Sabtu, 10 Agustus 2013

JAVANESE



My mother pernah berpesan kepada saya kalau memilih suami besok orang jawa saja. Karena menurut beliau, orang jawa rajin-rajin. Apa benar yah? Kalau menurut saya sih, itu tergantung kepada individunya masing-masing. Tidak semuanya juga orang jawa itu rajin-rajin dan tidak semuanya juga orang dari suku bangsa lainnya yang tidak rajin. Mungkin, sebagian besar orang jawa identik dengan sifatnya yang rajin bekerja. Hal ini bisa kita lihat, banyak tenaga kerja yang berasal dari kalangan orang jawa, seperti tenaga buruh, pekerja bangunan, dll (masak contohnya pekerjaan seperti itu sih? Hehe..Saya berbicara berdasarkan apa yang pernah saya lihat), atau bahkan tenaga kerja di luar Negeri seperti TKI dan TKW itu banyak berasal dari daerah jawa. Kenyataan itulah yang menyebabkan orang jawa terkenal dengan rajinnya. Kalau saya sendiri melihatnya memang benar juga sih, mereka mau bekerja, apapun pekerjaannya, tanpa melihat besar atau kecilnya gaji yang akan mereka terima, bagi mereka yang penting adalah dapat menghasilkan uang untuk kebutuhan mereka sehari-hari. Coba kita bandingkan dengan orang di luar suku jawa, ada mereka yang mau bekerja melihat kerjanya dulu, apa berat atau ringan, gajinya besar atau kecil. Setelah melihat kedua hal tersebut terkadang membuat mereka malas untuk bekerja, karena jenis pekerjaan dan gaji yang diterima tidak sesuai dengan keinginannya. Sehingga mereka lebih baik menjadi pengangguran saja, daripada bekerja. Sungguh aneh ya kalau masih ada orang yang berpikir seperti itu. Menjadi pengangguran itu malah akan menjadi beban orang-orang di sekitarnya, baik keluarganya sendiri maupun orang lain. Sedangkan sudah bekerja saja, masih dapat bantuan juga dari pihak keluarga sendiri (ngaku sendiri deh,,heeh), apalagi jika tidak ada usaha untuk bekerja sedikitpun. Meskipun seperti itu, kita tidak boleh mengklaim bahwa yang bukan orang jawa adalah pemalas semuanya, ada kok yang rajin. jadi, itu semua kembali kepada kepribadian dari individu masing2.
Kembali ke cerita awal saya tentang criteria cari pasangan. Meskipun saya percaya  rajin atau tidaknya seseorang bukan tergantung kepada suku apa yang mereka sandang. Saya tetap berniat mencari pasangan berasal dari suku jawa. Selain ingin memberikan hadiah menantu dari suku jawa untuk my mom seperti keinginannya, saya juga berpikir untuk menciptakan lingkungan keluarga atau keturunan yang bervariasi. Karena dalam sejarahnya belum ada anggota keluarga saya yang keturunan jawa. Sungguh aneh terkadang, anggota keluarga kami tidak ada yang berasal dari keturunan jawa. Namun, banyak orang2 yang menyangka saya adalah orang jawa ketika mereka baru mengenal saya, mereka mengira saya orang jawa dari nama dan wajah saya yang seperti orang jawa. Terkadang saya juga sering mendapat ejekan dari keluarga kalau saya adalah jawa sesat, maksudnya yang tersesat masuk dalam keluarga kami. Tega amat sih mereka mengatakan seperti itu..huhu,,sedih tidak dianggap melayu tulen. Melayu tulen? Berbahasa melayu saja saya tidak bisa. Sayakan sering berbahasa menggunakan bahasa Indonesia, jadi daripada pusing2 saya orang apa? Yah saya orang Indonesia..hehe. Terkadang ada juga yang mengira saya orang jawa, karena cara saya berbicara. Memang begitu ciri khas saya, yah mau gimana lagi ?? Terkadang jika ada orang2 yang bilang saya orang jawa, dan saya mengatakan saya bukan orang jawa, melainkan orang melayu. Kenapa seperti orang jawa tanya mereka? yah saya candain saja, kalau nanti jodoh saya orang jawa..pede amat sih, yah harus pede lah dan harus diwujudkan. Chayoo deh!!
Kenapa saya sempat terpikir untuk memvariasikan keturunan? Ya iyalah..biar tidak menoton, abang saya dapat orang minang, adik saya sepertinya orang melayu, insya Allah, jadi saya harus cari yang lain lah,,yah jawa aja deh..saya kan mau berbeda juga, gak mau ngikut-ngikutlah. Terlalu panjang pikiran saya, mungkin membuat sebagian orang berpikir saya orang yang aneh dan ada-ada saja. Yah begitulah saya, dengan ciri khas saya tersendiri dalam berpikir dan menganalisa sesuatu.
Karena niat untuk mencari pasangan orang jawa sudah terpatri dalam sanubari saya, saya pun hanya focus kepada yang bersuku jawa saja. Kalau ada yang lain mencoba untuk mendekat, langsung saya tidak ngeh, hati juga tidak tertarik sedikit pun. Pernah suatu ketika ada yang mau dengan saya, tapi karena bukan berasal dari suku jawa, saya langsung tidak berminat, tanpa berpikir lagi. Lalu ada teman saya yang bilang kepada saya, mencari pendamping itu jangan memandang dari suku apanya yang penting agamanya, kalau baik agamanya kenapa tidak diterima saja. Memang benar sih apa yang dikatakan teman saya tadi. Setiap kita punya prinsip tersendiri, begitu juga dengan saya, saya maunya seperti itu, kan yang akan menjalaninya nanti itu saya, jadi harus sesuai dengan rencana saya lah dalam memutuskan dan memilihnya. Yang pasti saya punya rancangan tersendiri.
Dahulu saya pernah berpikir juga, saya akan mencari pendamping orang yang berdomisili di luar Rokan Hulu dan bukan orang Rokan Hulu dimana pun dia berdomisili. Namun seiringnya waktu, saya pun merubah rencana, saya mencari pendamping yang bersuku jawa dimana pun dia berdomisili, baik jawa tengah, jawa medan, atau jawa rohul..tidak masalah, yang penting jawa..hehe.
Bagi saudara2 saya yang tertarik dengan saya (bukannya GR lho, tapi mana tahu ada,,kalau tidak ada yang tertarik ya gak apa2 kok..hehe) yang bukan orang jawa, tolong banget jangan coba untuk mendekati saya dalam artian ingin menjadikan saya sebagai pendamping hidup saudara2, saya katakan seperti ini, karena saya tidak mau membuat saudara2 kecewa, lebih baik saya katakan sekarang. Maaf ya, memang inilah salah satu prinsip saya. Sikap baik saya kepada saudara2 itu hanya sebagai sesama makhluk sosial saja, kan kita disuruh untuk berbuat baik kepada semua orang. Kebaikan saya jangan disalah artikan sebagai bentuk yang lainnya. Karena saya bukanlah tipe orang yang mudah menyukai seseorang. Saya berbeda dengan yang lainnya, jika saya menyukai seseorang itu karena saya telah meniatkan di hati terlebih dahulu untuk menyukainya, bukan karena perhatian yang diberikan atau bentuk lainnya, manatahu saja tingkah laku yang menyebalkan menurut saya malah saya menyukainya..Dalam menyukai seseorang, bagi saya cukup satu saja, jika ada yang lain coba untuk memikat hati saya dengan caranya masing-masing, Insya Allah saya tidak tergoda dan tidak tertarik. Dan perasaan saya itu bertahan sampai orang yang saya suka ternyata tidak menyukai saya misalnya..karena saya selalu berpikir secara rasional, dan saya adalah tipe orang yang setia menjaga perasaan. Sekarang, apakah ada orang yang saya suka dan saya simpan namanya di hati saya, ada atau tidak cukup Allah saja yang tahu. Kalau pun ada misalnya, jika suatu saat berjodoh, Alhamdulillah..namun jika tidak (karena jodoh Allah yang menentukannya), saya hanya bisa memohon maaf kepada calon suami saya yang sesungguhnya, karena sudah menempatkan perasaan suka di hati ini, saya sadari betapa hati ini rapuh, dan kita sebagai manusia yang punya perasaan juga tidak bisa menghilangkan perasaan menyukai tersebut. itu adalah lumrah. Maafkan saya yang tidak bisa menjadi seperti Ali yang sebelum menikah dengan Fatimah, hanya menyukai Fatimah, yang akhirnya Ali pun bersatu dengan Fatimah.  Sungguh indahlah cinta yang seperti itu, tapi bagaimana  dengan saya, hati saya terlalu rapuh. Tapi meskipun demikian, jika kamu wahai calon suami saya telah sah jadi suami saya nanti, saya akan sepenuhnya mencintai dan menyayangi serta setia kepada mu hingga ke Syurga-NYA, insya Allah saya akan berbuat yang terbaik untuk dirimu dan menjadikan kamu satu-satunya insan yang istimewa di sisi saya. Janji hati,,berharap dapat terwujud, amin ya rabbal ‘alamin.
Kepada saudara2 saya yang telah saya jelaskan tadi, tolong maklum ya,,bukan maksud diri untuk mendiskriminasi orang2 selain dari orang jawa, tapi sekali lagi saya katakan, saya punya prinsip yang saya harap orang lain mengerti dengan prinsip saya itu. Allah sudah menyediakan jodoh untuk hamba2-Nya. jika kita ingin mendapatkan jodoh yang terbaik, maka kita harus mempersiapkan diri terlebih dahulu untuk menjadi yang terbaik. Jangalah selalu berharap yang terbaik, sedangkan diri kita belum bisa untuk memberikan yang terbaik, jadi harus dimulai untuk memberi yang terbaik, Insya Allah akan mendapatkan hasil yang terbaik, prinsip ini mencakup berbagai segi kehidupan, bukan masalah jodoh saja, tapi untuk masalah2 lainnya juga. Yakinlah, jika kita berusaha selalu untuk melakukan yang terbaik, Allah akan membantu kita.
My mother, semoga harapan my mom untuk mendapatkan menantu orang jawa secepatnya terkabul yah.. Insya Allah, anakmu akan mencari orang jawa yang bukan hanya rajin, tapi yang penting soleh. Karena kalau ia soleh, otomatis ia akan rajin, karena ia tahu tentang itu, namun jika ia rajin, belum tentu ia soleh..misalnya saking rajin bekerjanya, ia bisa lupa dengan yang lainnya, baik ibadahnya dan sebagainya. Jadi, harus cari orang jawa yang soleh. Amin… J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar