setelah menghidupkan semua listrik yang ada di rumah kos, merapikan barang bawaanku, memanaskan gulai yang ku bawa dari kampung dan membawanya ke kamar. Pokoknya segala perlengkapan makan telah ku bawa ke kamar semua. Pintu rumah sudah dikunci semua. Aku pun ke kamar. Alhamdulillah kamar mandi ada di dalam kamar. Setelah membersihkan diri, aku pun sembari menunggu shalat magrib, usai shalat magrib, aku makan malam. Waktu terus berputar hingga azan isya berkumandang. Setelah shalat isya, dilanjutkan tilawah dan al-matsurat, aku pun memejamkan mata untuk bertemu dengan dunia mimpi alias tidur. Oh ya, ada yang ketinggalan, pada saat itu suasana hujan masih setia menemaniku, ditambah lagi tiba-tiba listrik mati pada saat itu. Membuat penderitaan dalam kesendirianku menjadi sempurna. Meskipun seperti itu, aku selalu yakin dan memohon kepada Allah agar aku dilindungi dari berbagai kejahatan. Setelah berdo’a, aku pun tidur malam, dan berharap esok aku tidak lagi sendiri di kos. Allah begitu melindungi diriku, dalam kesendirian di rumah yang begitu besar aku tidak mengalami kejadian apapun. Dari aku terlelap tidur hingga ku dibangunkan oleh azan subuh, aku tidak mengalami apapun. Aku tidak bermimpi, aku tidak terjaga tengah malam atau di waktu tertentu yang sering ku alami biasanya, seperti ingin ke kamar mandi atau sebagainya. Dan aku pun tidak mendengar suara apapun, suara binatang atau suara yang aneh-aneh. Ya pastilah, aku begitu lelap dalam tidur hingga azan subuh berkumandang yang membangunkanku di kala itu.
Keesokan harinya teman-temanku sudah kembali ke kos lagi.
Berjalannya waktu, desas desus perihal keadaan tentang kos kami pun mulai terdengar. Dari orang-orang yang tinggal lama di sana, maksudnya penghuni deretan rumah disertai kedai kecil yang jaraknya beberapa meter dari rumah kos kami. Mereka pun akhirnya menceritakan tentang kejadian yang pernah tampak di kos kami.
Menurut mereka rumah yang kami tempati sebagai kos itu sudah hampir lima tahun tidak dihuni. Kata mereka lagi, mereka pernah melihat ada seorang gadis mengenakan baju putih dan berambut panjang di rumah itu. Yah, kalau di film horror, seperti kuntilanak gitulah. Dan setiap malam tiba, orang yang melewati jalan yang tidak jauh dari kos kami, mereka melihat kos kami listriknya selalu dalam keadaan redup. Begitulah kabar yang kami dengar tentang kos kami. Dan Alhamdulillah kabar tersebut aku dengar ketika akhir-akhir aku mau pindah ke kos lain karena alasan tertentu.
Mendengar itu semua aku hanya senyum saja sembari mengingat dahulu aku pernah sendiri di rumah itu. sungguh tidak di duga, cerita tentang kos seperti itu, dan aku bersyukur sekali Allah menjagaku saat itu. Dan aku bersyukur juga cerita tentang kos baru ku dengar, setelah aku pernah sendiri di kos. Karena menurut analisisku, rasa ketakutan itu akan muncul saat kita mendengar cerita-cerita yang menakutkan. Misalnya, setelah kita mendengar cerita tentang angkernya sebuah rumah, pasti cerita tersebut akan melahirkan sebuah ilusi dalam pikiran kita, ilusi bahwa apa yang kita dengar tentang makhluk halus yang diceritakan itu seolah-olah memang ada di rumah itu. Dan ilusi itu yang selalu menghantui diri kita, dan membuat kita merasakan ketakutan. Coba saja cerita itu belum pernah kita dengar, pasti kita tidak akan takut. Seperti yang aku rasakan saat aku sendiri di kala itu, karena aku tidak pernah mendengar cerita itu sebelumnya, maka dalam pikiran tidak ada semacam ilusi atau imajinasi yang mengarahkan ke sana.
Dan saat cerita tentang rumah itu juga belum ku dengar, aku begitu beraninya seorang diri mencuci piring  pada malam hari sekitar jam 11 ke atas.
Sekarang aku lukiskan tentang rumah itu. Rumah yang menjadi tempat kos kami begitu besar, seperti yang telah aku jelaskan di atas. Sebelum kita menginjakkan kaki untuk masuk ke dalam rumah, kita akan temui teras rumah yang lumayan untuk duduk bersantai, ada ruang tamunya,,dan masuk lagi ke dalam lantai bawah kita temui ada lima kamar. Kamar pertama yang dekat dengan ruang tamu adalah kamarku. Diikuti dua kamar lagi yang sejajar posisinya dengan kamarku. Ketiga kamar tersebut mempunyai kamar mandi masing2 di dalam, kamar mandi seperti pada umumnya. Sedikit kita agak membelok dari kamar ketiga, kita dapati sebuah pintu untuk menuju keluar rumah. Sejajar denagn pintu itu, ada sebuah kamar (kamar keempat) yang tidak pernah dibuka pintunya, dan kami yakini itu adalah gudang. Di samping gudang ada kamar ke lima, kamar mandinya juga di dalam kamar, tapi kamar mandinya berbeda dengan kamar yang lainnya, kamar mandinya lebih mewah, ada bak besar di sana, seperti bak mandi yang bisa sambil tiduran, yah seperti itulah. Berbelok lagi akan kita temui tangga menuju atas, yah di atas ada sebuah kamar lagi. Karena di atas hanya ada satu kamar, kita kembali ke bawah lagi. Terus kita ke belakang akan kita dapati sebuah dapur, dapur ini kami gunakan untuk meletakkan semua peralatan masak memasak, setelah dapur terus ke belakang didapati sebuah ruangan yang cukup besar, sepertinya dahulu digunakan untuk garasi mobil. Di ruangan itu ada meja panjang, di sana kami meletakkan kompor untuk memasak. Depan garasi tentunya ada pintu untuk menuju ke luar rumah juga. Kembali kita ke garasi yang kami gunakan untuk memasak itu, terus ke belakang ada sebuah ruangan yang ada keran airnya, di sanalah kami mencuci piring, dan setelah itu tidak ada ruangan lagi. Akan tetapi, pernah suatu ketika aku dan teman2 penasaran di sebelah tempat cuci piring itu ada sebuah pintu, kami awalnya tidak mengetahui itu semua. Lalu kami pun memeriksa apakah ada kamar lagi di sana. Kami pun memeriksa hal itu dari luar sana, sekitar sana juga kami tahu ada sebuah sumur. Setelah mengintip dari luar ternyata di sana memang ada sebuah kamar. Kamarnya lebih kecil dibandingkan kamar2 lainnya, kami pun mengambil kesimpulan kalau kamar itu adalah kamar pembantu. Dahulu pemilik rumah mempunyai pembantu, jadi itu kamar pembantu rumah itu. Begitulah yang kami pikirkan.
Seperti yang telah saya tulis tadi, ketakutan akan datang jika kita telah mendengar cerita tentang hal yang membuat kita takut yang akan membuat sebuah ilusi dalam pikiran kita, setelah cerita itu kami dengar, jujur aku berkata ada sedikit rasa takut di hatiku. Makhlumlah, imanku belum seperti sahabat Rasulullah SAW, yaitu Umar bin Khattab ra. Yang mana mendengar suara sandal Umar saja, syetan sudah lari ketakutan.. dan aku tidak takut, karena selama ini aku belum pernah melihatnya langsung dengan mata kepala sendiri. Sedangkan mendengar cerita saja, terkadang juga bisa menciutkan nyali dan menghilangkan keberanian.
Dalam masalah seperti ini, aku selalu berusaha menghadapinya dengan mengambil sikap tengah-tengah. Ada dua hal yang selalu aku tanamkan, yaitu aku harus bisa berada pada pertengahan dua sikap, yaitu tidak takut dan juga tidak takabur (merasa sok berani). Jadi, sikap tengah itu membuat aku santai, meskipun dalam hati ada sedikit ketakutan yang menghinggapi. Namanya juga manusia normal. Terkadang aku juga merasa heran kepada teman-teman yang tidak mempunyai pikiran seperti diriku, belum pernah bertemu dengan makhluk yang satu itu, mereka sudah takut duluan. Gimana kalau sudah ketemu, pasti mereka pingsan,,hehe, begitulah kata salah seorang teman yang merasa takut.
Yah, semestinya yang patut kita takuti itu adalah hanya Allah SWT, takut yang seharusnya timbul itu terhadap sesuatu yang tidak dapat dibatasi kekuasaannya, dan kekuasaan  yang tidak dapat dibatasi itu adalah Allah. Takut terhadap dosa, takut melakukan kemaksiatan. Yah, seharusnya takut seperti itu yang harus kita miliki. Semoga kita bisa menumbuhkan rasa takut seperti itu, amin….

Sabtu, 10 Agustus 2013

My Pet

Hearty adalah judul sebuah film korea, SBS Production. Di dalam film itu Hearty adalah nama seekor anjing. Bagaimana alur film Hearty?? Silahkan tonton sendiri..(nggak sempat untuk diceritakan di sini, key) Film tersebut sangat mengharukan sekaligus mengingatkan ku kembali pada peristiwa silam… Perbedaannya, kalo di dalam film ini mengisahkan seekor anjing, tetapi dalam kisah ku adalah seekor kucing.
Why? The Hearty film,,mengingatkan aku pada peristiwa silam? Abis cerita nya mempunyai kesamaan walaupun yang sama itu kesedihannya..he.e.e. lanjut!!
Begini ceritanya….
Pada zaman dahulu (kayak anak SD bercerita aja nih.. J). Beberapa tahun yang lalu, ketika ku masih duduk di sekolah dasar.. my old n young brother menemukan seekor kucing jantan saat pulang dari mengaji. Kondisi kucing tersebut sangat menyedihkan, kotor dan kurus. Oleh mereka dibawalah pulang.. untung sesampai dirumah kucing tersebut diterima oleh my parent, karena memang sebelumnya tidak pernah kami memelihara kucing. Kucing tersebut dipelihara dengan sebaik-baiknya dan penuh kasih sayang,,diberi makan n juga dimandiin,,sehingga semakin hari kucingnya semakin gemuk n bersih.. Oya, karena warna kucingnya kuning,,maka kami beri nama si “kuning”,, bodo amat sih, masa namanya kuning? Ya lah daripada pusing-pusing ngasih nama..he.e.
Kami sangat menyayangi si kuning,,terlebih lagi diri ku, sehingga aku mengklaim bahwa  si kuning adalah punya ku,,(egois banget), karena memang diri ku yang kelihatan sering bersamanya,,maen bareng (maen kejar-kejaran, pernah juga maen sembunyi-sembunyian,,tentunya aku yang sembunyi, kuning yang nyari,,ketika ku tak ditemukannya,,dia langsung meong-meong), tidur bareng, setiap sore juga sering nyari belalang bareng..belalangnya ku goreng lalu ku beri sama kuning,, pokoknya si kuning tumbuh menjadi kucing yang pintar.. yang nggak enaknya setiap kali bermaen kejar-kejaran dengan si kuning, setiap kali aku tertangkap, aku langsung digigitnya, walaupun nggak sakit,,tapi kadang-kadang sakit juga..makanya jangan sampe tertangkap oleh si kuning,. Selain itu, ketika aku sedang shalat,,aku langsung dipanjatnya ,,sebelum shalat si kuning harus diamankan, biar gak terganggu..
Banyak sekali kepintaran yang dimiliki oleh si kuning,, ingat juga ku ketika ia mau masuk n keluar rumah saat rumah tertutup, ia meong-meong terlebih dahulu sambil menjulur-julurkan tangan dibawah pintu,, tidak seperti diriku,,,pernah ketika aku menguncikan pintu, aku lupa kalo kuncinya tertinggal di dalam sementara pintu udah dikunci,,akhirnya muncullah ide yang cemerlang bin mantap dari diriku gimana caranya mengambil kunci yang tertinggal di dalam. Hayoo tebak gimana caranya?? Pasti tebakan kalian gak tepat,,ngaku aja deh! Kan jendela rumah diatasnya itu ada ventilasi ya namanya,,itu lho yang terbuat dari kayu sebanyak 5 tingkat..jadi ku tanggalin sebanyak 3 buah dengan memukul-mukulnya sampe lepas satu persatu,,setelah berhasil, langsung aja ku panjat n masuk ke dalam rumah,,kunci berhasil diambil, ku tetap bertanggung jawab kok…ventilasi dipasang lagi seperti semula..biar gak kena marah ma ortu,,, patut juga ne ditiru,,,heheee. eits tunggu dulu,,jangan ditiru untuk masuk rumah orang dengan niat yang tidak baik..key!! kalo untuk maling pake cara ku ini n tertangkap, jangan salahkan diriku,, siapa suruh ngikut-ngikut ,,,wkwkwkw…
Satu hal aneh yang membuat aku bertanya-tanya,,kenapa si kuning takut banget dengan orang gemuk?? Ketika ada teman my father datang ke rumah. Beliau mempunyai postur tubuh sangat gemuk,,, langsung si kuning lari kayak dikejar hantu (bukan maksud aku menyamakan beliau dengan hantu lho,,,),,n sembunyi di bawah meja. Setelah beliau pulang, baru si kuning keluar dari bawah meja..
Seiring berjalannya waktu,,, kami pindah ke daerah lain disebabkan kepindahan tugas my father. Sebelum pindah, aku duluan yang pindah (nginap tempat saudara disana),,akhirnya aku berpisah sementara dengan si kuning. Ketika itu aku lupa dengan kuning, maksudnya tidak ada rasa kangen gitu,, dan akhirnya seluruh anggota keluarga pindah,,n tak lupa dibawa juga si kuning. My mother cerita kalo selama aku tidak ada di sana, si kuning selalu meong-meong mencari diri ku,,, mendengar itu semua sedihnya diri ku,,karena tidak ingat ma kuning ketika ku duluan pindah,,n aku berterima kasih dengan keluargaku karena mereka mau membawa kuning ikut pindah, walaupun di jalan kuning meronta-ronta,,takut dengan mobilnya kali.
Semenjak kepindahan ke daerah baru, kebersamaan ku dengan si kuning terus berlanjut.. tapi, lama kelamaan, kuning sering pergi dari rumah ntah kemana,, walaupun seperti itu kuning masih ingat pulang,,, kata my mother memang begitu kebiasaan kucing jantan,,, suatu saat ia akan pergi dari rumah..benar ya?? Saat kuning mulai bepergian seperti itulah peristiwa tragis itu menimpanya…perjalanannya jauh banget sampai menyeberang jalan,, ketika menyeberang jalan, ada sebuah mobil besar menabraknya..akhirnya kuningpun pergi untuk selama-lamanya..dan kejadian itu sungguh menyakit dan memilukan hati ku..aku belum bisa menerima itu semua..akhirnya perpisahan ku dengan kuning bukan untuk sementara lagi, tapi untuk selamanya.. Siang malam aku menangisinya n bermimpi bertemu dengannya..sampe-sampe aku pernah ngigau dalam tidur memanggil-manggil namanya..
Betapa aku menyayangi si kuning,,,kebersamaan aku dengan kuning tak akan pernah terlupakan. Walaupun kuning hanyalah seekor hewan, tetapi ia memberikan kenangan terindah dalam hidup ku. Kuning adalah my pet yang selalu ada di hati ku untuk selama-lamanya.. belum ada yang bisa menggantikan kehadiranmu dihatiku.. walaupun setelah kepergianmu ada kucing-kucing lainnya..tetapi mereka tidak sepertimu… karena hanya kuninglah pertama yang hadir di hatiku…ku selalu menangis kalo mengingat itu semua.
my pet..I miss you...
my pet..I miss you...

Menerima Kritik dengan Lapang Dada

Dalam kesendirian, ku teringat banyak orang berkata bahwa sikap dan perilaku ku masih kayak anak kecil…apa benar sich?? Contohnya saja ketika ku menampilkan PP alias photo profil at my Fb gambar pink ranger,,,banyak yang mengatakan kayak anak kecil,,emang ranger itu identik dengan anak kecil ya..? Memang sich kebanyakan penonton film itu anak-anak,, tapi menurut ku menyukai itu tidak selamanya disamakan dengan kebiasaan anak-anak..iya toh! Ku menyukainya karena aku ingin sekali mempunyai kekuatan seperti ranger,,sehingga bisa melawan dan melenyapkan orang jahat di muka bumi ini..he,,he,, tapi itu semua hanyalah khayalan (kebanyakan nonton film gituan sich,,yang nggak nyata… ). Tanpa kekuatan ranger pun,,Insya Allah, bisa melawan yang jahat-jahat,,,minimal berusaha melawan dan mengendalikan nafsu jahat yang ada dalam diri ku sendiri..karena sesungguhnya musuh yang terbesar itu adalah hawa nafsu… semuanya harus bermula dari my self ....keep spirit!!!
Kembali ke masalah semula…what problem?? Perasaan nggak ada masalah deh,,,nggak nyambung apa?
“udahlah kak,,jangan kayak anak kecil..umur kakak kan lebih dewasa dari pada saya…” itu yang pernah dikatakan oleh seseorang (tidak usah disebutkan namanya,,ntar gosip...he.he)
Kata-kata itu masih terngiang-ngiang,, sebenarnya apa yang kayak anak kecil? Dia aja yang sok dewasa..menyebalkan!! (itu yang terpikir, ketika keegoisan berkuasa pada diri ini)… tetapi setelah direnungkan..maybe,,tanpa ku sadari ada perilaku ku yang menurut orang lain itu adalah perilaku anak-anak..
            Ku mulai sadar ketika membaca beberapa tip n trik menjadi pemenang. Salah satunya adalah menerima kritik dengan lapang dada…. Pemenang adalah seorang yang bisa melihat arti sebuah kritik. Kritik seperti obat, walaupun pahit ia berfungsi menyembuhkan. Saat kamu dikritik, jangan marah, tetapi dengarkanlah. Jika kritik itu benar, terimalah dan berterimakasihlah kepada sang pengkritik. Tetapi jika kritik itu tidak benar, simpan dan jadikan sebagai bahan untuk berhati-hati dan cermin diri.
            Rasulullah saw. berkata: Al mukminu mir’atu mu’min. Apabila melihat aib ada padanya, dia segera memperbaikinya. (HR. Al-Bukhari)
            Jadi, sang pemenang selalu arif, bijaksana dan selalu melihat sisi baik dari kritik sekalipun.
            Okey!! Sudah saatnya belajar bersikap lebih dewasa…J

Diterjang peluru panas

Tidak disangka dan tidak diduga terlahir dari orang tua yang bekerja sebagai anggota kepolisian, yang mempunyai senjata,,, malah aku sendiri yang pernah diterjang sebuah peluru…. Kejadian tersebut beberapa tahun yang lalu, ketika ku duduk dibangku kelas enam sekolah dasar.. peristiwa itu terjadi pada malam hari, tepatnya tengah malam… ketika my father sedang memperbaiki senjata, senjata tersebut bukan dari kantor,,tapi senjata hasil rakitannya sendiri,,hebat juga my father bisa merakit senjata,,belajar dari mana tu?? he,he,, pelurunya lumayan besar, bukan peluru senjata angin yang sering digunakan orang untuk menembak burung…tapi peluru biasa, susah jelasinnya, ketika malam itu, my father gak sadar kalau di dalam ada peluru,,lalu dicobain senjatanya, kebetulan senjata tersebut mengarah ke kamar ku,,awalnya kata beliau mengarah ke kamar my mother,,tp syukur aja mengarah kearah ku, kalau gak,,mungkin yang kena tembak my mother,,Alhamdulillah posisi senjata berubah ke arah ku, sehingga diriku yang kena tembak, waktu itu ku sedang bermimpi ada sebuah besi bulat sebesar bola jatuh ke arahku..langsung terasa oleh ku,, ku pegangi tanganku,,lalu ku panggil kedua orang tua ku,,,langsung my father tersadar,,bergegas mereka ke kamar ku,, dibukanya tangan kiriku yang menutupi tangan kananku,,ternyata banyak keluar darah,,langsung bergegas keluar rumah mencari bantuan,,, ketika itu my father bertugas di desa yang anggota polisi di sana tidak banyak,,Alhamdulillah,,ada satu teman my father yang ada di asrama..jadi beliau membantu kami.. di perjalanan hujan turun dengan lebat..akhirnya ku kesakitan,,aneh,,ku kesakitan bukan karena tertembak, tapi karena sakit perut, mungkin masuk angin kehujanan,, ku dari awal kejadian sampai di rumah sakit sadar terus,,gak bisa tidur,,sampai2 di dalam mobil ku minta obat sakit perut, obat tidur, supaya bisa tertidur,,,mereka yang ada di mobil tak menghiraukan ku,,karena mereka juga tampak panik.. ketika di bius baru ku gak sadar,,,perjalanan dari rumah ke rumah sakit lumayan lama…subuh baru nyampe,,,
Yang terkena tembakan tangan ku sebelah kanan,,pelurunya satu tapi yang kena tiga titik,,tangan, ketiak n belakang tubuhku,,,Alhamdulillah pelurunya langsung masuk ke kasur..dan tak kena tulang… Alhamdulillah walaupun tanganku gak kuat lagi ketika kejadian itu, Allah masih memberiku kaki yang kuat,,sehingga ku masih bisa ikut olahraga di sekolah..kalau olahraga seperti lari, lompat, pokoknya yang berhubungan dengan kaki, bisa ku atasi,,tapi kalau berhubungan dengan tangan, ku dah mundur duluan,,mau gimana lagi,, alhamdulillah guru2 ku mengerti dengan keadaanku,,
Allah masih memberikan hidup waktu itu,,seandainya saja ku telah menemui-Nya ketika itu,,ku mungkin beruntung,,karena waktu itu ku belum baligh,,jadi ku belum mempunyai dosa dan ku tak perlu takut menghadapi kehidupan akhirat,, sekarang ku tak luput dari dosa,,kemanakah muara ku esok??? Ku harapkan cinta Mu ya Allah,,pertemukanlah aku dengan Mu nanti dalam keadaan yang Kau ridhoi,,,,,amin,

Pemberian nama yang bingung

Apalah arti sebuah nama, tp kalo gak punya nama macam mana pula mengenali seseorang? Karena kebingungan kedua orang tua ku dalam memberi nama apa yang terbaik buat ku,,, ada-ada saja kejadian yang terjadi,,malah malam harinya, my father bermimpi : di dalam mimpinya ada dua orang wanita yang sedang berkelahi,,yang satu memakai baju berwarna putih dan yang satu lagi memakai baju berwarna hitam…perkelahian tersebut dimenangkan oleh wanita yang memakai baju berwarna putih .. mungkin mereka berkelahi dalam hal memperebutkan siapa yang berhak memberi nama yang baik untuk ku,,he,he,he,,, karena setelah wanita memakai baju putih menang..ia lalu berkata: nama anak itu ya seperti nama ku sekarang… maka, my father langsung aja memberi aku nama yang disebut oleh wanita di dalam mimpinya tersebut,,,
Kalau dipikir2 itu adalah ulah dari jin,,,yang datang di dalam mimpi my father tersebut kemungkinan bangsa mereka..buktinya ketika ku masih kanak-kanak, setiap malam ku sering berjalan sendiri keluar rumah tanpa sadar (iyalah ku sedang tidur, mana sadar),,kadang-kadang hampir sampai ke jalan..untung saja orang tua ku terbangun, kalau tidak ntah kemana aku dibawanya. Ku berjalan malam itu dengan mata yang merah. Tetapi setelah usia ku menginjak baligh,,ku telah melaksanakan shalat fardhu setiap hari,,baru lah kebiasaan berjalan sambil tidur tersebut berangsur-angsur hilang dan akhirnya tidak terjadi lagi sampai sekarang.
Bingung banget mengingat itu semua,,,bingung mengingat orang tua ku..kenapa mereka bingung memberi nama? Sama-sama bingung deh..Sampai akhirnya seperti itu,,,tapi toh nama ku tersebut bukanlah sesuatu yang unik, langka atau aneh,,,malah nama pasaran,, banyak banget yang namanya seperti diriku,,,walaupun banyak yang sama namanya dengan namaku, tapi sejarah pemberian nama yang berbeza…he.he. dari mimpi my father tersebut ku berpikir, sedikit mungkin ada hubungannya terhadap diri ku sekarang,,terhadap wanita yang memenangkan perkelahian tersebut,,yaitu wanita yang memakai baju berwarna putih,, jika yang menang wanita yang memakai baju hitam..what happen?? Ntah lah…. ( apa maksudnya?? Pikirkan aja sendiri)…
Alhamdulillah…walaupun ku mempunyai kisah seperti itu. Aku hanya bisa memohon kepada Allah,,agar Allah selalu melindungi aku dari hal-hal seperti itu,,terjaga dari gangguan makhluk lain,,,,hanya kepada Mu ya Allah hamba berlindung dari segala kejahatan, baik yang tampak atau yang tersembunyi,,,amin,,,

Jangan suka menebak seseorang

Alangkah indahnya ciptaan Mu ya Allah…terpesona ku memandang di setiap apa yang terlihat oleh ku,,saat aku melakukan sebuah perjalanan di bumi Mu ini.. Sungguh  pemandangan yang menakjubkan,,Subhanalllah..
Birunya langit, hijaunya pohon, beragam bentuk manusia dan lainnya..membuat aku kerdil di hadapan Mu,, apalah yang bisa dibanggakan dari diri ini, dan apa pula yang bisa untuk disombongkan..yang secara sadar dan tidak sadar sering diri ini merasa sombong, angkuh dan bentuk sifat lainnya. Ampuni hamba ya Allah.
Dalam khayalanku,, ku tersadar oleh sekelompok anak-anak yang mencoba menghentikan lajunya kendaraan yang ku tumpangi. Oh iya,,ku kan sedang melakukan perjalanan ke kampung halamanku (back to my city),,he,he, anak-anak tersebut baru pulang dari sekolah menuju rumah mereka masing-masing. Dari pakaian yang mereka pakai, ku sudah bisa menerkanya, mereka masih duduk dibangku sekolah dasar. Tapi lambaian tangan mereka menghentikan kendaraan, tidak membuat sang pengemudi untuk berhenti. Selalu saja begitu, begitu dan begitu… sudah sering aku melihat kejadian serupa. Kasihan juga lihat anak-anak itu…hanya sedikit saja pengendara yang mau memberikan  tumpangan kepada anak-anak sekolah. Aku juga tidak mengerti, mengapa seperti itu??? Dalam kebingungan ku, terbersit dihatiku, mungkin karena bayaran dari anak-anak sekolah sangat murah, paling jauh bagi anak sekolah hanya lima ribu rupiah bayarannya,,sehingga dipikir-pikir rugi memberi mereka tumpangan, mending cari penumpang lain saja.. entahlah,,setiap orang punya alasan tersendiri,,he,he, dan aku tidak tahu sepenuhnya alasan mereka..yang bisa dilakukan hanyalah menebak..terkadang tebakan tidak selamanya benar. Makanya jangan suka menebak-nebak hal yang kita tidak tahu,,karena menebak hanya akan melahirkan pikiran yang negatif dan buruk sangka terhadap orang yang kita tebak…
Berbicara tentang menebak tersebut,, walaupun kita jangan menebak seseorang,, terkadang juga perlu dilakukan,,misalnya, jika kita berteman dengan orang yang baru dikenal, kan gak selamanya kita harus selalu percaya dengan orang lain, yang perlu kita lakukan berhati-hati, jangan sampai salah berteman.. dan kita bisa menebak sifat atau tipe orang tersebut, mungkin dilihat dari sikap, penampilan atau perilakunya, walaupun tidak selamanya hal itu yang bisa menjadi tolak ukur dalam menilai seseorang. Maksud tidak boleh menebak atau menerka yang menjerumus ke berburuk sangka dengan orang, seperti misalnya suatu saat ada teman kita yang berubah..berubah menurut kita, dia tidak seperti yang biasanya,,jangan menebak dia. Kalo dia berubah karena ini, karena itu, atau karena lainnya..tapi yang mesti dilakukan adalah menanyakan langsung kepada dia, kenapa dia berubah…jika dia benar-benar anggap kita adalah teman yang dipercayakannya untuk menceritakan masalahnya kepada kita, pasti dia akan cerita,,,tapi kalo dia tidak mau cerita,,ya jangan paksa dia…karena setiap orang mempunyai alasan tersendiri, kepada siapa dia mau berbagi dan sebagainya..
Yang terpenting jangan cepat berburuk sangka kepada orang lain, belum tentu apa yang kita pikirkan selalu benar dengan kenyataan. Bisa saja yang kita pikirkan buruk tentang seseorang, malah sebenarnya diri kita yang begitu.

Setiap kita berbeda

Subuh itu sebelum alarm yang ku buat untuk membangunkanku berbunyi, ku sudah terjaga,,ku lihat hp ku,,ah beberapa detik lagi alarm ku berbunyi pikirku,,,seperti biasanya,,ketika kemalasan datang, langsung ku matikan alarm tersebut, daripada nanti suaranya menggangguku. Ku pun kembali tidur. Selalu begitu dan terus begitu.. tiga puluh menit kemudian ku pun terjaga lagi. Alhamdulillah..Allah masih membangunkan ku, sehingga tidak mebuatku lalai dari janji. Dinginnya air tidak membuatku menyerah,, setelah ku membersihkan diri dilanjut dengan kewajiban dikala subuh menemui sang khalik, ku pun bersiap-siap menunggu.
Apa sih yang ku tunggu di subuh itu?? Sehingga ku berani melawan dinginnya suasana di kala itu? Ku hanya menunggu mobil langganan yang akan membawaku ke kota dimana aku menuntut ilmu. Kalo dalam urusan itu, ku gak terlalu peduli..ada my mother yang peduli,,my mother coba menelpon sopirnya lagi saat itu, setelah malam tadi sopirnya mengatakan akan berangkat sekitar jam 05.30 Wib. Eh ternyata, hp nya tidak aktif pula. Rupanya sang sopir tidak jadi berangkat pagi itu,,memang seperti itu, karena banyak langganannya, ketika tidak jadi berangkat,,langsung hp dimatiin. Terpaksalah aku berangkat dengan langganan yang kedua. Kenapa aku pagi itu mau berangkat dengan langganan pertama?? Alasannya karena langganan kedua ini,,wajahnya selalu saja tidak mood, sehingga ku kurang suka. Takut nanti lihat wajahnya yang kayak gitu,,aku lebih tidak mood lagi dibandingkan dia..he,he. Ketika ditanya kepada my mother, kenapa sopir itu sering seperti itu? Kata my mother sih,, mungkin ada masalah keluarga..oo, gitu toh,,masalah keluarga imbasnya sampai keluar pula,,kan jadi serem lihatnya..hihihi,,(emang hantu).
Memang sial nasibku, langganan yang kedua ternyata tidak berangkat juga pagi itu.memanglah…menyebalkan, tak akan mungkin ku nunggu siang baru berangkat. Eits,,tunggu dulu, ternyata aku masih punya langganan cadangan,,he,he. Kayak apa aja gitu,,pake cadangan segala. Langganan ini merupakan saudara dari langganan yang pertama,,wajah mereka mirip sekali,,kayak pinang dibelah dua,,cuyyy.. aku jadi ragu. Saudara atau kembar sih sebenarnya?? Langganan yang ketiga (lebih halus dari langganan cadangan bahasanya,,he,he) ini bawa mobil santai banget, jadi aku kurang suka juga menumpangnya. Bagiku cepat asal selamat, bukan lambat gak selamat,,,ya pastilah semua orang mau yang selamat..ne dah lambat gak selamat lagi,..apes bener,, wkwkw…tapi bukan begitu kok, mungkin pak sopir berprinsip biar santai alias lambat asal selamat. Bagus juga tuh prinsip pak sopir (gue sok tahu kaleee, ).. jika ada yang cepat asal selamat, ngapain juga nyari yang lambat?? Ya gak? Hhahah…
Akhirnya usaha yang ketiga untuk menghubungi sang sopir berhasil juga,, aku berangkat dengan langganan yang ketiga ini..city l’m coming…!!!!!!! Wait me, don’t leave me..he,he Memang benar apa kata my mother, kalo pak sopir yang satu ini, sering berangkat terus, walaupun penumpangnya gak ada atau hanya sedikit. Dalam perjalanan banyak hal yang terlintas di pikiranku, terutama tentang sang sopir. Di sini aku akan bercerita sedikit tentang sopir bersaudara yang mirip ini. Tapi sebelumnya aku memperkenalkan mereka dulu,,,biar nyambung friend!! Hmmm.. yolah. Dari awal telah ku katakan langganan ku yang pertama bersaudara dengan langganan yang ketiga ini. Kita misalkan langganan pertama adalah si A dan langganan ketiga si B (biar gak gossip, makanya tak usah disebut namanya..gosip dosa lho..he.he). dari cerita orang-orang yang tidak sengaja terdengar oleh ku, memang terbukti sang sopir bersaudara ini memiliki sifat, nasib, dan kriteria masing-masing,,yang sangat saling bertolak belakang. Memang wajah mereka sangat mirip sekali, sehingga susah untuk membedakannya. Berbicara masalah nasib, si A lebih gigih dalam memanfaatkan jiwa sopirnya, sehingga mempunyai banyak langganan. Sering mobilnya dipadati oleh penumpang,, aku gak tahu apa yang membuat orang suka berlangganan dengan dia,,kalo bagi diriku sendiri sih, sang sopir A membawa kendaraan dengan cepat,,biar cepat sampainya,,sampai ke liang lahat ya?? Ya nggak donk..nyampe tujuanlah..ha.ha. tapi kalo ingat peristiwa pagi tadi,, kapan-kapan ku bisa berpikir dua kali ne untuk menumpang lagi, janji berangkat,,tapi tak jadi,,gayanya ja tu yang sok-sok berangkat subuh, tapi ketika malas bangun, gak jadi berangkat dech..seharusnya jangan seperti itu donk, sikap seperti itu membuat langganan kecewa,,,bisa saja suatu waktu langganan lari atau berpindah hati ke yang lain…cie.cie. (bukan maksud hati berdoa seperti itu). Eits..tunggu dulu ah, jangan negative thingking tentang si A,,mungkin tak jadi berangkat disebabkan oleh sesuatu hal…tapi kenapa gak ditransfer aja tu langganannya ke si B yang berangkat?? Barangkali setiap penumpang mempunyai kemauan tersendiri, mau berangkat dengan siapa yang mereka mau…ya gak? Yang pasti positive thingking aja lah. Yapp.. kalo kejadiannya bukan dua atau tiga kali saja,, apakah aku tetap masih harus  berpikir positif?? Ya kaleee..sampai kejadian yang ku alami seribu kale…mungkin,,
Beda si A, beda juga si B.. kalo si B ne langganannya tidak terlalu banyak, amat sedikit, kadang-kadang gak ada. Kasihan juga sih lihatnya. Contohnya di pagi hari ini telah berputar mencari penumpang, tetap aku sendiri di dalamnya, gak ada penumpang…si B ini sering berangkat, walaupun dengan penumpang yang sedikit,, jadi kalo begini terus,,,yang banyak untung atau rugi sih?? Memang sih rejeki itu sudah diatur oleh Allah,,dan ia tak akan lari kemana-mana.. tapi rejeki yang telah disediakan Allah untuk hambaNya tergantung dari usaha yang dilakukan oleh hambaNya. Tetap semangat..chayooooo pak!!!! Yang penting halal mencari rejeki dan bapak semangat mencarinya..ehmmmm..
Selain hal itu, sopir si A sudah mempunyai rumah sendiri, sedangkan si B masih numpang dengan orang tuanya. Itu sih dengar dari sopir pengganti si A, jika si A ada urusan lain. Ketika ku pernah menumpang mobil tersebut yang mengemudi adalah bapak itu.. walaupun ku duduk di depan dengan si sopir, tapi bapak ini bukan cerita dengan diri ku, melainkan penumpang bapak-bapak dibangku no dua. Ya iyalah, ngapain juga bapak itu cerita dengan aku? Tampang ku kan gak suka gossip gitu,,he,he, jadi kadang-kadang bapak itu juga pernah cerita tentang sesuatu hal dengan diri ku,,ku bingung mau respon bagaimana..sering ku respon dengan “ooo…” dan senyuman, abisnya cerita tersebut gak nyambung dengan aku,, kasihan sang sopir dicuekin…ha,a.
Perbedaan lain yang aku lihat dan dengar sendiri dengan mata dan telinga ku adalah, masalah musik kesukaan, sopir si A suka musik dangdut..aduh,,dangdutan pula tu dalam mobil,,sedangkan si B suka musik pop zaman semasa aku SD dulu…atau sering terkenal dengan lagu kenangan,, seperti Pance,,apalagi ya? Forget ku…pokoknya lagu-lagu zaman dulu lah. Selain itu, dalam mobil…ku sering duduk di depan,, si A ini orangnya suka bercerita atau ngajak ngobrol gitu.. karena respon ku selalu menjawab apa yang si A ini tanya, sekadar menjawab saja tanpa ada pertanyaan balik. Jarang juga jadinya si A ini bicara denganku,,apalagi diriku yang selalu berbicara dengan bahasa Indonesia, ya gak serulah,,,karena sang sopir bahasa daerah Pasir. Ku kan memang selalu begitu, walaupun ku telah lama tinggal di Pasir Pengarayan, ku masih bertahan dengan bahasa Indonesia,, biarlah orang yang ngajak aku berbicara dengan bahasanya, tak masalah bagiku,,asal aku masih mengerti..tapi ya itu tadi aku akan menjawab dengan bahasa Indonesia, siapapun mereka..sanaak saudara sendiri, karena ku tidak biasa, sehingga lidah ku kelu jadinya..tapi terkadang orang yang ngajak bicara dengan ku ikut-ikutan pula berbahasa indonesia akhirnya. Memanglah kalau dalam masalah bahasa aku belum bisa menerapkan pepatah “di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung”. Ada hubungannya atau gak ne ya??? He,he, ntahlah..
Kembali ke si A..karena kadang gak ada teman yang mau diajaknya bicara, kerjanya asyik menelpon aja…bosan dengarnya.. aku kalo di dalam mobil lebih suka melamun sendiri daripada diajak ngobrol.. beda dengan si B, sopir ini lebih banyak diam, walaupun kadang-kadang bicara juga..yalah, kan gak bisu,,he,he, tapi lebih banyak diamnya daripada ngobrol. Bagus tu pak..lebih baik diam daripada berbicara yang gak ada manfaatnya. Karena banyak bicara banyak bohongnya..he,he, gak juga sih,, tergantung apa yang dibicarakanlah. Benar gak?? Nanti gara-gara ini tak mau pula berbicara sedikit pun,, jadi orang bisu dech…
Itulah sedikit perbedaan yang bisa diungkapkan dari sang sopir yang mirip tapi tak sama.. mungkin masih banyak perbedaan lain yang aku, orang lain atau siapapun yang tidak tahu, dari cerita ini bisa kita ambil kesimpulan..setiap kita diciptakan oleh Allah SWT memiliki keunikan tersendiri, kelemahan dan kelebihan masing-masing. Dengan perbedaan tersebut, janganlah kita merasa rendah diri karena melihat kekurangan yang kita miliki, sehingga kita minder,,dan berputus asa atau pun mengklaim bahwa Allah tidak adil. Selain itu, kelebihan yang kita miliki jangan pula membuat kita menjadi sombong, angkuh atau merendahkan orang lain yang kita anggap tidak ada apa-apanya dibandingkan diri kita. Manfaatkanlah kelebihan dan kekurangan yang kita miliki untuk hal-hal yang baik dan benar, sehingga berarti untuk diri sendiri ataupun orang lain.
Selain itu, dengan perbedaan yang ada pada diri setiap manusia itu, jangan kita suka membanding-bandingkan orang lain di depannya. Aku tadi membandingkan antara si sopir pertama, kedua dan ketiga..gimana sih nech??? Iya,,iiya ku membandingkan mereka..tapi kan gak langsung di depan mereka. Karena setiap orang tidak suka dibanding-bandingkan. Kalau membandingkan mereka untuk kita ambil hikmah, tidak masalah..cukup kita yang tahu,,maksud aku jangan membandingkan orang lain langsung di depan matanya sendiri,. itu bisa membuat orang yang kita bandingkan menjadi merasa minder dan tidak merasa percaya diri, terus merasa sakit hati kepada kita.  Sebagai contoh  banyak kita jumpai dalam kehidupan rumah tangga, dimana ada orang tua yang suka membanding-bandingkan anak yang satu dengan anak yang lainnya. “kamu kok tidak seperti abang mu yang rajin, mudah di atur,, begini, begitu,,,,lihat abang mu tu!!!”. Waduh kok lari gini sih contohnya??? Contoh ini kan lebih cocok berbicara masalah keluarga, orang tua, dan yang berhubungan dengan itu…he,he,,gak apa-apa lah,,ku lagi bingung cari contoh, semoga bisa dimengerti maksud ku…he.

peduli terhadap lingkungan

Sungai merupakan salah satu sumber terbentuknya peradaban. Di mana ada sungai, pasti di sana ada peradaban. Seperti sungai Nil, sungai Missisippi, sungai ciliwung, sungai musi, sungai siak dan sebagainya. Sekarang, kalau kita bandingkan sungai-sungai yang ada di Indonesia dengan sungai-sungai di Negara lain (luar Indonesia), terlihat perbedaan yang begitu mencolok. Sungai-sungai di Negara luar, masih terjaga kebersihannya. Sedangkan di Negara kita, Indonesia tercinta,,sudah banyak yang tercemar, tidak lagi terjaga kebersihannya. Salah satu faktor yang membuat air sungai tercemar adalah membuang sampah ke dalam sungai. Tentu saja hal ini dilakukan oleh manusia-manusia yang tak bertanggung jawab, toh tak kan mungkin hewan, tumbuhan yang melakukannya ataupun sampahnya berjalan sendiri…hehe, ada-ada saja. Membuang sampah ke dalam sungai dapat mengakibatkan tersumbatnya aliran air sungai, semakin banyak sampah yang tersumbat, semakin sulit air sungai untuk mengalir menuju arah yang semestinya, sehingga ketika hujan, air sungai meluap dan akhirnya terjadilah banjir. Selain dapat menyebabkan banjir, membuang sampah ke sungai dapat mencemari air sungai, baik warna, bau dan rasanya. Akhirnya bisa mendatangkan penyakit bagi orang yang memanfaatkan air sungai tersebut. Bagaimana tidak, bagi masyarakat yang bermukim di sekitar sungai, akan memanfaatkan sungai sebagai tempat untuk mencuci, mandi, bahkan membuang tinja alias kotoran, barangkali ada juga yang menggunakannya untuk air minum…ada ya? Semoga aja tidak..jorok sih..hehe. Ketika air sungai sudah tercemar oleh sampah, sementara masyarakat masih menggunakan air sungai untuk aktivitas tersebut, akan menimbulkan berbagai penyakit. Ini karena sampah yang dibuang ke sungai berasal dari berbagai sampah, dari sampah rumah tangga, pabrik dan sebagainya yang tentunya mengandung berbagai zat yang berbahaya.
Salah satu contoh sungai yang tercemar, yang sering kebanjiran setiap saat tanpa mengenal musim adalah sungai Ciliwung, yang ada di Jakarta. Masih banyak sungai-sungai lainnya sih di Indonesia ini yang tercemar, tapi yang sering dibicarakan di media elektronik, yah itu tadi sungai Ciliwung. Berbicara sungai Ciliwung, kita harus kembali ke belakang lagi, kembali ke zaman dahulu kala, tepatnya zaman penjajahan Belanda atau VOC. Pada saat pemerintahan VOC dulu kebersihan sungai sangat diperhatikan, sehingga sungai banyak digunakan oleh masyarakat untuk melakukan aktivitas seperti mencuci, mandi dan pemerintahan di kala itu juga menggunakan sungai sebagai pusat industri. Masyarakat ketika itu tidak berani membuang sampah ke sungai, mungkin takut kali dengan penjajah,,tapi kenapa sekarang ini masyarakat tidak takut dengan pemerintah???? (patut dipertanyakan nih).  Meskipun sekarang ini, dengan kondisi sungai yang telah tercemar, masyarakat disekitar sungai masih mau memanfaatkan air sungai sebagai mandi atau mencuci, seperti halnya waktu zaman penjajahan dahulu, itu mungkin dikarenakan kurangnya kesadaran mereka akan kesehatan atau barangkali tidak ada lagi sumber air yang bisa dimanfaatkan (walaupun ada, tempatnya jauh,dll), sehingga terpaksalah memanfaatkan apa yang ada dan seperti apapun kondisinya.
Kalau kita pikirkan apa sih yang bisa menyadarkan masyarakat akan hal-hal di atas, untuk peduli lagi terhadap lingkungan, seperti sungai ataupun yang lainnya?? Mungkinkah munculnya mitos-mitos seperti adanya hutan larangan ataupun sejenisnya itu merupakan salah satu upaya untuk membuat manusia takut? Yah..takut jika dilanggar seperti jika melakukan perusakan terhadap hutan itu akan mendatangkan suatu akibat yang berbau mistik ataukah yang lainnya? Kalau seperti itu kenyataannya, patut juga dibuat untuk yang lainnya. Memang anehlah cara berpikir masyarakat Indonesia ini, masih banyak yang percaya dengan mitos-mitos yang berhubungan mistik yang tidak masuk akal.
Kembali lagi kita ke masalah sungai. Jika tadi sungai Ciliwung yang ada di Jakarta kita ulas, tidak masalah kalau kita kembali melihat sungai-sungai yang ada di kota kita, sungai Siak misalnya. Berbicara tentang sungai Siak, saya teringat ketika saya dengan teman-teman Kimia bidang Kimia Fisika FMIPA UR diajak oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Riau melakukan observasi mengelilingi sungai Siak yang ada di Pekanbaru. Sebelum berangkat, ada yang bilang kalau kita berlayar sepanjang sungai Siak, bisa melintasi bengkalis, selat panjang, dll…dan ketika itu kami membayangkan betapa serunya perjalanan yang akan kami tempuh. Dengan penuh semangat, kami pun berangkat. Oh ternyata kenyataannya tidak seperti yang dibayangkan, petugas dari dinas kelautan dan perikanan tersebut mengatakan kita akan berlayar selama 1 jam untuk mengamati keadaan sungai. Yah..gak jadi deh melakukan perjalanan yang lama…ehm..setelah mengamati setiap sisi sungai, kami menjumpai pemandangan yang menurut saya secara umum sama dengan sungai-sungai lainnya,,warna sungai kuning, terkadang juga terlihat sampah,dll..ada satu pertanyaan? Kenapa ya, setiap rumah-rumah di sekitar sungai, selalu bagian belakang rumah menghadap sungai? Kita semua tahu, bahagian belakang rumah, seperti dapur ataupun toilet..semua itu adalah kotoran atau sampah yang harus dibuang. Yah kalau letakknya menghadap sungai, kemungkinan besar akan dibuang ke sungai juga akhirnya. Selama ini, saya belum pernah menemukan pemukiman penduduk di sekitar sungai yang bagian depan rumah yang menghadap sungai, mungkin ada sebagian kecil..tapi kebanyakan dan secara umum seperti yang kita lihat atau temui selama ini. Seandainya saja keadaan atau kebiasaan ini dapat diubah?? Entahlah.

Dan tak kalah pentingnya membuang sampah ke sungai dapat merusak keindahan. Kalau merusak keindahan, bukan membuang sampah ke sungai saja, membuang sampah sembarangan tempat juga bisa membuat suasana menjadi tidak indah untuk dipandang. Jadi dari sekarang mari kita peduli lagi terhadap kebersihan dimana pun kita berada. Bukankah “kebersihan itu sebagian dari iman?”, jika memang begitu,,,ayo menuju hidup bersih. Membiasakan diri membuang sampah pada tempatnya. Sekecil apapun sampah, seperti bungkus permen harus kita buang pada tempat sampah. Jika kita belum menemukan tempat sampah dimana ketika itu kita berada, tidak ada salahnya kan kalau kita simpan dulu dikantong kita, ketika kita sudah menemukan tempat sampah, baru dibuang deh. Mudah kan??? Ya mudahlah, kayak gitu aja repot..hehe. repot sih bagi yang belum terbiasa atau yang belum sadar atau yang tidak peduli dengan itu semua. Jangan berpikir karena ukurannya kecil, malah sepele dengan hal yang kecil. Hal yang kecil bisa berakibat yang besar,,, J J J

TEMAN, SAHABATKU



Kesal dan sakit hati yang ku rasakan ketika bercerita sekaligus mengadukan nasib yang sedang aku alami kepada seorang teman. Dia merupakan salah seorang teman terdekat yang aku rasakan selain teman-teman dekatku yang lain. Bagaimana tidak aku sakit hati, karena setelah menceritakan jalan cerita ku kepada dia, tanggapan yang aku terima malah di luar perkiraanku, aku mengira dia akan membela aku atau menasehati aku. Akan tetapi reaksi dia malah sebaliknya, dia menyalahkanku dalam peristiwa yang sedang ku alami. Aku yang dianggap pihak yang bersalah, sehingga memang pantas aku yang harus disalahkan. Sungguh berbeda sekali dengan reaksi yang aku terima dari teman-temanku yang lain. Yah kebanyakan temanku malah memberikan pembenaran terhadap sikapku. Aku yang terkadang juga sering mengutamakan ego alias sikap tidak mau mengalah, memaparkan dan menjelaskan semua yang bisa mempertahankan pendapatku kepadanya, dan aku pikir semua yang aku katakan masih berada dalam jalur kebenaran dan bisa diterima oleh akal sehatku bahkan mungkin oleh semua orang yang jika mereka berada di posisiku ketika itu. Sehingga karena tidak puas dengan perlakuan temanku itu, aku mengambil kesimpulan kalau aku dengan dia mempunyai perbedaan prinsip, terutama dalam cara berpikir. Ya iyalah bagaimana tidak berbeda, dia belum pernah mengalami kisah seperti diriku dan dia berada di posisi ku, pikirku ketika itu. Walaupun dia pernah mengalaminya, tapi posisi dia yang berbeda. Dia berperan sebagai orang yang mengalami perselisihan denganku di saat itu. Wajar saja kalau dia menganggap aku yang salah dan membenarkan perlakuan orang itu.
Seiringnya waktu, peristiwa itu masih terngiang-ngiang di pikiranku. Apa sih yang salah dengan diriku? Setelah berpikir dengan jernih dan menganalisa jalan ceritaku sendiri. Aku sadar tidak sepenuhnya aku yang merasa benar ketika itu. Meskipun ketika itu kedua belah pihak sama-sama tidak mau mengalah atau mengutamakan ego, kenapa tidak aku yang mengawali untuk mengalah demi suatu kebaikan bersama? Ah kenapa..kenapa????? itulah akhir dari sebuah sikap ego yang tak bisa dikompromi. Semuanya berakhir dengan situasi yang tak seindah ketika pertama kali bertemu. Mengingat semua ini, membuat diriku menangis. Ya Allah, ampuni hamba…kepada orang yang aku maksud, tolong maafkan aku. Aku pun telah memaafkan dan melupakan semua yang membuat sakit hatiku, yang tersisa sekarang hanyalah sakit hatiku karena tanpa sengaja maupun disengaja aku pun telah menyakiti. Aku berharap ke depannya semoga dapat memperbaiki hubungan kita sesama muslimah lagi. Biarkanlah masa-masa yang pahit yang terjadi diantara kita terkubur dalam-dalam, sehingga tidak muncul lagi di permukaan ketika kita bersua lagi di kemudian hari. Semoga semuanya kita lupakan saja dan kita buang ke tempat sampah, karena tidak ada gunanya permusuhan atau rasa sakit hati sesama kita sebagai muslimah dibiarkan sampai terbawa ke pengadilan-Nya kelak. Sehingga ukhuwah islamiyah akan terjalin kembali. Aku karena Allah bisa memaafkan dan melupakan semuanya? Tapi bagaimana dengan engkau yang di sana??? Entahlah..ku berharap dirinya juga begitu, amin.
Terima kasih teman, engkau telah menyadarkan aku dari hal-hal salah yang tidak cepat aku sadari, walaupun aku tidak melaksanakan seperti yang engkau sarankan, yang berakhir seperti ini, tapi setidaknya kata-katamu masih membekas di ingatanku dan memaksa aku untuk terus mencari letak kesalahanku.
Ada sebuah ucapan yang dinisbahkan kepada Sayyidina Ali, salah seorang sahabat Nabi yang dikenal keluasan ilmunya dan kedalaman hikmahnya. Konon beliau mengatakan, “Sahabat terbaik bukanlah orang yang selalu membenarkanmu. Tetapi sahabat terbaik adalah yang membuat kamu benar”. Di dalam buku “kado pernikahan untuk istriku” dikatakan maksud kalimat di atas adalah bahwa sahabat terbaik adalah seseorang yang senantiasa menginginkan kebenaran selalu beserta kita sehingga tidak membiarkan kita berada dalam kesalahan. Ia mengingatkan kita ketika terjatuh dalam perilaku atau pikiran yang salah, apalagi sesat. Ia menunjukkan kepada kita dengan penuh kasih sayang letak kesalahan kita dan bila perlu memarahi kita, marah karena rasa kasih. Ia mengoreksi apa yang melenceng, membetulkan apa yang tidak tepat, meluruskan apa yang bengkok, dan apabila perlu mematahkan apa yang berlebihan dan tidak perlu.
Sahabat yang berbahaya bagi keselamatan kita di dunia dan akhirat justru yang selalu mengiyakan perkataan kita, membenarkan setiap perkataan kita meskipun nyata-nyata salah hanya agar kita menganggapnya sebagai sahabat yang setia, dan seterusnya.
Teman, meskipun engkau telah bisa dikatakan seperti perkataan tentang sahabat di atas, tetapi lebih baik kamu jangan menyalahkan aku, seharusnya kamu mengingati aku. Atau mungkin aku salah menafsirkan ini semua, kamu mungkin tidak bermaksud menyalahkanku, barangkali ketika itu emosi ku sedang sensitif. Atau mungkin aku memiliki zhan (dugaan). Dalam buku “kado pernikahan untuk istriku (Mohammad Fauzil Adhim) dijelaskan bahwa zhan atau dugaan akan membuat kita menyeleksi informasi yang kita terima sehingga sesuai dengan zhan kita. Ibaratnya, kalau memakai kacamata hijau, kertas putih pun tampak hijau, setidaknya banyak berisi bercak hijau; memakai kacamata merah semua tampak merah; dan memakai kacamata bening membuat kita melihat segala sesuatu apa adanya, merah tampak merah dan hijau tampak hijau. Selain itu karena komunikasi yang terjadi diantara kita juga kurang efektif, bahasa tidak langsung alias menggunakan message (sms), yang berakibat salah penafsiran.
Semoga kita semua bisa menjadi teman yang dijelaskan di atas tadi bagi antara yang satu dengan yang lainnya, sehingga pertemanan antara kita bisa lebih bermakna dan mengantarkan kita kepada kehidupan yang indah di dunia hingga akhirat.
Ya Allah, Alhamdulillah..puji syukur kehadirat Engkau yang masih memberikan hidayah dan melembutkan hati ini, sehingga masih bisa menerima cahaya kebenaran. Menjadikan setiap kesalahan yang ku perbuat untuk memperbaiki diri menjadi lebih baik, berhati-hati dalam hidup ini, karena hidup di dunia kita banyak (bukan sendiri saja) dan harus berinteraksi dengan orang lain. Jadi harus menjaga komunikasi yang sehat antara sesama, sehingga jangan sampai terjadi perselisihan atau kesalahpahaman. Dan tak lupa menempa diri jadi dewasa.
Kepada temanku, thank’s for you, kejarlah apa yang menjadi visi-visimu seperti keinginanmu. Semoga sesuai dengan harapan dan mimpimu. Salam hangat selalu. Aku akan terus belajar tentang kehidupan ini, selain dari memperbanyak membaca buku tentang kehidupan yang engkau sarankan, aku akan belajar dari kesalahanku sendiri, dan juga dari pengalaman orang lain, baik dari segi keberhasilan maupun dari kegagalan mereka.

SALAM TEMPEL



Tidak terasa sebentar lagi kita akan memasuki bulan Syawal. Lebih kurang sekitar dua bulan lagi. Gimana sih neh? Selama ini orang banyak mengatakan kalimat seperti ini “gak terasa ya bentar lagi kita memasuki bulan Ramadhan”, tapi ini sebaliknya langsung ke bulan Syawal..eittss,,sabar donk!!! jangan marah2 gitulah..hehe. Sebelum kita bertemu dengan bulan Syawal, kita akan menjalani puasa pada bulan Ramahdan. Kita berharap kepada Allah swt, semoga diberi kesempatan untuk bertemu dengan bulan yang penuh berkah tersebut. Amin…the next Syawal month..
Pada bulan Syawal, khususnya tanggal 1 dan 2 Syawal kita merayakan hari raya idul Fitri. Setiap orang pasti akan berbeda2 cara dalam merayakan hari raya tersebut. Dan sebagian besar orang akan merasakan kegembiraan tersendiri. Mengapa saya menulis “sebagian besar orang”? Karena kalau saya menulis “semua orang”, saya tidak bisa menjamin apa yang saya tulis benar. Saya tidak tahu, mungkin orang2 yang di luar sana, yang kita tidak ketahui keberadaannya, yang tinggal di daerah terpencil atau pedalaman atau di daerah2 yang tidak layak sebagai hunian bisa merasakan kebahagiaan yang sama dengan yang kita rasakan. Saudara2 kita yang ada di tengah2 berkecamuknya perang dan sebagainya. Kita berharap kepada Allah swt agar mereka semua diberi kebahagiaan dan perlindungan, amin.
Keceriaan yang sering terlihat pada hari raya idul fitri adalah kebanyakan pada wajah anak2. Bagaimana anak2 tidak ceria? Mereka senang banget, karena pada hari lebaran mereka akan sering bersalaman dengan orang yang mereka datangi rumahnya atau sebaliknya dari orang2 yang berkunjung ke rumah mereka. Mungkin mereka merasa kalau bersalaman pada hari raya lebih hangat dibandingkan hari2 lainnya. Dengan bersalaman mereka akan mendapatkan hasil, yang bisa mereka tabung atau mereka belanjakan sesuai dengan yang mereka inginkan. Tapi tidak selamanya juga sih mendapatkan seperti yang mereka bayangkan, jika dapat pasti mereka senang dan bersorai-sorai, sambil melompat-lompat kegirangan,, namun jika tidak dapat, mereka kecewa,,pasang wajah cemberut, bila perlu nangis,,hehe, namanya juga anak kecil. Kok bisa begitu ya? Ada apa neh? Yah gimana tidak hangat, setiap salam pasti ada yang terselip di telapak tangan mereka. Jadi ibarat pepatah “ada udang dibalik batu” donk..tapi pepatahnya kali ini berubah menjadi “ada uang di telapak tangan”..ha,ha,ha, ngaco..gak nyambung kalee!!! Kok saya bisa tahu ya? Jangan2 pengalaman neh..? yee sok tahu, gimana ya..saya juga bingung jawabnya. Saya akui dahulu ketika masih kecil saya sering dapat salam tempel, tapi tidak sampai seperti yang saya tulis di atas, sampai lompat2, atau nangis jika tidak dapat..itu mah lebay banget namanya..saya biasa2 saja, kalau senang dalam hati, sedih juga dalam hati..wkwkwwk.
Pernah suatu ketika saya tertawa melihat tingkah anak2 di kompleks tempat tinggal saya. Mereka rame2 datang ke rumah saya, Alhamdulillah abang saya sudah bekerja saat itu. Usia mereka palingan di bawah 4 tahun. Yang menjadi target mereka dapat salam tempel tentu saja abang saya, oleh abang saya dikasihlah masing2 anak 2 ribu seorang (pelit neh abang,,hehe). Tapi walaupun 2 ribu, mereka senang banget, abisnya uang 2 ribu ketika itu baru keluar dan kertasnya juga baru2. Akhirnya mereka pulang, tapi tidak berapa lama, mereka datang lagi. Abang saya hanya bisa berkata “ tadikan sudah datang”…mau lagi tuh bang salam tempelnya..ha.ha.ha
Senang sih pada masa kanak2 mendapatkan salam tempel, tetapi setelah beranjak dewasa, rasa senang itu sedikit berubah menjadi rasa malu. Apalagi setelah mengetahui bahwa tangan di atas itu lebih baik daripada tangan yang di bawah. Masak sih dari tahun ke tahun hanya menerima saja? Kapan waktunya memberi?
Saya pergi silaturrahmi ke rumah saudara atau tetangga dengan ibu, kalau tidak dengan ibu, dengan siapa lagi coba saya pergi? Saya ngikut2 ibu kemana pergi. Kalau tidak dengan ibu, saya paling di rumah saja, sekali-kali dengan saudara, itupun juga ke rumah saudara yang lain. Teman? di manakah teman2 saya ketika lebaran????
Ketika ibu saya dengan tetangga lainnya pergi ke tetangga yang kedudukannya di instansi tempat ayah saya bekerja tinggi, saya ngikutlah, tetangga saya yang pergi itu juga masing2 membawa anak2 mereka. Tapi diantara anak2 itu, sayalah yang paling besar usianya, anak kuliahan mah. Yang lain masih kecil2. Ah ternyata kami dapat salam tempel, masing2 dikasih 10 ribu, termasuk saya. Betapa malunya saya menerimanya, mau menolak gimana? Pura2 nolak, dalam hati tetap mau tuh..hehe. untung saja yang ngasih tidak tahu kalau saya anak kuliahan (penampilan masih kayak anak SMA kali), sehingga tidak terlalu malu,,tapi tetap malu..malu.
Itulah salah satu kebiasaan pada hari raya idul fitri, ada yang namanya salam tempel. Khususnya buat anak2, mungkin tujuannya saling berbagi rejeki, atau menambah keceriaan anak2 di saat itu. Bagus juga sih saling memberi itu, tapi jangan hanya pada hari2 tertentu saja, melainkan setiap saat, ketika kita mempunyai kelebihan materi, kita sedekahkan kepada yang lain, terutama yang membutuhkan. Insya Allah hal itu akan menambah keberkahan harta kita.
Oya, bagi yang masih mendapatkan salam tempel pada waktu hari raya, harus lihat kiri kanan dulu, manatahu nanti ada anggota KPK yang mengintai, dikiranya mendapatkan suap.,hehe. Juga harus hati2 terhadap yang memberi, jangan sampai asal terima saja, tahu2nya sudah dituduh terlibat dalam korupsi.. so, mari kita niatkan dapat menjadi orang yang bisa memberi kepada orang lain yang membutuhkan, dengan hasil kerja keras kita sendiri yang kita dapat dari usaha yang halal. Mari bekerja, agar dapat membantu sesama.