Mimpi, apa sih mimpi
itu sebenarnya? Kebanyakaan orang mengatakan mimpi itu hanyalah bunga tidur.
Sebagai bunga, maksudnya apa ya? Mungkin hanya menghiasi tidur-tidur kita,
hanya sekedar itu, tidak lebih, sehingga dianggap jangan terlalu memikirkan
mimpi. Biarkanlah mimpi hanya sebuah mimpi, tanpa harus terwujud dalam dunia
nyata. Kalau berbicara masalah mimpi, ada beberapa mimpi ku yang menjadi nyata,
yaitu:
1.
Saat aku kelas enam Sd, mimpiku seperti
film2 action, dalam hal ini adegannya diperankan oleh artis2 barat, aku tidak
mengingat semua cerita dalam mimpiku, yang masih bisa ku ingat adalah, ada
sebuah besi besar bulat menimpa seorang perempuan, besi itu seperti besi untuk
olahraga tolak peluru. Ketika besi bulat itu mengenai sang perempuan, aku
langsung terbangun, lalu aku merasa tangan kananku sakit, aku pegang tanganku,
lalu aku panggil kedua orang tuaku, mendengar panggilanku, ayah ku langsung
tersadar dengar bunyi senjata yang sedang di tesnya ketika itu. Ternyata aku
kena peluru dari senjata tersebut, karena ketika tangan kiri ku yang memegang
tangan kananku di angkat oleh ayah, ternyata sudah banyak darah yang mengalir.
2.
Aku bermimpi tentang tetangga ku
meninggal dunia, tetangga yang rumahnya di sebelah rumahku di kompleks
kepolisian, namun ketika itu bapak ini tidak
ada di asrama, bapak ini berada di rumahnya pada suatu daerah. Keesokan
harinya, tiba2 terdengar kabar kalau bapak ini telah dipanggil oleh Allah swt.
Aku pun heran kenapa mimpiku jadi kenyataan? Padahal aku tidak memikirkan bapak
ini.
3.
Ketika kuliah aku sering bermimpi
tentang nilai dalam mata kuliah yang akan aku peroleh, karena kalau berhubungan
dengan nilai, aku selalu memikirkannya, sehingga sering terbawa dalam mimpi.
Beberapa mimpiku tentang nilai, yaitu:
·
Dalam mimpi aku mendapat nilai quiz
salah satu mata kuliah dengan nilai 1.000, kalau dipikir2 aneh ya, mana ada
nilai 1.000,, paling tinggi hanya nilai 100. Karena mimpinya aneh, gak terlalu
aku pikirin. Ketika pembagian nilai quiz tersebut, nilai yang ku peroleh adalah
100. Alhamdulillah, senangnya hatiku ketika itu. Namun aku teringat lagi dengan
mimpi ku yang mendapat nilai 1.000 itu, karena rasa penasaranku, aku lihat lagi
kertas quiz yang telah dibagikan tersebut. aku lihat dengan seksama, kaget aku
lihatnya, ternyata awal nilaiku benar 1.000, tapi berubah jadi 100, karena 0
yang terakhir digabung dengan 0 yang kedua, karena terlihat angka 0 yang
terakhir lebih besar dari yang pertama, sehingga 0 nya menjadi dua, selain itu
ada garis tengahnya, jadi 100 deh. Dosennya salah tulis, awalnya ditulis 1.000,
karena nilai tertinggi hanya 100, yah berubah jadi 100 akhirnya.
·
Dalam mimpi aku mendapat nilai salah
satu praktikum adalah A, memang benar nilai yang aku peroleh adalah A.
·
Pernah juga aku bermimpi nilai salah satu
mata kuliah yang akan aku peroleh adalah dengan nilai E, sedih banget aku
bermimpi seperti itu, aku harap itu hanya sekedar mimpi saja, yang tambah
hancur hatiku ternyata benar aku dapat nilai E, nangis jadinya. Tapi gak
nanggung2 deh, bukan nilai E itu aja yang masuk dalam mimpiku, dosen yang
ngajar mata kuliah itu juga masuk..hehe.
·
Mimpi lagi, dalam mimpiku dosen
mengatakan nilai yang tertinggi adalah aku, seingatku itu nilai quiz juga,,
ketika pembagian nilai tersebut, dosen mengatakan ada salah seorang yang tinggi
nilainya, salah seorang mahasiswa mengatakan pasti si “Fulan”, karena dia yang
terpintar dalam kelas itu. Kemudian dosen mengatakan bukan dia,,tapi dosen lupa
namanya. Maklum ketika itu aku ngulang mata kuliah itu dengan adik2 tingkat,
jadi namaku gak dikenali. Dan aku yakin nilai akulah yang paling tinggi, karena
setelah ku tanya berapa nilai adik yang paling pintar dikelas itu, nilai nya
berada di bawah nilai yang aku peroleh, yang lain juga gak ada yang di atas
nilaiku, mereka semua menyangka nilai si “fulan” itulah yang tinggi, karena aku
diam2 saja. Gak ada yang tahu nilaiku, selain Allah, dosen dan aku. Aku selalu
menyembunyikan nilai2 yang aku peroleh, baik itu nilai jelek atau nilai baik,
itu ku lakukan agar aku bisa terlihat santai dan biasa2 saja, sehingga ketika
aku mendapat nilai jelek, cukuplah hatiku saja yang merasa betapa sedihnya aku,
begitu juga jika nilainya baik. Aku kalau telah mengulang mata kuliah yang dulu
aku dapat nilai jelek, aku mengulangnya dengan sungguh2, aku yakin dulu dapat
nilai jelek karena aku malas belajar, sehingga aku bisa merubahnya, sehingga
harus belajar dengan giat,. Alhamdulillah usaha yang ku lakukan berbuah manis.
Walaupun terkadang penyesalan juga menghampiri diri ini, kenapa gak dari dulu
aku rajin belajar, sehingga tidak mesti mengulang. Tapi yang namanya penyesalan
selalu datang di akhir, walaupun demikian aku masih juga patut untuk bersyukur
karena diberi waktu untuk memperbaikinya. Terkadang ada hikmah lainnya juga,
yaitu dengan mengulang bersama adik2 tingkat, kita jadi banyak kenal dengan
mereka. akhirnya kita juga dihormati sebagai kakak tingkatnya..hehe.
·
Pernah juga aku bermimpi nilai aku dapat
C dan nilai teman ku dapat B. kedua nilai tersebut ada di dalam mimpiku, aku
dan temanku. Cerita dalam mimpinya begini, dalam mimpi aku bertanya kepada
temanku berapa nilai yang dia peroleh? Dia menjawab dapat B, sedangkan nilaiku
aku udah tahu dapat C. Karena mimpiku sering benar, jadi aku malas rasanya
melihat nilaiku di portal. Temanku ternyata telah melihat nilainya di portal,
aku juga yakin kalau dia juga telah melihat nilaiku di portal, karena kami
teman dekat, jadi tahu passwordnya, ketika aku dulu melihat nilaiku, aku juga
sering melihat nilai dia..untuk membandingkan mana yang tinggi nilainya..hehe.
Untuk membuktikan mimpiku, aku tanyalah nilai dia, pasti dapat B ya? Kok tahu
katanya, apa aku udah lihat nilai dia..tanyanya. tahulah ku bilang, tapi aku
belum melihatnya di portal, karena aku udah yakin dengan mimpiku. Karena
temanku dah bilang dia dapat B, aku diam aja lagi. Karena aku yakin banget aku
dapat C seperti dalam mimpi, jadi gak perlu bertanya lagi kepadanya tentang
nilaiku, benar akhirnya aku dapat C.
Itulah sekilas tentang
mimpi2 ku yang jadi nyata, masih ada sih sebenarnya, tapi sepertinya tidak
perlu diceritakan lagi. Cukup yang berhubungan hal2 yang umum saja, kalau yang
benar2 privasi tidak perlulah.
Aku tahu banyak mimpiku
yang menjadi nyata, maksudnya jalan cerita yang di dalam mimpi sama dengan yang
terjadi di dunia nyata. tapi ada juga yang kebalikannya. Terkadang mimpi ada
juga tidak jelas, mimpi hadir hanya
sebatas hiburan saja bagi diriku, dan ada juga setelah bermimpi, apa yang ku
mimpikan terhapus dalam memoriku, sehingga aku tidak tahu apa2 tentang mimpiku
sedikit pun. Kondisi tersebut, membuat aku berpikir logis tentang sebuah mimpi,
mungkin mimpi2 ku yang jadi kenyataan itu hanyalah sebuah kebetulan saja.
Sehingga tidak perlu aku merasa aku mempunyai sesuatu yang lebih. Atau
mempunyai semacam kekuatan atau apalah namanya. Yang pasti aku hanyalah manusia
biasa. Semua yang pernah aku alami, itu hanyalah sebuah kebetulan..yah hanya
kebetulan,,tidak lebih, positifnya semua yang benar mungkin merupakan petunjuk
dari Allah swt.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar