Sabtu, 10 Agustus 2013

CERITA RAMADHANKU (Part 1)



Ramadhan pun tiba dengan memberikan janji2 yang pasti, janji tentang adanya keampunan dan rahmat di dalamnya. Maka bagi kita yang ingin mendapatkan janji tersebut pasti semangat untuk memanfaatkan bukan tersebut dengan sebaik-baiknya.begitu indah dan manisnya bulan Ramadhan. Panen pahala bertebaran di awal hingga penghujungnya. Keagungannya membuat semua bersemangat mengisinya.
Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah. Definisi berkah menurut Kamus Pintar Bahasa Indonesia adalah sesuatu yang dianggap karunia Tuhan dan mendatangkan kebaikan. Setiap kita merasakan berkah tersendiri dengan hadirnya bulan suci itu. Dari sekian banyak keberkahan yang aku rasakan, salah satunya adalah yang berhubungan dengan kesehatan.
Pada bulan-bulan di luar Ramadhan, aku selalu didatangi oleh yang namanya “sari dan awan”, jika digabung menjadi “sariawan” atau dikenal juga dengan istilah panas dalam. Salah satu jenis gangguan mulut tersebut sering mengunjungiku. Terkadang aku selalu mengeluh dengan hal itu, dan berharap dengan gangguan yang lain saja yang datang jika dibandingkan sariawan. Karena sariawan banyak efek samping yang ku rasakan. Efek samping itu adalah dapat mengurangi selera makan, sehingga aku harus bertahan untuk tidak merasakan nikmatnya suatu makanan, apalagi makanan kesukaan, rasanya sungguh kondisi yang menyiksakan. Hal ini dikarenakan kalau aku sariawan, parah dan itu akan terjadi selama seminggu atau lebih. Sehingga terkadang bisa membuat aku terserang demam gara-gara sariawan. Selain, terganggunya selera makanku, juga bisa membuat aku malas untuk berbicara, mogok bicara,,karena gak tahan rasa sakitnya jika banyak berbicara. Namun, jika dipikir-pikir ada hikmahnya juga ya, biar tidak banyak bicara sehingga tidak banyak dosa akibat mulut. Perasaanku kalau berbicara aku yang baik-baik saja kok,, lebih banyak diamnya aku,,hehe.. dahulu setiap sariawan melanda diriku, aku malas sekali mengangkat telpon dari abangku, dan aku mengirim pesan singkat kalau aku gak bisa bicara gara-gara sariawan, jadi jangan telpon!! Itu yang ku katakan. Jadi abang, kakak ipar serta ortuku (kebetulan mereka berkumpul di rumah ketika itu) membayangkan betapa besarnya sariawan yang ku derita. Akan tetapi ketika aku menceritakan bukan sebesar yang mereka bayangkan, mereka menertawakanku. Sebenarnya bukan masalah besar atau kecilnya bro?? tapi, itu lho sakitnya,,,,sakit itu hanya bisa dirasakan oleh yang mengalaminya, bukan yang lain. Apalagi sariawannya ada dua atau tiga, satu saja sudah menyengsarakan, gimana kalau lebih….waduh!! ada satu lagi yang teringat olehku jika berhubungan dengan sariawan. Karena jika sariawan aku sering mengeluh kesakitan kepada temanku ketika itu, lalu kata teman ku “ Sabar..”, mungkin karena aku sering mengeluh makanya sariawan tetap setia datang menemuiku,,”ujar sang teman”. Pikiranku pun berkata mungkinkah benar apa yang temanku katakana itu? Sehingga pikiranku membawaku ke suatu analogi. Yah, mencoba menganalogikan sariawan dengan kata-kata tentang ujian. Tidak lain itu adalah “Allah menguji saya, karena saya sering mengeluh, berarti saya belum lulus ujian itu..maksudnya Allah memberi saya ujian berupa sariawan, tapi karena saya tidak bersabar alias sering mengeluh, akhirnya saya akan tetap diuji dengannya, sampai saya benar-benar lulus dari ujian itu. Begitulah saya mencoba untuk menganaloginya.. waduh, kayaknya analogi saya itu tidak bisa diibaratkan dengan itu. Hehe..Mungkin ada faktor lain yang menyebab itu semua, seperti faktor makanan (sedikit konsumsi vitamin C misalnya) atau yang lainnya. Entahlah..
Sariawan pun kembali menghampiriku, dua hari sebelum Ramadhan. Jujur jika berhubungan dengan yang namanya sariawan, aku merupakan orang yang tidak bisa bersabar. Aku berharap secepatnya ia pergi, sehingga aku bisa menjalankan puasa dengan tenang tanpa gangguannya. aku membayangkan betapa aku nanti mengalami kesulitan untuk makan, menggosok gigi dan sebagainya. Hal tersebut akan mengganggu puasaku. Alhamdulillah ketika hari pertama puasa datang, akhirnya ia pun hilang. Akhirnya aku pun merasa lega dengan kepergiannya.
Itulah salah satu keberkahan yang aku rasakan ketika Ramadhan tiba. Aku tidak pernah sariawan jika aku berpuasa, apalagi pada bulan Ramadhan. Jadi, jika aku tidak dihinggapi oleh sariawan, kayaknya mesti sering membiasakan puasa sunnah neh di bulan-bulan lainnya..hehe..
Kesimpulan, dengan berpuasa semua penyakit hilang atau pergi, jadi dengan berpuasa dapat menyehatkan. Insya Allah. Mari kita berpuasa…!!!! Selamat berpuasa friend…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar