Sabtu, 10 Agustus 2013

KHAYALAN BERBUAH KENYATAAN



Aku adalah seorang alumni dari Universitas Riau, jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Gedung perkuliahan kami dahulu ada tiga tingkat. Untuk mencapai tingkat dua dan tiga kita harus menaiki tangga, maklum gedungnya masih sederhana, jadi belum ada lift... Setiap aku kuliah di lantai dua atau pun lantai tiga, sering aku naik turun tangga yang cukup melelahkan kakiku. Tapi demi semangat belajar “06 (maksudnya tahun 2006) bukan semangat “45  lagi..karena semangat “45 dah lewat..coy..hehe, capeknya kaki tidak ku hiraukan..lebay mah.. ketika aku melihat tangga, pikiran ku ntah melayang kemana-mana, tak menentu. Akhirnya pikiranku pun berhenti pada suatu khayalan. Yah, aku pun berandai-andai. “bagaimana ya rasanya kalau seandainya aku jatuh dari tangga ini”? pikirku ketika itu. Setiap aku naik turun tangga belum pernah terjatuh, baik dalam keadaan berlari, jalan dengan cepat2 apalagi berjalan lamban seperti bebek..(emang jalan bebek kayak mana ya?? Gak bisa aku niru jalannya..hihi). terkadang sempat juga terpikir oleh ku, seandainya aku jatuh dari tangga dan tiba2 ada seorang penyelamat..yah seorang pangeran yang gagah, tampan dan sebagainya..kalau gak salah itu mah kayak sebuah cerita yang pernah ada di layar lebar mah.. aduh..khayalan tingkat atas..eh,,tingkat tinggi.
Setelah lulus kuliah, khayalan tersebut pun musnah bersama perginya jasad ini dari gedung perkuliahan. Hingga suatu ketika, aku pun bertemu kembali dengan sesuatu yang membuat aku dulu berkhayal tingkat tinggi, yaitu sebuah tangga. Kenapa tangga tersebut datang kembali setelah aku pergi meninggalkannya? Mungkin kah ia kembali untuk mewujudkan salah satu keinginanku dahulu. Ternyata ia tidak pernah melupakanku, akhirnya ia pun menghampiriku. Mengikuti kemana aku melangkah, dan menemaniku setiap aku melangkahkan kaki ini. Menemaniku walaupun sekejap saja, namun setiap hari atau setiap waktu, ketika aku membutuhkannya. Memanglah dirimu sangat mengerti aku..gimana kamu tidak ada setiap aku butuh? Ketika aku turun dari tempat aku bernaung seorang diri di sebuah kamar, kamu ada. Setiap aku pulang dari aktivitas di luar, kamu juga ada. Terkadang aku bosan melihatmu, karena meskipun kamu selalu ada, kamu membuat aku capek. Terutama kaki ini. Dan pesan orang yang selalu menyayangi aku, tidak lain adalah orangtua ku kepada ku adalah agar aku selalu berhati-hati terhadapmu. Mereka sangat khawatir jika gara2 kamu, akan terjadi sesuatu terhadap diri ini, yang membahayakan keselamatanku. Yah begitulah mereka memandangmu, di mata mereka, kamu sangat berbahaya, namun bagiku kamu adalah sesuatu yang tidak perlu ditakuti.
Hingga suatu ketika, dengan bersemangat aku pun melewatimu,,tanpa aku sangka kamu pun mengkhianati kepercayaan ku selama ini. Ntah kenapa dirimu tidak berpihak kepada ku. Kamu pengkhianat. Kamu telah menyakiti aku, dari ujung rambut hingga ujung kaki. Eh salah, dari tengkuk, tangan, seluruh tubuh hingga kaki. Semua sakit,,,,sakit… terutama bagian belakang tubuhku. Namun aku masih bisa bersyukur, karena tangan kanan ku masih bisa menahan ku, sehingga tidak berakibat yang lebih parah lagi.. tangan kanan yang banyak mengalami derita, yang pernah diterjang peluru panas dahulu, tapi ia masih saja kuat terhadap sesuatu yang menimpanya. Yah aku terjatuh gara2 kamu. Kamu..ya kamu..”Tangga kos ku”. Satu dari dua khayalanku tentang mu telah terwujud dengan sempurna. Sekarang aku sudah tahu bagaimana rasanya. Yang dahulu hanya bisa ku bayangkan, namun sekarang sudah terjadi..sudah aku rasakan sendiri. Oh ternyata rasa nya seperti itu ya? Baru tahu..hehe.
Khayalanku yang kedua tentang mu ternyata tidak terwujud. Kamu melupakannya ya? Untuk mengingatkan mu kembali, itu lho,,”jika ada seorang penyelamat yang datang untuk menolongku ketika aku jatuh dari mu oh tangga, yah penyelamatnya seorang pangeran”, yang tampan.. tak bisa aku pungkiri sih, waktu aku terjatuh, memang ada 3 orang cowok di bawah sana. Keadaan kos yang aku tempati seperti itu, di atas kos2an cewek, dan di bawahnya kos2an cowok. Meskipun demikian, tangga untuk menuju kos atas dari samping, bukan dari dalam kos cowok.. Salah seorang dari mereka  mendekatiku untuk menawarkan bantuan, dengan menahan sakit, aku pun menolak bantuannya, bukannya sok kuat sih (walaupun kenyataannya kuat..hehe). seandainya mereka pun mau membantu, apa yang bisa mereka bantu?? Pikirku ketika itu.  Mereka masih saja bertanya kepadaku “yang mana sakit??” ku diam saja dan mengucapkan terima kasih atas perhatian mereka. Yang jelas seluruh tubuhku bagian belakang, ditambah tangan dan kaki ku yang sakit. Tapi aku masih bisa berpikir jernih untuk dapat berdiri sendiri dengan menahan sakit, nanti kalau mereka bantu, pasti mereka akan menyentuhku, ya gak usah saja. Jangankan mereka, jika memang benar2 ada pangeran yang datang menolong, aku Insya Allah belum tentu mau..hehe. akhirnya aku masih diberi semangat oleh Allah untuk berdiri, dan dengan perasaan malu aku pun meninggalkan mereka. Sakitnya tidak seberapa, buktinya sekarang sudah hilang..tapi malunya itu lho yang gak tahan..hehe.
Akhirnya aku pun harus berhati-hati sekarang terhadapmu oh tangga. Ternyata benar apa yang dikhawatirkan oleh orangtua ku terhadap mu selama ini. Aku tidak ingin lagi untuk yang kedua kalinya terjatuh. Apalagi sampai seperti yang ditayangkan dalam film-film, yang berakhir dengan tutup mata selamanya.
Aku tidak mau lagi mengkhayal sesuatu yang aneh2. Sebenarnya aku tidak ingin, namun pikiran ini yang terlalu berlebihan. Seolah-olah tak mampu aku cegah. Terkadang membuat aku tidak mengerti dengan semuanya. Hampir semua yang terlintas di pikiranku terjadi. Salah satu contoh lainnya adalah ketika tiba2 saja aku teringat pak cik aku yang sedang sakit, dan pikiran aku pun mengatakan sebentar lagi akan dipanggil oleh Allah, aku memikirkan itu ketika aku sedang mandi. Setelah selesai mandi, ibu ku pun menelpon aku, kalau pak cik ku baru saja meninggal.  Yang lainnya ketika aku menumpangi sebuah mobil yang membawaku ke suatu kota, ada mobil lain yang melintasi kami, pikiran ku kembali mengatakan kalau mobil tersebut nanti ada masalah, yang terjadi adalah mobil itu bermasalah dengan bannya,. Dan aku juga pernah terjatuh dari motor yang dikendarai oleh teman, aku yang ditumpanginya sebanyak 3 kali, dengan pengendara yang berbeda-beda,  jatuhnya dalam keadaan sadar, karena pikiranku selalu mengatakan akan jatuh..ternyata jatuh beneran akhirnya. Karena aku sadar akan jatuh, maka posisi jatuhnya juga bisa dibuat,,tapi sakit dan biru juga anggota tubuh dibuatnya..hehe.. Aku hanya bisa berharap kepada Allah agar aku dijauhkan dari pikiran2 yang tidak baik, karena aku tidak ingin apa yang aku pikirkan terjadi lagi, apalagi hal-hal yang tidak baik. Ya Allah mohon bantu hamba-Mu ini, tolong jauhkan aku dari pikiran yang terlalu mendalam apalagi menganalisa sesuatu yang terlalu berlebihan, terutama yang tidak baik. Amin.
Selain aku memikirkan yang tidak baik, aku pernah juga memikirkan dan mencoba untuk menganalisa sesuatu yang baik. Insya Allah. Yaitu ketika ada seorang teman yang ingin bertemu dengan diriku, katanya “kapan-kapan saja”, dia tidak tahu tuh, aku sedang mencoba untuk menganalisa perkataannya, lalu pikiranku pun mengatakan pasti dia akan jumpa dengan aku besok, seolah2 dia akan buat sebuah kejutan..pikiran ku memikirkan seperti itu. Karena alamat tempat ku kerja telah ku beritahu kepadanya. Akhirnya, seperti perkiraanku, dia pun datang keesokan harinya. Ketika dia datang pun, aku sudah bisa menebak itu dia, berdasarkan analisaku sendiri. Walaupun aku tahu dia akan datang, tapi aku juga tidak menyukai kedatangan dia yang tiba2, yang buat aku kaget, jadi kalau kejadiannya seperti itu, ada kemungkinan juga neh, kalau aku tidak yakin dengan pikiranku tentang dia akan datang. Atau ada alasan lain??? Ada sih, tapi alasan itu, cukup aku yang tahu. Dan masih banyak contoh2 lainnya. Salah satu contoh lain yang lucu yang pernah terjadi, ketika aku mengambil mata kuliah bersama dengan adik2 angkatan ’07, ada beberapa orang dari mereka yang sering bercanda denganku, yaitu mengejek aku dengan seorang temannya yang laki2 di kelas itu, hal itu sering membuat aku kesal kalau aku bertemu mereka. Tepat ketika ada materi diskusi mata kuliah tersebut,, dan kami pun disuruh oleh dosen untuk bertanya kepada setiap penyaji materi. Akhirnya aku pun bertanya (aktif..biar dapat nilai tambahan..hehe), kemudian disusul oleh pertanyaan dari mahasiswa yang sering diejek teman2nya itu dengan diriku. Pertanyaan demi pertanyaan dikumpulkan dulu oleh moderatornya. Ketika itu aku lagi kesal dengan mahasiswa ini, karena sesuatu hal, sehingga aku mendiamkannya. Saat pertanyaanku telah dijawab oleh teman penyaji diskusi,,sang moderator memberi sepatah kata sebelum membacakan pertanyaan selanjutnya. Pikiranku pun merasakan akan terjadi kesalahan dari sang moderator dalam menyampaikan pertanyaan berikutnya…hatiku berkata jangan sampai hal itu terjadi…namun, hal yang ku takut pun terjadi.,,sang moderator berkata “pertanyaan berikutnya dari si “A” untuk “kak Sri Mulyani”, mendengar itu teman2 di kelas tertawa, apalagi teman2 yang mengejek aku dengan si “A” ini, sedangkan teman2 akrab ku yang juga mengambil mata kuliah itu hanya senyum2 saja melihat itu semua, mereka tersenyum dengan melihat ke arahku, mereka tahu semua tentang aku yang diejek oleh adik2 yang jahil itu. Aku hanya terdiam saja melihat kejadian itu,,lama2 baru aku tersenyum sendiri..sedangkan dosen kebingungan melihat kenapa mahasiswanya pada tertawa semua dengan kejadian itu. Sang dosenkan tidak tahu apa yang membuat mereka tertawa,,yang pasti bukan karena lucunya kejadian itu, tapi ada sesuatu yang buat mereka tertawa. Ada juga hikmah yang dapat aku ambil dari kejadian itu, yaitu hal itu membuat rasa kesal di hati ku terhadap si “A” menjadi hilang..hehe. ada2 saja..sungguh menyebalkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar