Sabtu, 10 Agustus 2013

RUNNING IS MY HOBBY



Banyak orang yang tidak percaya kalau aku mempunyai kemampuan dalam berlari. Lari aku yang cepat, secepat kilat (gak segitunya kaleee…just kidding..hehe), setidaknya sih lebih cepat dibandingkan teman-teman aku yang sejenis ..sama-sama female. Kenapa orang2 gak percaya? Maybe, mereka melihat my body is small. Kalau dipikir2, postur badan yang kecil itu sangat mendukung untuk berlari dengan cepat dibandingkan orang yang berpostur besar alias gemuk. Gimana sih orang2 neh? Atau karena my face yang imut dan kalem, sehingga mustahil aku memiliki kemampuan berlari. Tidak selamanya penampilan menjadi tolak ukur kita paham betul tentang seseorang, baik kemampuannya atau kepribadiannya. Jadi harus hati-hati dalam menilai seseorang. Terkadang penampilan bisa menipu.
Lho kok bisa aku mengatakan lariku cepat? Ini terbukti ketika ada olahraga lari di sekolah, dari Sd hingga SMA aku sering berada di garis terdepan, kecuali kalau digabung dengan anak cowok, posisiku selalu di belakang mereka. Cowok dengan cewek itu memiliki perbedaan langkah. Langkah cowok lebih lebar atau panjang dibandingkan cewek, jadi wajarlah mereka menang. Jangankan lari, dalam berjalan saja mereka lebih cepat dibandingkan cewek. Ingatku ketika aku pernah berjalan di belakang seorang cowok. Terpikir olehku ingin mendahuluinya. Aku melihat dia berjalan dengan santai, jadi aku percepat langkahku agar berada di depannya, tapi setelah ku percepat langkah, aku tetap tidak bisa mendahuluinya. Sehingga ku bertanya kepada diri sendiri, kenapa gak bisa didahului?? Ketika itu aku belum tahu kalau langkah cowok lebih panjang dari cewek. Ku hanya tersenyum sendiri. Tapi tidak semua cowok sih yang bisa mengalahkan lariku..hehe. Contohnya nanti saja dibahas..he..he.
Memutar memori lagi ke masa-masa SMA dulu, ketika jam olahraga berbunyi, semuanya berkumpul di lapangan, kebetulan saat itu pengambilan nilai olahraga untuk nilai ujian. Alhamdulillah, olahraganya lari, sehingga aku santai-santai saja. Karena aku yakin nilaiku bagus kalau olahraga yang bisa aku lakukan. Lari menggunakan kaki, kalau olahraga berhubungan dengan tangan, aku lemah pasca tragedi pernah tertembaknya tangan kananku dulu..sehingga kalau ada penilaian olahraga menggunakan tangan, aku gak semangat,,tapi walaupun lemah, aku tetap berusaha melakukannya dengan sebaik-baiknya, demi hasil yang baik. Meskipun harus menahan sakit. Sakit sedikit gak apa2 pikirku, asal nilaiku tetap bagus. Namun jika sudah diusahakan, tapi tidak sesuai harapan, aku pasrah. Toh..masih banyak mata pelajaran lainnya yang bisa mempertahankan prestasi akademikku (maklum, aku memiliki jiwa pesaing, sehingga gak mau dikalahkan dengan yang lain).
Sistem pengambilan nilai lari tersebut, kami disuruh lari mengelilingi lapangan depan sekolah sebanyak 3 kali putaran, aku gak tahu berapa panjang lapangannya. Teman-teman ku yang lainnya memakan waktu di atas 2 menit, sedangkan diriku hanya 1 menit lebih..termasuk yang cowoknya, mereka semua di atas 2 menit. Lho kok bisa? What happen? Eitttttts tunggu dulu, jangan keburu memberi cap jempol kepadaku..kenapa yang cowok bisa menghabiskan waktu di atas 2 menit?  ya pastilah,,mereka melakukan lari sebanyak 5 kali putaran, sedangkan cewek hanya 3 kali putaran..ha,ha,ha,
Mungkinkah aku sering berlari, sehingga aku bisa berlari dengan cepat? Atau semangat bersaing dalam diriku yang membuat aku berkemampuan untuk berlari dengan cepat? Pertanyaan kedua ini, banyak atau sedikitnya bisa juga dijadikan penyebabnya. Why not? Ketika kita memiliki jiwa pesaing, selalu ingin menjadi pemenang dalam setiap perlombaan yang kita ikuti atau menjadi terdepan dalam banyak hal, atau sampai ke puncak ambisi yang menggebu-gebu. Untuk mewujudkan itu semua, pasti kita akan mengerahkan semua kemampuan yang kita miliki, tidak setengah2. Dan insya Allah, apa yang kita inginkan akan tercapai. Selain itu kemampuan juga sangat menentukan, jika hanya memiliki keinginan, namun kemampuan tidak ada, pasti hasilnya juga tidak memuaskan. Contohnya, aku lemah dalam olahraga menggunakan tangan, jadi walaupun keinginanku selalu besar untuk bisa memenangkan segala hal, karena sesuatu hal, aku tidak mampu melakukannya, akhirnya tidak bisa juga. Jadi antara keinginan dengan kemampuan harus berbarengan. Namun, tidak selamanya juga 2 hal tersebut (keinginan dan kemampuan) harus kita miliki, sehingga apa yang kita impikan dapat menjadi kenyataan. Yang paling menentukan dari 2 hal itu adalah keinginan. Jika kita memiliki keinginan, namun kita merasa tidak memiliki kemampuan, apa yang kita impikan, masih tetap akan bisa kita gapai, jika kita mau berusaha untuk belajar, sehingga awalnya tadi kita tidak mampu melakukannya, karena ada usaha untuk belajar,,akhirnya kita akan bisa. Kecuali seperti kondisi tanganku tadi, memang tidak bisa lagi untuk dikompromi, ntar patah tanganku kalau dipaksa,,hehe. Kita bisa mengambil contoh, seseorang yang memiliki keinginan yang kuat untuk membuka usaha makanan misalnya, tapi tidak punya ilmu sedikitpun tentang makanan dari A sampai Z..namun karena keinginan yang kuat tersebut, akhirnya dia tetap maju tanpa mundur sebelum mencobanya. Mencoba untuk mempelajari yang berhubungan dengan makanan, yang penting selalu mencoba. Percayalah kalau ada keinginan pasti ada jalan. Beda dengan orang yang hanya memiliki kemampuan, tapi tidak memiliki keinginan. Misalnya, orang yang mempunyai suara yang merdu, tetapi dia tidak ada keinginan untuk menjadi penyanyi..akhirnya tidak jadi penyanyi..dan masih banyak contoh lainnya.
Kembali ke pertanyaan pertamaku tadi, mungkinkah karena ku sering berlari, sehingga melatih kecepatan lariku? Bisa juga iya. Ada beberapa hal yang sering membuat aku berlari, yaitu:
Pertama: semasa Sd aku sering lari malam hari, kejadian pertama: aku pergi mengaji di sebuah surau seorang diri, karena my old n young brother tak pergi ketika itu, ntah kenapa? Aku gak ingat. Malas mungkin,  aku tetap rajin,,hehe, mengajinya siap magrib. Sesampainya di surau, aku mendapati keadaan surau yang sepi, gak ada tanda anak2 mau ngaji, aku tanyalah kepada seorang bapak yang ada di dalam surau kenapa gak ngaji malam ini? Kata bapak itu ada masyarakat yang meninggal, makanya tidak mengaji,,lho apa hubungannya? Mungkin mau pergi takziah.. hehe. Setelah itu aku langsung pulang, jarak antara surau dengan rumahku sekitar 1,5 atau 2 km lah,,aku dapati rumah2 yang ku lalui dalam perjalanan sepi banget, gak ada orang di jalan yang ku tempuh, maklum tinggal di kampung waktu itu. Lalu terpikirlah olehku tadi ada orang yang meninggal, langsung ketakutan menghinggapi diriku. Tanpa banyak pikir lagi, ku siapkan diri untuk berlari menuju rumah..kalau dipikir2 belum malam kalilah, palingan sekitar jam 19.00 atau 19.30 wib.. yah..maklum masih kecil, jadi belum jernih berpikir,,apalagi tentang hantu2.. kejadian kedua: aku disuruh tinggal sendiri di rumah, orangtua ku pergi ke pasar, ada layar tancap, sedangkan adik n abangku aku gak tahu mereka kemana, ceritanya juga aku kurang ingat, mungkin ketika itu adik n abangku pergi nonton layar tancap, lalu karena mereka belum pulang, ortu ku nyari mereka, adalah sekitar jam 9 malam ketika itu, aku disuruh tetap di rumah, tapi aku nunggunya di luar rumah, di depannya, berarti ceritanya seperti ini mungkin..mungkin kunci rumah ada dengan anggota keluarga yang lain, jadi ortu kesana mau ngambil kuncinya..jadi ku disuruh tetap nunggu di depan rumah,,,ingatanku kurang untuk mengingatnya,,yang pasti masih seputar itulah..gak tahuku lagi mana cerita yang benar, ku gak mau berbohong. Yang pasti aku sendiri ketika itu. Dalam kesendirian, tiba2 listrik mati.. ortuku juga belum datang, langsung saja aku susul mereka, jarak rumah dengan pasar lebih kurang 1,5 km lah..aku nyusulnya dengan berlari, abis sepi banget, rumah penduduk juga dikit.. L
Kedua: masih semasa Sd, aku sering diganggu anak2 cowok teman sekolahku, maklum..aku kan manis,,hehe, benci kalilah aku, pulang sekolah aku selalu dikejar oleh mereka lebih dari 5 orang.. kalau dikejar, larilah aku..untung aja lari ku lebih kencang dari mereka, sehingga aku gak terkejar. Kalau ingat itu, sekarang mau aku tinju tuh mereka.. disambung lagi waktu SMP, aku diganggu seorang anak cowok waktu sedang shalat magrib di mesjid, aku gak ada punya masalah dengan dia, karena aku baru pindah ke kota itu..jadi aku gak kenal. Dia temannya temanku, tapi kenapa aku yang diganggu?? Suka mungkin sama aku tuh anak..dasar. orang sedang shalat diganggu, jadi dia ke mesjid, bukan untuk shalat, tapi untuk mengganggu orang lain. Selesai shalat, emosiku naik (aneh,,seharusnya selesai shalat pikiran jd tenang, gimana mau tenang coba,,shalatnya diganggu oleh syetan berwujud manusia..ha ha..sorry friend,,) ku cari dia, rupanya dia ada di depan mesjid,,langsung ku tendang kakinya, kayaknya dia mau balas, langsung aku lari,,dikejarnya aku sampai ke rumah, tapi aku gak lari ke rumahku, ku lari ke rumah tetanggaku, sekitar 7 rumah dari rumahku, abisnya kalau lari ke rumah, aku ntar yang kena marah sama bapakku, “palingan ku dibilang gini jangan dekat2 dengan mereka, biar gak diganggu” pikirku ketika itu. Siapa juga dekat dengan mereka,,mereka aja yang cari masalah duluan. Makanya ku lari rumah tetangga..
Ketiga: dahulu, aku lari ketika ada orang gila yang berlari ke arahku, bingung aku lihatnya, kadang gila kadang tidak. Gilanya kambuh gitu. Jadi aku sangka dia mau ngejar aku, sehingga membuat aku lari sambil teriak manggil ibu. Tapi, setelah ku sampai di rumah, orang itu masih tetap lari, eh ternyata..ada tetangga aku yang manggil dia..ha,ha,aha kami pun tertawa.
Keempat: aku dulu sering bermain dengan anjingku,,eh bukan anjingku deng..anjing yang dipelihara oleh my father,,karena aku gak mau mengklaim anjing itu anjingku, gak suka aku do,,kalau kucing iyalah..hehe. seekor anjing yang pintar..walaupun aku gak suka ia, ia tetap mau main dengan ku..aku ajaklah anjing neh lomba lari..mengitari halaman rumah, mau ia,,aku lari duluan, ia mengikutiku di belakang,,sambil melompati pagar,,asyiklah kami berlari sampai kelelahan..yang lucunya, aku berhenti duluan, ia masih lari..haha..akhirnya ia pun berhenti karena capek…
Masih banyak kejadian lainnya, yang tak mungkin dipaparkan semuanya.
Karena aku sering berlari, sehingga cara berjalan aku juga cepat,, dalam keadaan terburu maupun tidak. Pernah ketika, pulang dari pasar, aku dan ibu mau pulang ke kos aku, maklum posisi lagi di pekanbaru, masih ada perjalanan sekitar 1 km lebih lah dari simpang menuju kos aku, ibu ku kecapean, jadi beliau mau naik ojek saja, yah aku persilakan beliau naik ojek, sedangkan diriku tetap berjalan kaki. Aku berjalan tetap dengan gaya jalanku, sampai di kos, langsung ibuku bilang, cepat kali sampainya, “mamak aja baru saja nyampe..” aku yang jadi heran, “yah gak tahu lah,,yang jelas iee (panggilanku khusus kepada my family) dah sampai,”,hehe.
Karena sudah biasa berjalan dengan cepat, aku sering kesal juga kalau berjalan dengan orang yang jalannya santai ibarat pengantin jalan.
Kemampuan berlariku dan aku sering berlari, membuat lari salah satu hoby aku. Sehingga kalau aku terjatuh, selalu dikait2kan dengan aku yang suka lari, sehingga jatuh ahkirnya,,”makanya jalannya pelan2, jangan lari2” begitulah pesan dari ortuku di waktu ku terjatuh.
Pernah suatu ketika  perkenalan dalam kelompok pengajian yang baru, ketika ditanya apa hobyku, ku jawab lari..teman2ku heran dan bertanya2 kenapa hobyku bisa lari. Aku hanya tersenyum. Dan ditambah lagi sebagai gurauan mereka kepada diriku, waktu menetapkan iqob yang tepat untuk setiap rencana yang telah disepakati adalah lari keliling lapangan, karena aku suka lari..dalam hati aku hanya bisa berkata “emangnya yang telat diriku? Gak lah ya,,jadi percuma juga lari iqobnya, toh gak tersalur juga hobyku karena itu,,nanti kalian sendiri yang melakukannya…”hehe). Dengan sedikit ketawa, aku bilang,,”emang kakak yang suka telat??” Yang lain tertawa akhirnya.
Sempat juga dahulu terpikir olehku, aku akan mencari calon pendamping hidup, orang yang bisa lomba lari denganku, dan jika aku yang kalah, akan aku terima…jadi sebagai salah satu syarat dariku..ha,ha,ha ada-ada saja.
Apakah sekarang aku masih bisa berlari dengan cepat? Entahlah…..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar