Ramadhan pun tiba
dengan memberikan janji2 yang pasti, janji tentang adanya keampunan dan rahmat
di dalamnya. Maka bagi kita yang ingin mendapatkan janji tersebut pasti
semangat untuk memanfaatkan bukan tersebut dengan sebaik-baiknya.begitu indah
dan manisnya bulan Ramadhan. Panen pahala bertebaran di awal hingga
penghujungnya. Keagungannya membuat semua bersemangat mengisinya.
Bulan Ramadhan
merupakan bulan yang penuh berkah. Definisi berkah menurut Kamus Pintar Bahasa Indonesia
adalah sesuatu yang dianggap karunia Tuhan dan mendatangkan kebaikan. Setiap
kita merasakan berkah tersendiri dengan hadirnya bulan suci itu. Dari sekian
banyak keberkahan yang aku rasakan, salah satunya adalah yang berhubungan
dengan kesehatan.
Pada bulan-bulan di
luar Ramadhan, aku selalu didatangi oleh yang namanya “sari dan awan”, jika
digabung menjadi “sariawan” atau dikenal juga dengan istilah panas dalam. Salah
satu jenis gangguan mulut tersebut sering mengunjungiku. Terkadang aku selalu
mengeluh dengan hal itu, dan berharap dengan gangguan yang lain saja yang
datang jika dibandingkan sariawan. Karena sariawan banyak efek samping yang ku
rasakan. Efek samping itu adalah dapat mengurangi selera makan, sehingga aku
harus bertahan untuk tidak merasakan nikmatnya suatu makanan, apalagi makanan
kesukaan, rasanya sungguh kondisi yang menyiksakan. Hal ini dikarenakan kalau
aku sariawan, parah dan itu akan terjadi selama seminggu atau lebih. Sehingga
terkadang bisa membuat aku terserang demam gara-gara sariawan. Selain,
terganggunya selera makanku, juga bisa membuat aku malas untuk berbicara, mogok
bicara,,karena gak tahan rasa sakitnya jika banyak berbicara. Namun, jika
dipikir-pikir ada hikmahnya juga ya, biar tidak banyak bicara sehingga tidak
banyak dosa akibat mulut. Perasaanku kalau berbicara aku yang baik-baik saja
kok,, lebih banyak diamnya aku,,hehe.. dahulu setiap sariawan melanda diriku,
aku malas sekali mengangkat telpon dari abangku, dan aku mengirim pesan singkat
kalau aku gak bisa bicara gara-gara sariawan, jadi jangan telpon!! Itu yang ku
katakan. Jadi abang, kakak ipar serta ortuku (kebetulan mereka berkumpul di
rumah ketika itu) membayangkan betapa besarnya sariawan yang ku derita. Akan
tetapi ketika aku menceritakan bukan sebesar yang mereka bayangkan, mereka
menertawakanku. Sebenarnya bukan masalah besar atau kecilnya bro?? tapi, itu
lho sakitnya,,,,sakit itu hanya bisa dirasakan oleh yang mengalaminya, bukan
yang lain. Apalagi sariawannya ada dua atau tiga, satu saja sudah menyengsarakan,
gimana kalau lebih….waduh!! ada satu lagi yang teringat olehku jika berhubungan
dengan sariawan. Karena jika sariawan aku sering mengeluh kesakitan kepada
temanku ketika itu, lalu kata teman ku “ Sabar..”, mungkin karena aku sering
mengeluh makanya sariawan tetap setia datang menemuiku,,”ujar sang teman”.
Pikiranku pun berkata mungkinkah benar apa yang temanku katakana itu? Sehingga
pikiranku membawaku ke suatu analogi. Yah, mencoba menganalogikan sariawan
dengan kata-kata tentang ujian. Tidak lain itu adalah “Allah menguji saya,
karena saya sering mengeluh, berarti saya belum lulus ujian itu..maksudnya
Allah memberi saya ujian berupa sariawan, tapi karena saya tidak bersabar alias
sering mengeluh, akhirnya saya akan tetap diuji dengannya, sampai saya
benar-benar lulus dari ujian itu. Begitulah saya mencoba untuk menganaloginya..
waduh, kayaknya analogi saya itu tidak bisa diibaratkan dengan itu. Hehe..Mungkin
ada faktor lain yang menyebab itu semua, seperti faktor makanan (sedikit
konsumsi vitamin C misalnya) atau yang lainnya. Entahlah..
Sariawan pun kembali
menghampiriku, dua hari sebelum Ramadhan. Jujur jika berhubungan dengan yang
namanya sariawan, aku merupakan orang yang tidak bisa bersabar. Aku berharap
secepatnya ia pergi, sehingga aku bisa menjalankan puasa dengan tenang tanpa
gangguannya. aku membayangkan betapa aku nanti mengalami kesulitan untuk makan,
menggosok gigi dan sebagainya. Hal tersebut akan mengganggu puasaku. Alhamdulillah
ketika hari pertama puasa datang, akhirnya ia pun hilang. Akhirnya aku pun
merasa lega dengan kepergiannya.
Itulah salah satu
keberkahan yang aku rasakan ketika Ramadhan tiba. Aku tidak pernah sariawan
jika aku berpuasa, apalagi pada bulan Ramadhan. Jadi, jika aku tidak dihinggapi
oleh sariawan, kayaknya mesti sering membiasakan puasa sunnah neh di
bulan-bulan lainnya..hehe..
Kesimpulan, dengan
berpuasa semua penyakit hilang atau pergi, jadi dengan berpuasa dapat
menyehatkan. Insya Allah. Mari kita berpuasa…!!!! Selamat berpuasa friend…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar