Sabtu, 10 Agustus 2013

ILHAM



Ada sebuah kejadian dahulu yang pernah saya alami, ketika saya duduk di sekolah menengah atas (SMA). Ketika guru matematika memberikan tugas rumah alias PR matematika. Sesampai di rumah saya pun mengerjakan PR tersebut dengan sebaik-baiknya. Alhamdulillah semua tugas itu telah selesai saya kerjakan pada siang harinya, namun ada satu nomor lagi yang saya belum menemukan cara bagaimana untuk mendapatkan jawaban yang benarnya. Berbagai cara telah saya coba untuk memecahkannya, tapi tidak juga berhasil. Hal tersebut membuat saya merasa tidak puas, dan pikiran saya selalu memikirkan bagaimana cara menyelesaikannya. Hingga azan Ashar berkumandang menandakan tibanya waktu shalat ashar. Akhirnya saya menghentikan aktivitas untuk menyelesaikan PR tersebut dan bergegas mengambil air wudhu. Setelah itu, saya pun melaksanakan shalat ashar. Dalam keadaan sedang shalat tersebut, pikiran saya terus memikirkan PR yang saya kerjakan tadi. Pikiran saya terus berpikir dan berpikir. Pikiran saya pun mulai menganalisa PR matematika tersebut, dan mulai bekerja untuk menyelesaikannya dari proses awal pengerjaan sampai proses akhir untuk memperoleh jawaban dari nomor yang belum terpecahkan oleh saya itu. Ada sesuatu yang mengarahkan pikiran saya ketika itu untuk menyelesaikannya. Yah, semua proses pengerjaan PR itu terus menari-nari di dalam pikiran saya, dan saya percaya itulah langkah-langkah yang harus saya terapkan untuk mengerjakan PR tersebut. Setelah saya selesai shalat, saya pun mulai mengerjakan PR itu dengan  mengikuti langkah-langkah yang terpikir oleh saya ketika sedang shalat tadi. Alhamdulillah, akhirnya saya menemukan jawabannya. Alangkah senangnya saya dengan hasil tersebut. aneh memang kenapa bisa seperti itu? Yang menjadi pertanyaan adalah apakah yang terjadi pada saya itu merupakan suatu petunjuk atau ilham dari Allah swt atau berupa apa? Hal tersebutkan membuat saya tidah khusyuk dalam mengerjakan shalat. Bukannya ingat kepada Allah, namun ketika shalat malah ingat dengan PR, dan menemukan jawabannya melalui langkah-langkah yang terpikir dalam shalat. Aneh memang..tapi dapat memecahkan soal matematika..hehe..
Masih banyak sih sebenarnya kejadian serupa yang saya alami ketika mengerjakan tugas-tugas sekolah atau kuliah, yang awalnya saya tidak bisa menyelesaikannya, namun melalui analisa dalam pikiran saya yang terus menghantui saya sebelum saya berhenti memikirkannya, akhirnya berhasil juga menemukan jawabannya. Hal itu bisa terpikir oleh saya ketika saya berjalan, melakukan aktivitas lain, atau dalam keadaan termenung. Jadi, jika melihat saya termenung sendiri, jangan khawatir saya akan disambet setan, karena dalam keadaan termenungnya saya, insya Allah banyak hal-hal yang saya pikirkan, bukan kosong belaka. Kejadian ketika shalat itu hanya sekali itu yang terjadi, hanya kejadian yang saya ceritakan di atas tadi. Berharap tidak terjadi lagi untuk selanjutnya, karena patut dipertanyakan tentang kekhusyukan shalat saya, sedangkan tidak memikirkan sesuatu pun belum bisa membuat shalat saya khusyuk..berharap agar saya bisa mengerjakan shalat dengan khusyuk untuk selanjutnya……amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar