Ayahku dahulu adalah
seorang yang sangat suka memelihara seekor anjing. Karena sukanya tersebut,
diimporlah seekor anjing dari kota Dumai.
Wah, mantap banget neh pakai impor segala, ngapain juga impor2, produk
dalam kota sendirikan gak kalah bagusnya daripada produk impor. Kayak
perdagangan antar bangsa jadinya kalau begitu. Ekspor-impor, istilah yang
digunakan untuk perdagangan antara Negara yang satu dengan Negara yang
lainnya,,iya kan? Kalau antar kota satu dengan kota lainnya masih lingkup satu
bangsa, Indonesia misalnya apa donk namanya? Kagak tahu aku, bagi yang tahu,
tolong kasih tahu aku donk….!!
Yeahhh,,jangan kan
antar kota dengan provinsi yang berbeda, ini masih dalam provinsi yang sama,
yakni provinsi Riau. Dari Dumai ke Kampar gitu lho..hehe. kok bisa? Gimana
ceritanya…? Ketika masa kecil2 dulu di saat lebaran tiba, kami sering
berlebaran ke rumah nenek di Dumai. Kakek ku punya seekor anjing, anjing itu
merupakan anjing yang pintar. Gak tahu tuh pintar dari segi apanya. Mungkin
pintar menggonggong, mengejar orang, atau apalah..yee semua anjing juga seperti
itu mah..ha.ha.ha. Namun di pandangan
ayahku, anjing ini pintar, sehingga tertarik beliau untuk memeliharanya, di
bawalah anjing ini ketika kami kembali ke Kampar. Aku tidak tahu, ayahku
melihat pintarnya dari segi apa, yang jelas menurut pandanganku ketika itu gak
ada, karena aku gak ada mikirin anjing,,hihi. Meskipun menambah anggota
keluarga satu lagi, tapi tidak dipungut ongkos, dibawa pakai karung. Menambah anggota
keluarga??? Kayaknya gak cocoklah diistilahkan seperti itu..karena keluarga
manusia gak boleh digabungkan dengan keluarga anjing..manusia yah manusia dan
anjing yah anjing donk..kalau digabung nanti jadi keluarga campuran,
manusia-anjing. Hehe..udah ah,,lewat…..!!!
Oh ya, hampir lupa
neh,, meskipun seekor anjing, ia tak kalah dengan kita-kita lho. Ia memiliki
nama yang keren juga tuh seperti nama-nama kalian. Hayo coba tebak siapa
namanya? Yup benar banget jika tadi ada yang jawab seperti namanya, yaitu
Riki..bagi yang salah, jangan berkecil hati ya,,masih banyak tuh binatang2
lainnya yang mungkin diberi nama seperti nama kalian,,jangan lupa bersyukur aja
yah…untuk namanya Riki, jangan marah donk jika tidak berkenan di hati terhadap
nama anjing itu, bukan aku yang memberinya nama, tapi kakek ku..jadi marah dengan kakek ku aja
ya..hehe.
Ternyata si Riki,
anjing peliharaan ayahku pintar juga, ia tahu namanya Riki, jika namanya
dipanggil, ia akan datang. Bisa diajak berburu ke hutan, pergi ke kebun dan
aktivitas lainnya, terutama menjaga rumah. Aku juga kadang-kadang bermain
dengannya, main lari-larian. Kalau bukan diajak lari-lari, terus mau diajak apa
tuh anjing? Maen alek-alek? Imposible..
Selain pintar, si Riki
pernah buat aku kesal dan marah. Gimana tidak kesal??? Ketika aku berangkat
seorang diri ke sekolah dasar (SD) waktu itu, ia sering ngantar aku ke sekolah.
Gak ada aku mengajaknya untuk ikut ke sekolah. Hal yang membuat aku tidak suka
ia ikut ke sekolahku adalah, di tengah perjalanan jika ada orang, Riki pasti
menggonggong orang itu, siapapun orang itu. Jadi semua orang yang berpas-pasan
dengan ku di jalan jadi takut dengan gonggongannya, merekakan gak berbuat jahat
dengan diriku. Aku lah yang sering menyuruh Riki untuk berhenti menggonggong,
kadang ia mau berhenti, kadang tidak. Jadi aku marah2 dengan dia. Itu lah
anjing yang hanya seekor binatang, tidak bisa membedakan orang jahat dengan
orang baik, semua orang di matanya sama saja. Jahat semuanya..hehe. Iya sih,
sebenarnya ia setia menjaga aku dari gangguan orang2, tapi ia tidak tahu dengan
mereka, jahat atau tidak. Sesampainya di sekolah, aku sudah ke kelas, Riki pun
langsung pulang. Setiap hari ia akan ikut mengantarku ke sekolah, karena
melihat kejadian2 sebelumnya, aku sering marah2 dengannya agar tidak ikut aku.
Namun, ia tidak menurut juga, pas aku membalikkan badan aja, ia pun berhenti,
setelah aku melangkahkan kaki lagi, ia pun tetap mengikutiku.
Ketika teringat hal
itu, buat aku senyum2 sendiri dengan membandingkan anak-anak sekarang kalau ke
sekolah pasti diantar oleh ayah atau ibunya. Lucu juga ya aku diantar oleh
seekor anjing, itu ia yang mau lho,,bukan aku yang nyuruh, aku bisa pergi
sendiri kok. Keren juga aku dulu punya bodyguard
, yaitu seekor anjing. Tapi beda dengan nasib anak sekarang, kalau anak
sekarang yang diantar oleh orangtuanya ke sekolah, pulangnya nanti pasti juga
akan dijemput, sedangkan diriku, hanya diantar ke sekolah aja, pas pulangnya
gak dijemput tuh oleh Riki. Gak tahu ia aku pulang jam berapa..kalau berangkat
dari rumah, ia bisa lihat langsung aku pergi..yah, kurang pintar tuh
namanya..hehe. begitulah cerita tentang si Riki, seekor anjing.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar