Aku adalah seorang
alumni dari Universitas Riau, jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu
Pengetahuan Alam. Gedung perkuliahan kami dahulu ada tiga tingkat. Untuk
mencapai tingkat dua dan tiga kita harus menaiki tangga, maklum gedungnya masih
sederhana, jadi belum ada lift... Setiap aku kuliah di lantai dua atau pun
lantai tiga, sering aku naik turun tangga yang cukup melelahkan kakiku. Tapi
demi semangat belajar “06 (maksudnya tahun 2006) bukan semangat “45 lagi..karena semangat “45 dah lewat..coy..hehe,
capeknya kaki tidak ku hiraukan..lebay mah.. ketika aku melihat tangga, pikiran
ku ntah melayang kemana-mana, tak menentu. Akhirnya pikiranku pun berhenti pada
suatu khayalan. Yah, aku pun berandai-andai. “bagaimana ya rasanya kalau
seandainya aku jatuh dari tangga ini”? pikirku ketika itu. Setiap aku naik
turun tangga belum pernah terjatuh, baik dalam keadaan berlari, jalan dengan
cepat2 apalagi berjalan lamban seperti bebek..(emang jalan bebek kayak mana
ya?? Gak bisa aku niru jalannya..hihi). terkadang sempat juga terpikir oleh ku,
seandainya aku jatuh dari tangga dan tiba2 ada seorang penyelamat..yah seorang
pangeran yang gagah, tampan dan sebagainya..kalau gak salah itu mah kayak
sebuah cerita yang pernah ada di layar lebar mah.. aduh..khayalan tingkat
atas..eh,,tingkat tinggi.
Setelah lulus kuliah,
khayalan tersebut pun musnah bersama perginya jasad ini dari gedung
perkuliahan. Hingga suatu ketika, aku pun bertemu kembali dengan sesuatu yang
membuat aku dulu berkhayal tingkat tinggi, yaitu sebuah tangga. Kenapa tangga
tersebut datang kembali setelah aku pergi meninggalkannya? Mungkin kah ia
kembali untuk mewujudkan salah satu keinginanku dahulu. Ternyata ia tidak
pernah melupakanku, akhirnya ia pun menghampiriku. Mengikuti kemana aku
melangkah, dan menemaniku setiap aku melangkahkan kaki ini. Menemaniku walaupun
sekejap saja, namun setiap hari atau setiap waktu, ketika aku membutuhkannya.
Memanglah dirimu sangat mengerti aku..gimana kamu tidak ada setiap aku butuh?
Ketika aku turun dari tempat aku bernaung seorang diri di sebuah kamar, kamu
ada. Setiap aku pulang dari aktivitas di luar, kamu juga ada. Terkadang aku
bosan melihatmu, karena meskipun kamu selalu ada, kamu membuat aku capek.
Terutama kaki ini. Dan pesan orang yang selalu menyayangi aku, tidak lain
adalah orangtua ku kepada ku adalah agar aku selalu berhati-hati terhadapmu.
Mereka sangat khawatir jika gara2 kamu, akan terjadi sesuatu terhadap diri ini,
yang membahayakan keselamatanku. Yah begitulah mereka memandangmu, di mata
mereka, kamu sangat berbahaya, namun bagiku kamu adalah sesuatu yang tidak
perlu ditakuti.
Hingga suatu ketika,
dengan bersemangat aku pun melewatimu,,tanpa aku sangka kamu pun mengkhianati
kepercayaan ku selama ini. Ntah kenapa dirimu tidak berpihak kepada ku. Kamu
pengkhianat. Kamu telah menyakiti aku, dari ujung rambut hingga ujung kaki. Eh
salah, dari tengkuk, tangan, seluruh tubuh hingga kaki. Semua sakit,,,,sakit… terutama
bagian belakang tubuhku. Namun aku masih bisa bersyukur, karena tangan kanan ku
masih bisa menahan ku, sehingga tidak berakibat yang lebih parah lagi.. tangan
kanan yang banyak mengalami derita, yang pernah diterjang peluru panas dahulu,
tapi ia masih saja kuat terhadap sesuatu yang menimpanya. Yah aku terjatuh
gara2 kamu. Kamu..ya kamu..”Tangga kos
ku”. Satu dari dua khayalanku tentang mu telah terwujud dengan sempurna.
Sekarang aku sudah tahu bagaimana rasanya. Yang dahulu hanya bisa ku bayangkan,
namun sekarang sudah terjadi..sudah aku rasakan sendiri. Oh ternyata rasa nya
seperti itu ya? Baru tahu..hehe.
Khayalanku yang kedua
tentang mu ternyata tidak terwujud. Kamu melupakannya ya? Untuk mengingatkan mu
kembali, itu lho,,”jika ada seorang penyelamat yang datang untuk menolongku
ketika aku jatuh dari mu oh tangga, yah penyelamatnya seorang pangeran”, yang tampan..
tak bisa aku pungkiri sih, waktu aku terjatuh, memang ada 3 orang cowok di
bawah sana. Keadaan kos yang aku tempati seperti itu, di atas kos2an cewek, dan
di bawahnya kos2an cowok. Meskipun demikian, tangga untuk menuju kos atas dari
samping, bukan dari dalam kos cowok.. Salah seorang dari mereka mendekatiku untuk menawarkan bantuan, dengan
menahan sakit, aku pun menolak bantuannya, bukannya sok kuat sih (walaupun
kenyataannya kuat..hehe). seandainya mereka pun mau membantu, apa yang bisa
mereka bantu?? Pikirku ketika itu.
Mereka masih saja bertanya kepadaku “yang mana sakit??” ku diam saja dan
mengucapkan terima kasih atas perhatian mereka. Yang jelas seluruh tubuhku
bagian belakang, ditambah tangan dan kaki ku yang sakit. Tapi aku masih bisa
berpikir jernih untuk dapat berdiri sendiri dengan menahan sakit, nanti kalau
mereka bantu, pasti mereka akan menyentuhku, ya gak usah saja. Jangankan
mereka, jika memang benar2 ada pangeran yang datang menolong, aku Insya Allah
belum tentu mau..hehe. akhirnya aku masih diberi semangat oleh Allah untuk
berdiri, dan dengan perasaan malu aku pun meninggalkan mereka. Sakitnya tidak
seberapa, buktinya sekarang sudah hilang..tapi malunya itu lho yang gak
tahan..hehe.
Akhirnya aku pun harus
berhati-hati sekarang terhadapmu oh tangga. Ternyata benar apa yang
dikhawatirkan oleh orangtua ku terhadap mu selama ini. Aku tidak ingin lagi
untuk yang kedua kalinya terjatuh. Apalagi sampai seperti yang ditayangkan
dalam film-film, yang berakhir dengan tutup mata selamanya.
Aku tidak mau lagi
mengkhayal sesuatu yang aneh2. Sebenarnya aku tidak ingin, namun pikiran ini
yang terlalu berlebihan. Seolah-olah tak mampu aku cegah. Terkadang membuat aku
tidak mengerti dengan semuanya. Hampir semua yang terlintas di pikiranku
terjadi. Salah satu contoh lainnya adalah ketika tiba2 saja aku teringat pak
cik aku yang sedang sakit, dan pikiran aku pun mengatakan sebentar lagi akan
dipanggil oleh Allah, aku memikirkan itu ketika aku sedang mandi. Setelah
selesai mandi, ibu ku pun menelpon aku, kalau pak cik ku baru saja
meninggal. Yang lainnya ketika aku
menumpangi sebuah mobil yang membawaku ke suatu kota, ada mobil lain yang melintasi
kami, pikiran ku kembali mengatakan kalau mobil tersebut nanti ada masalah,
yang terjadi adalah mobil itu bermasalah dengan bannya,. Dan aku juga pernah
terjatuh dari motor yang dikendarai oleh teman, aku yang ditumpanginya sebanyak
3 kali, dengan pengendara yang berbeda-beda,
jatuhnya dalam keadaan sadar, karena pikiranku selalu mengatakan akan
jatuh..ternyata jatuh beneran akhirnya. Karena aku sadar akan jatuh, maka
posisi jatuhnya juga bisa dibuat,,tapi sakit dan biru juga anggota tubuh
dibuatnya..hehe.. Aku hanya bisa berharap kepada Allah agar aku dijauhkan dari
pikiran2 yang tidak baik, karena aku tidak ingin apa yang aku pikirkan terjadi
lagi, apalagi hal-hal yang tidak baik. Ya Allah mohon bantu hamba-Mu ini,
tolong jauhkan aku dari pikiran yang terlalu mendalam apalagi menganalisa sesuatu
yang terlalu berlebihan, terutama yang tidak baik. Amin.
Selain aku memikirkan
yang tidak baik, aku pernah juga memikirkan dan mencoba untuk menganalisa
sesuatu yang baik. Insya Allah. Yaitu ketika ada seorang teman yang ingin bertemu
dengan diriku, katanya “kapan-kapan saja”, dia tidak tahu tuh, aku sedang
mencoba untuk menganalisa perkataannya, lalu pikiranku pun mengatakan pasti dia
akan jumpa dengan aku besok, seolah2 dia akan buat sebuah kejutan..pikiran ku
memikirkan seperti itu. Karena alamat tempat ku kerja telah ku beritahu
kepadanya. Akhirnya, seperti perkiraanku, dia pun datang keesokan harinya.
Ketika dia datang pun, aku sudah bisa menebak itu dia, berdasarkan analisaku
sendiri. Walaupun aku tahu dia akan datang, tapi aku juga tidak menyukai
kedatangan dia yang tiba2, yang buat aku kaget, jadi kalau kejadiannya seperti
itu, ada kemungkinan juga neh, kalau aku tidak yakin dengan pikiranku tentang
dia akan datang. Atau ada alasan lain??? Ada sih, tapi alasan itu, cukup aku
yang tahu. Dan masih banyak contoh2 lainnya. Salah satu contoh lain yang lucu
yang pernah terjadi, ketika aku mengambil mata kuliah bersama dengan adik2
angkatan ’07, ada beberapa orang dari mereka yang sering bercanda denganku, yaitu
mengejek aku dengan seorang temannya yang laki2 di kelas itu, hal itu sering
membuat aku kesal kalau aku bertemu mereka. Tepat ketika ada materi diskusi
mata kuliah tersebut,, dan kami pun disuruh oleh dosen untuk bertanya kepada
setiap penyaji materi. Akhirnya aku pun bertanya (aktif..biar dapat nilai
tambahan..hehe), kemudian disusul oleh pertanyaan dari mahasiswa yang sering diejek teman2nya itu dengan diriku.
Pertanyaan demi pertanyaan dikumpulkan dulu oleh moderatornya. Ketika itu aku
lagi kesal dengan mahasiswa ini,
karena sesuatu hal, sehingga aku mendiamkannya. Saat pertanyaanku telah dijawab
oleh teman penyaji diskusi,,sang moderator memberi sepatah kata sebelum
membacakan pertanyaan selanjutnya. Pikiranku pun merasakan akan terjadi
kesalahan dari sang moderator dalam menyampaikan pertanyaan berikutnya…hatiku
berkata jangan sampai hal itu terjadi…namun, hal yang ku takut pun terjadi.,,sang
moderator berkata “pertanyaan berikutnya dari si “A” untuk “kak Sri Mulyani”,
mendengar itu teman2 di kelas tertawa, apalagi teman2 yang mengejek aku dengan
si “A” ini, sedangkan teman2 akrab ku yang juga mengambil mata kuliah itu hanya
senyum2 saja melihat itu semua, mereka tersenyum dengan melihat ke arahku,
mereka tahu semua tentang aku yang diejek oleh adik2 yang jahil itu. Aku hanya
terdiam saja melihat kejadian itu,,lama2 baru aku tersenyum sendiri..sedangkan
dosen kebingungan melihat kenapa mahasiswanya pada tertawa semua dengan
kejadian itu. Sang dosenkan tidak tahu apa yang membuat mereka tertawa,,yang
pasti bukan karena lucunya kejadian itu, tapi ada sesuatu yang buat mereka
tertawa. Ada juga hikmah yang dapat aku ambil dari kejadian itu, yaitu hal itu
membuat rasa kesal di hati ku terhadap si “A” menjadi hilang..hehe. ada2 saja..sungguh
menyebalkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar