Subuh itu sebelum alarm yang
ku buat untuk membangunkanku berbunyi, ku sudah terjaga,,ku lihat hp
ku,,ah beberapa detik lagi alarm ku berbunyi pikirku,,,seperti
biasanya,,ketika kemalasan datang, langsung ku matikan alarm tersebut,
daripada nanti suaranya menggangguku. Ku pun kembali tidur. Selalu
begitu dan terus begitu.. tiga puluh menit kemudian ku pun terjaga lagi.
Alhamdulillah..Allah masih membangunkan ku, sehingga tidak mebuatku
lalai dari janji. Dinginnya air tidak membuatku menyerah,, setelah ku
membersihkan diri dilanjut dengan kewajiban dikala subuh menemui sang
khalik, ku pun bersiap-siap menunggu.
Apa sih yang ku tunggu di subuh itu?? Sehingga ku berani melawan dinginnya suasana di kala itu? Ku hanya menunggu mobil langganan yang akan membawaku ke kota dimana aku menuntut ilmu. Kalo dalam urusan itu, ku gak terlalu peduli..ada my mother yang peduli,,my mother coba menelpon sopirnya lagi saat itu, setelah malam tadi sopirnya mengatakan akan berangkat sekitar jam 05.30 Wib. Eh ternyata, hp nya tidak aktif pula. Rupanya sang sopir tidak jadi berangkat pagi itu,,memang seperti itu, karena banyak langganannya, ketika tidak jadi berangkat,,langsung hp dimatiin. Terpaksalah aku berangkat dengan langganan yang kedua. Kenapa aku pagi itu mau berangkat dengan langganan pertama?? Alasannya karena langganan kedua ini,,wajahnya selalu saja tidak mood, sehingga ku kurang suka. Takut nanti lihat wajahnya yang kayak gitu,,aku lebih tidak mood lagi dibandingkan dia..he,he. Ketika ditanya kepada my mother, kenapa sopir itu sering seperti itu? Kata my mother sih,, mungkin ada masalah keluarga..oo, gitu toh,,masalah keluarga imbasnya sampai keluar pula,,kan jadi serem lihatnya..hihihi,,(emang hantu).
Memang sial nasibku, langganan yang kedua ternyata tidak berangkat juga pagi itu.memanglah…menyebalkan, tak akan mungkin ku nunggu siang baru berangkat. Eits,,tunggu dulu, ternyata aku masih punya langganan cadangan,,he,he. Kayak apa aja gitu,,pake cadangan segala. Langganan ini merupakan saudara dari langganan yang pertama,,wajah mereka mirip sekali,,kayak pinang dibelah dua,,cuyyy.. aku jadi ragu. Saudara atau kembar sih sebenarnya?? Langganan yang ketiga (lebih halus dari langganan cadangan bahasanya,,he,he) ini bawa mobil santai banget, jadi aku kurang suka juga menumpangnya. Bagiku cepat asal selamat, bukan lambat gak selamat,,,ya pastilah semua orang mau yang selamat..ne dah lambat gak selamat lagi,..apes bener,, wkwkw…tapi bukan begitu kok, mungkin pak sopir berprinsip biar santai alias lambat asal selamat. Bagus juga tuh prinsip pak sopir (gue sok tahu kaleee, ).. jika ada yang cepat asal selamat, ngapain juga nyari yang lambat?? Ya gak? Hhahah…
Akhirnya usaha yang ketiga untuk menghubungi sang sopir berhasil juga,, aku berangkat dengan langganan yang ketiga ini..city l’m coming…!!!!!!! Wait me, don’t leave me..he,he Memang benar apa kata my mother, kalo pak sopir yang satu ini, sering berangkat terus, walaupun penumpangnya gak ada atau hanya sedikit. Dalam perjalanan banyak hal yang terlintas di pikiranku, terutama tentang sang sopir. Di sini aku akan bercerita sedikit tentang sopir bersaudara yang mirip ini. Tapi sebelumnya aku memperkenalkan mereka dulu,,,biar nyambung friend!! Hmmm.. yolah. Dari awal telah ku katakan langganan ku yang pertama bersaudara dengan langganan yang ketiga ini. Kita misalkan langganan pertama adalah si A dan langganan ketiga si B (biar gak gossip, makanya tak usah disebut namanya..gosip dosa lho..he.he). dari cerita orang-orang yang tidak sengaja terdengar oleh ku, memang terbukti sang sopir bersaudara ini memiliki sifat, nasib, dan kriteria masing-masing,,yang sangat saling bertolak belakang. Memang wajah mereka sangat mirip sekali, sehingga susah untuk membedakannya. Berbicara masalah nasib, si A lebih gigih dalam memanfaatkan jiwa sopirnya, sehingga mempunyai banyak langganan. Sering mobilnya dipadati oleh penumpang,, aku gak tahu apa yang membuat orang suka berlangganan dengan dia,,kalo bagi diriku sendiri sih, sang sopir A membawa kendaraan dengan cepat,,biar cepat sampainya,,sampai ke liang lahat ya?? Ya nggak donk..nyampe tujuanlah..ha.ha. tapi kalo ingat peristiwa pagi tadi,, kapan-kapan ku bisa berpikir dua kali ne untuk menumpang lagi, janji berangkat,,tapi tak jadi,,gayanya ja tu yang sok-sok berangkat subuh, tapi ketika malas bangun, gak jadi berangkat dech..seharusnya jangan seperti itu donk, sikap seperti itu membuat langganan kecewa,,,bisa saja suatu waktu langganan lari atau berpindah hati ke yang lain…cie.cie. (bukan maksud hati berdoa seperti itu). Eits..tunggu dulu ah, jangan negative thingking tentang si A,,mungkin tak jadi berangkat disebabkan oleh sesuatu hal…tapi kenapa gak ditransfer aja tu langganannya ke si B yang berangkat?? Barangkali setiap penumpang mempunyai kemauan tersendiri, mau berangkat dengan siapa yang mereka mau…ya gak? Yang pasti positive thingking aja lah. Yapp.. kalo kejadiannya bukan dua atau tiga kali saja,, apakah aku tetap masih harus berpikir positif?? Ya kaleee..sampai kejadian yang ku alami seribu kale…mungkin,,
Beda si A, beda juga si B.. kalo si B ne langganannya tidak terlalu banyak, amat sedikit, kadang-kadang gak ada. Kasihan juga sih lihatnya. Contohnya di pagi hari ini telah berputar mencari penumpang, tetap aku sendiri di dalamnya, gak ada penumpang…si B ini sering berangkat, walaupun dengan penumpang yang sedikit,, jadi kalo begini terus,,,yang banyak untung atau rugi sih?? Memang sih rejeki itu sudah diatur oleh Allah,,dan ia tak akan lari kemana-mana.. tapi rejeki yang telah disediakan Allah untuk hambaNya tergantung dari usaha yang dilakukan oleh hambaNya. Tetap semangat..chayooooo pak!!!! Yang penting halal mencari rejeki dan bapak semangat mencarinya..ehmmmm..
Selain hal itu, sopir si A sudah mempunyai rumah sendiri, sedangkan si B masih numpang dengan orang tuanya. Itu sih dengar dari sopir pengganti si A, jika si A ada urusan lain. Ketika ku pernah menumpang mobil tersebut yang mengemudi adalah bapak itu.. walaupun ku duduk di depan dengan si sopir, tapi bapak ini bukan cerita dengan diri ku, melainkan penumpang bapak-bapak dibangku no dua. Ya iyalah, ngapain juga bapak itu cerita dengan aku? Tampang ku kan gak suka gossip gitu,,he,he, jadi kadang-kadang bapak itu juga pernah cerita tentang sesuatu hal dengan diri ku,,ku bingung mau respon bagaimana..sering ku respon dengan “ooo…” dan senyuman, abisnya cerita tersebut gak nyambung dengan aku,, kasihan sang sopir dicuekin…ha,a.
Perbedaan lain yang aku lihat dan dengar sendiri dengan mata dan telinga ku adalah, masalah musik kesukaan, sopir si A suka musik dangdut..aduh,,dangdutan pula tu dalam mobil,,sedangkan si B suka musik pop zaman semasa aku SD dulu…atau sering terkenal dengan lagu kenangan,, seperti Pance,,apalagi ya? Forget ku…pokoknya lagu-lagu zaman dulu lah. Selain itu, dalam mobil…ku sering duduk di depan,, si A ini orangnya suka bercerita atau ngajak ngobrol gitu.. karena respon ku selalu menjawab apa yang si A ini tanya, sekadar menjawab saja tanpa ada pertanyaan balik. Jarang juga jadinya si A ini bicara denganku,,apalagi diriku yang selalu berbicara dengan bahasa Indonesia, ya gak serulah,,,karena sang sopir bahasa daerah Pasir. Ku kan memang selalu begitu, walaupun ku telah lama tinggal di Pasir Pengarayan, ku masih bertahan dengan bahasa Indonesia,, biarlah orang yang ngajak aku berbicara dengan bahasanya, tak masalah bagiku,,asal aku masih mengerti..tapi ya itu tadi aku akan menjawab dengan bahasa Indonesia, siapapun mereka..sanaak saudara sendiri, karena ku tidak biasa, sehingga lidah ku kelu jadinya..tapi terkadang orang yang ngajak bicara dengan ku ikut-ikutan pula berbahasa indonesia akhirnya. Memanglah kalau dalam masalah bahasa aku belum bisa menerapkan pepatah “di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung”. Ada hubungannya atau gak ne ya??? He,he, ntahlah..
Kembali ke si A..karena kadang gak ada teman yang mau diajaknya bicara, kerjanya asyik menelpon aja…bosan dengarnya.. aku kalo di dalam mobil lebih suka melamun sendiri daripada diajak ngobrol.. beda dengan si B, sopir ini lebih banyak diam, walaupun kadang-kadang bicara juga..yalah, kan gak bisu,,he,he, tapi lebih banyak diamnya daripada ngobrol. Bagus tu pak..lebih baik diam daripada berbicara yang gak ada manfaatnya. Karena banyak bicara banyak bohongnya..he,he, gak juga sih,, tergantung apa yang dibicarakanlah. Benar gak?? Nanti gara-gara ini tak mau pula berbicara sedikit pun,, jadi orang bisu dech…
Itulah sedikit perbedaan yang bisa diungkapkan dari sang sopir yang mirip tapi tak sama.. mungkin masih banyak perbedaan lain yang aku, orang lain atau siapapun yang tidak tahu, dari cerita ini bisa kita ambil kesimpulan..setiap kita diciptakan oleh Allah SWT memiliki keunikan tersendiri, kelemahan dan kelebihan masing-masing. Dengan perbedaan tersebut, janganlah kita merasa rendah diri karena melihat kekurangan yang kita miliki, sehingga kita minder,,dan berputus asa atau pun mengklaim bahwa Allah tidak adil. Selain itu, kelebihan yang kita miliki jangan pula membuat kita menjadi sombong, angkuh atau merendahkan orang lain yang kita anggap tidak ada apa-apanya dibandingkan diri kita. Manfaatkanlah kelebihan dan kekurangan yang kita miliki untuk hal-hal yang baik dan benar, sehingga berarti untuk diri sendiri ataupun orang lain.
Selain itu, dengan perbedaan yang ada pada diri setiap manusia itu, jangan kita suka membanding-bandingkan orang lain di depannya. Aku tadi membandingkan antara si sopir pertama, kedua dan ketiga..gimana sih nech??? Iya,,iiya ku membandingkan mereka..tapi kan gak langsung di depan mereka. Karena setiap orang tidak suka dibanding-bandingkan. Kalau membandingkan mereka untuk kita ambil hikmah, tidak masalah..cukup kita yang tahu,,maksud aku jangan membandingkan orang lain langsung di depan matanya sendiri,. itu bisa membuat orang yang kita bandingkan menjadi merasa minder dan tidak merasa percaya diri, terus merasa sakit hati kepada kita. Sebagai contoh banyak kita jumpai dalam kehidupan rumah tangga, dimana ada orang tua yang suka membanding-bandingkan anak yang satu dengan anak yang lainnya. “kamu kok tidak seperti abang mu yang rajin, mudah di atur,, begini, begitu,,,,lihat abang mu tu!!!”. Waduh kok lari gini sih contohnya??? Contoh ini kan lebih cocok berbicara masalah keluarga, orang tua, dan yang berhubungan dengan itu…he,he,,gak apa-apa lah,,ku lagi bingung cari contoh, semoga bisa dimengerti maksud ku…he.
Apa sih yang ku tunggu di subuh itu?? Sehingga ku berani melawan dinginnya suasana di kala itu? Ku hanya menunggu mobil langganan yang akan membawaku ke kota dimana aku menuntut ilmu. Kalo dalam urusan itu, ku gak terlalu peduli..ada my mother yang peduli,,my mother coba menelpon sopirnya lagi saat itu, setelah malam tadi sopirnya mengatakan akan berangkat sekitar jam 05.30 Wib. Eh ternyata, hp nya tidak aktif pula. Rupanya sang sopir tidak jadi berangkat pagi itu,,memang seperti itu, karena banyak langganannya, ketika tidak jadi berangkat,,langsung hp dimatiin. Terpaksalah aku berangkat dengan langganan yang kedua. Kenapa aku pagi itu mau berangkat dengan langganan pertama?? Alasannya karena langganan kedua ini,,wajahnya selalu saja tidak mood, sehingga ku kurang suka. Takut nanti lihat wajahnya yang kayak gitu,,aku lebih tidak mood lagi dibandingkan dia..he,he. Ketika ditanya kepada my mother, kenapa sopir itu sering seperti itu? Kata my mother sih,, mungkin ada masalah keluarga..oo, gitu toh,,masalah keluarga imbasnya sampai keluar pula,,kan jadi serem lihatnya..hihihi,,(emang hantu).
Memang sial nasibku, langganan yang kedua ternyata tidak berangkat juga pagi itu.memanglah…menyebalkan, tak akan mungkin ku nunggu siang baru berangkat. Eits,,tunggu dulu, ternyata aku masih punya langganan cadangan,,he,he. Kayak apa aja gitu,,pake cadangan segala. Langganan ini merupakan saudara dari langganan yang pertama,,wajah mereka mirip sekali,,kayak pinang dibelah dua,,cuyyy.. aku jadi ragu. Saudara atau kembar sih sebenarnya?? Langganan yang ketiga (lebih halus dari langganan cadangan bahasanya,,he,he) ini bawa mobil santai banget, jadi aku kurang suka juga menumpangnya. Bagiku cepat asal selamat, bukan lambat gak selamat,,,ya pastilah semua orang mau yang selamat..ne dah lambat gak selamat lagi,..apes bener,, wkwkw…tapi bukan begitu kok, mungkin pak sopir berprinsip biar santai alias lambat asal selamat. Bagus juga tuh prinsip pak sopir (gue sok tahu kaleee, ).. jika ada yang cepat asal selamat, ngapain juga nyari yang lambat?? Ya gak? Hhahah…
Akhirnya usaha yang ketiga untuk menghubungi sang sopir berhasil juga,, aku berangkat dengan langganan yang ketiga ini..city l’m coming…!!!!!!! Wait me, don’t leave me..he,he Memang benar apa kata my mother, kalo pak sopir yang satu ini, sering berangkat terus, walaupun penumpangnya gak ada atau hanya sedikit. Dalam perjalanan banyak hal yang terlintas di pikiranku, terutama tentang sang sopir. Di sini aku akan bercerita sedikit tentang sopir bersaudara yang mirip ini. Tapi sebelumnya aku memperkenalkan mereka dulu,,,biar nyambung friend!! Hmmm.. yolah. Dari awal telah ku katakan langganan ku yang pertama bersaudara dengan langganan yang ketiga ini. Kita misalkan langganan pertama adalah si A dan langganan ketiga si B (biar gak gossip, makanya tak usah disebut namanya..gosip dosa lho..he.he). dari cerita orang-orang yang tidak sengaja terdengar oleh ku, memang terbukti sang sopir bersaudara ini memiliki sifat, nasib, dan kriteria masing-masing,,yang sangat saling bertolak belakang. Memang wajah mereka sangat mirip sekali, sehingga susah untuk membedakannya. Berbicara masalah nasib, si A lebih gigih dalam memanfaatkan jiwa sopirnya, sehingga mempunyai banyak langganan. Sering mobilnya dipadati oleh penumpang,, aku gak tahu apa yang membuat orang suka berlangganan dengan dia,,kalo bagi diriku sendiri sih, sang sopir A membawa kendaraan dengan cepat,,biar cepat sampainya,,sampai ke liang lahat ya?? Ya nggak donk..nyampe tujuanlah..ha.ha. tapi kalo ingat peristiwa pagi tadi,, kapan-kapan ku bisa berpikir dua kali ne untuk menumpang lagi, janji berangkat,,tapi tak jadi,,gayanya ja tu yang sok-sok berangkat subuh, tapi ketika malas bangun, gak jadi berangkat dech..seharusnya jangan seperti itu donk, sikap seperti itu membuat langganan kecewa,,,bisa saja suatu waktu langganan lari atau berpindah hati ke yang lain…cie.cie. (bukan maksud hati berdoa seperti itu). Eits..tunggu dulu ah, jangan negative thingking tentang si A,,mungkin tak jadi berangkat disebabkan oleh sesuatu hal…tapi kenapa gak ditransfer aja tu langganannya ke si B yang berangkat?? Barangkali setiap penumpang mempunyai kemauan tersendiri, mau berangkat dengan siapa yang mereka mau…ya gak? Yang pasti positive thingking aja lah. Yapp.. kalo kejadiannya bukan dua atau tiga kali saja,, apakah aku tetap masih harus berpikir positif?? Ya kaleee..sampai kejadian yang ku alami seribu kale…mungkin,,
Beda si A, beda juga si B.. kalo si B ne langganannya tidak terlalu banyak, amat sedikit, kadang-kadang gak ada. Kasihan juga sih lihatnya. Contohnya di pagi hari ini telah berputar mencari penumpang, tetap aku sendiri di dalamnya, gak ada penumpang…si B ini sering berangkat, walaupun dengan penumpang yang sedikit,, jadi kalo begini terus,,,yang banyak untung atau rugi sih?? Memang sih rejeki itu sudah diatur oleh Allah,,dan ia tak akan lari kemana-mana.. tapi rejeki yang telah disediakan Allah untuk hambaNya tergantung dari usaha yang dilakukan oleh hambaNya. Tetap semangat..chayooooo pak!!!! Yang penting halal mencari rejeki dan bapak semangat mencarinya..ehmmmm..
Selain hal itu, sopir si A sudah mempunyai rumah sendiri, sedangkan si B masih numpang dengan orang tuanya. Itu sih dengar dari sopir pengganti si A, jika si A ada urusan lain. Ketika ku pernah menumpang mobil tersebut yang mengemudi adalah bapak itu.. walaupun ku duduk di depan dengan si sopir, tapi bapak ini bukan cerita dengan diri ku, melainkan penumpang bapak-bapak dibangku no dua. Ya iyalah, ngapain juga bapak itu cerita dengan aku? Tampang ku kan gak suka gossip gitu,,he,he, jadi kadang-kadang bapak itu juga pernah cerita tentang sesuatu hal dengan diri ku,,ku bingung mau respon bagaimana..sering ku respon dengan “ooo…” dan senyuman, abisnya cerita tersebut gak nyambung dengan aku,, kasihan sang sopir dicuekin…ha,a.
Perbedaan lain yang aku lihat dan dengar sendiri dengan mata dan telinga ku adalah, masalah musik kesukaan, sopir si A suka musik dangdut..aduh,,dangdutan pula tu dalam mobil,,sedangkan si B suka musik pop zaman semasa aku SD dulu…atau sering terkenal dengan lagu kenangan,, seperti Pance,,apalagi ya? Forget ku…pokoknya lagu-lagu zaman dulu lah. Selain itu, dalam mobil…ku sering duduk di depan,, si A ini orangnya suka bercerita atau ngajak ngobrol gitu.. karena respon ku selalu menjawab apa yang si A ini tanya, sekadar menjawab saja tanpa ada pertanyaan balik. Jarang juga jadinya si A ini bicara denganku,,apalagi diriku yang selalu berbicara dengan bahasa Indonesia, ya gak serulah,,,karena sang sopir bahasa daerah Pasir. Ku kan memang selalu begitu, walaupun ku telah lama tinggal di Pasir Pengarayan, ku masih bertahan dengan bahasa Indonesia,, biarlah orang yang ngajak aku berbicara dengan bahasanya, tak masalah bagiku,,asal aku masih mengerti..tapi ya itu tadi aku akan menjawab dengan bahasa Indonesia, siapapun mereka..sanaak saudara sendiri, karena ku tidak biasa, sehingga lidah ku kelu jadinya..tapi terkadang orang yang ngajak bicara dengan ku ikut-ikutan pula berbahasa indonesia akhirnya. Memanglah kalau dalam masalah bahasa aku belum bisa menerapkan pepatah “di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung”. Ada hubungannya atau gak ne ya??? He,he, ntahlah..
Kembali ke si A..karena kadang gak ada teman yang mau diajaknya bicara, kerjanya asyik menelpon aja…bosan dengarnya.. aku kalo di dalam mobil lebih suka melamun sendiri daripada diajak ngobrol.. beda dengan si B, sopir ini lebih banyak diam, walaupun kadang-kadang bicara juga..yalah, kan gak bisu,,he,he, tapi lebih banyak diamnya daripada ngobrol. Bagus tu pak..lebih baik diam daripada berbicara yang gak ada manfaatnya. Karena banyak bicara banyak bohongnya..he,he, gak juga sih,, tergantung apa yang dibicarakanlah. Benar gak?? Nanti gara-gara ini tak mau pula berbicara sedikit pun,, jadi orang bisu dech…
Itulah sedikit perbedaan yang bisa diungkapkan dari sang sopir yang mirip tapi tak sama.. mungkin masih banyak perbedaan lain yang aku, orang lain atau siapapun yang tidak tahu, dari cerita ini bisa kita ambil kesimpulan..setiap kita diciptakan oleh Allah SWT memiliki keunikan tersendiri, kelemahan dan kelebihan masing-masing. Dengan perbedaan tersebut, janganlah kita merasa rendah diri karena melihat kekurangan yang kita miliki, sehingga kita minder,,dan berputus asa atau pun mengklaim bahwa Allah tidak adil. Selain itu, kelebihan yang kita miliki jangan pula membuat kita menjadi sombong, angkuh atau merendahkan orang lain yang kita anggap tidak ada apa-apanya dibandingkan diri kita. Manfaatkanlah kelebihan dan kekurangan yang kita miliki untuk hal-hal yang baik dan benar, sehingga berarti untuk diri sendiri ataupun orang lain.
Selain itu, dengan perbedaan yang ada pada diri setiap manusia itu, jangan kita suka membanding-bandingkan orang lain di depannya. Aku tadi membandingkan antara si sopir pertama, kedua dan ketiga..gimana sih nech??? Iya,,iiya ku membandingkan mereka..tapi kan gak langsung di depan mereka. Karena setiap orang tidak suka dibanding-bandingkan. Kalau membandingkan mereka untuk kita ambil hikmah, tidak masalah..cukup kita yang tahu,,maksud aku jangan membandingkan orang lain langsung di depan matanya sendiri,. itu bisa membuat orang yang kita bandingkan menjadi merasa minder dan tidak merasa percaya diri, terus merasa sakit hati kepada kita. Sebagai contoh banyak kita jumpai dalam kehidupan rumah tangga, dimana ada orang tua yang suka membanding-bandingkan anak yang satu dengan anak yang lainnya. “kamu kok tidak seperti abang mu yang rajin, mudah di atur,, begini, begitu,,,,lihat abang mu tu!!!”. Waduh kok lari gini sih contohnya??? Contoh ini kan lebih cocok berbicara masalah keluarga, orang tua, dan yang berhubungan dengan itu…he,he,,gak apa-apa lah,,ku lagi bingung cari contoh, semoga bisa dimengerti maksud ku…he.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar