Ada sebuah kejadian
dahulu yang pernah saya alami, ketika saya duduk di sekolah menengah atas
(SMA). Ketika guru matematika memberikan tugas rumah alias PR matematika.
Sesampai di rumah saya pun mengerjakan PR tersebut dengan sebaik-baiknya.
Alhamdulillah semua tugas itu telah selesai saya kerjakan pada siang harinya,
namun ada satu nomor lagi yang saya belum menemukan cara bagaimana untuk
mendapatkan jawaban yang benarnya. Berbagai cara telah saya coba untuk
memecahkannya, tapi tidak juga berhasil. Hal tersebut membuat saya merasa tidak
puas, dan pikiran saya selalu memikirkan bagaimana cara menyelesaikannya. Hingga
azan Ashar berkumandang menandakan tibanya waktu shalat ashar. Akhirnya saya
menghentikan aktivitas untuk menyelesaikan PR tersebut dan bergegas mengambil
air wudhu. Setelah itu, saya pun melaksanakan shalat ashar. Dalam keadaan
sedang shalat tersebut, pikiran saya terus memikirkan PR yang saya kerjakan
tadi. Pikiran saya terus berpikir dan berpikir. Pikiran saya pun mulai menganalisa
PR matematika tersebut, dan mulai bekerja untuk menyelesaikannya dari proses
awal pengerjaan sampai proses akhir untuk memperoleh jawaban dari nomor yang
belum terpecahkan oleh saya itu. Ada sesuatu yang mengarahkan pikiran saya
ketika itu untuk menyelesaikannya. Yah, semua proses pengerjaan PR itu terus
menari-nari di dalam pikiran saya, dan saya percaya itulah langkah-langkah yang
harus saya terapkan untuk mengerjakan PR tersebut. Setelah saya selesai shalat,
saya pun mulai mengerjakan PR itu dengan
mengikuti langkah-langkah yang terpikir oleh saya ketika sedang shalat
tadi. Alhamdulillah, akhirnya saya menemukan jawabannya. Alangkah senangnya
saya dengan hasil tersebut. aneh memang kenapa bisa seperti itu? Yang menjadi
pertanyaan adalah apakah yang terjadi pada saya itu merupakan suatu petunjuk atau
ilham dari Allah swt atau berupa apa? Hal tersebutkan membuat saya tidah
khusyuk dalam mengerjakan shalat. Bukannya ingat kepada Allah, namun ketika
shalat malah ingat dengan PR, dan menemukan jawabannya melalui langkah-langkah
yang terpikir dalam shalat. Aneh memang..tapi dapat memecahkan soal
matematika..hehe..
Masih banyak sih
sebenarnya kejadian serupa yang saya alami ketika mengerjakan tugas-tugas
sekolah atau kuliah, yang awalnya saya tidak bisa menyelesaikannya, namun melalui
analisa dalam pikiran saya yang terus menghantui saya sebelum saya berhenti
memikirkannya, akhirnya berhasil juga menemukan jawabannya. Hal itu bisa
terpikir oleh saya ketika saya berjalan, melakukan aktivitas lain, atau dalam
keadaan termenung. Jadi, jika melihat saya termenung sendiri, jangan khawatir
saya akan disambet setan, karena dalam keadaan termenungnya saya, insya Allah
banyak hal-hal yang saya pikirkan, bukan kosong belaka. Kejadian ketika shalat
itu hanya sekali itu yang terjadi, hanya kejadian yang saya ceritakan di atas
tadi. Berharap tidak terjadi lagi untuk selanjutnya, karena patut dipertanyakan
tentang kekhusyukan shalat saya, sedangkan tidak memikirkan sesuatu pun belum
bisa membuat shalat saya khusyuk..berharap agar saya bisa mengerjakan shalat
dengan khusyuk untuk selanjutnya……amin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar