Sabtu, 10 Agustus 2013

AH TERNYATA…##%^*^??!!!



Oplet merupakan salah satu transportasi umum yang sangat ku minati jika berpergian. Terutama masih dalam wilayah kota dimana ku berdomisili saat ini, yakni kota Pekanbaru. Dibandingkan transportasi umum lainnya seperti bus kota, menurutku oplet lebih membuat aku nyaman. Nyaman dari segi aroma jika kita berada di dalamnya. Kalau bus kota, sering membuat aku mau muntah mencium aroma di dalamnya. Walaupun demikian tak bisa dipungkiri juga, aku pun pernah menggunakan jasa transportasi bus kota dalam berpergian. Aku mengalah mau menggunakan bus kota karena sebagai bahan pertimbangan, ongkosnya lebih hemat dibandingkan oplet, mengapa demikian? Karena jika naik oplet kita akan 2 kali bahkan bisa 3 kali naik opletnya untuk sampai ke tempat yang kita tuju, sedangkan menumpangi bus kota hanya sekali. Dan itu pun aku sering mengalah jika berpergian dengan teman2, aku kasihan jika harus memaksakan untuk naik oplet saja. Beda halnya jika aku berpergian dengan my mother, aku selalu memaksa untuk naik oplet saja, my mother selalu menuruti kemauanku..oh ibu..hanya engkau yang selalu memahami diri ini, bukan orang lain. Maafkan anakmu ini yang sering tidak mamahamimu ibu…
Berbicara masalah transportasi, tentu kita tidak terlepas dari nilai yang akan kita keluarkan alias ongkos. Mana mungkin gratis..ya gak? Gratis jika oplet punya babe loe kaleee..hehe. Menurut aku ongkos oplet jauh atau dekat tempat yang dituju itu ongkosnya tetap sama. Yang aku yakini selama ini sekitar 2.500 atau 3.000,,seringnya 2.500. Tetapi orang2 sering bilang kepada ku kalau dekat bayar saja 2.000. Saran itu pun aku turuti, jika tempat yang aku tuju memang benar2 dekat banget menurutku. Sampailah suatu ketika aku dapat pekerjaan di suatu tempat. Tempat tersebut menurut penghematanku dibilang jauh tidak dan dibilang dekatpun tidak. Masih berada di seputaran panam. Tetapi untuk menjangkaunya tetap harus menggunakan sarana transportasi. Kalau ditempuh berjalan kaki, butuh banyak waktu juga, belum lagi memulai aktivitas bekerja, udah ngos2an duluan..atau malah bisa pingsan..hehe.
Setiap hari selain jadwal libur, ku berangkat kerja, aku  menggunakan jasa oplet. Kalau ada uang pas, aku pun membayar ongkosnya sebesar 2.500 atau 3.000. Jika tidak ada uang pas, sang supir oplet kadang mengambil 2.000, kadang 2.500 atau 3.000. Karena perbedaan inilah sehingga membuat aku bingung dalam membayar ongkos. Walaupun demikian, aku tetap memberi ongkos 2.500, kalau sepi penumpang aku kasih 3.000 saja.
Suatu ketika, salah seorang teman tempat ku bekerja bertanya kepadaku. “berapa ongkos yang kakak bayar jika naik oplet? Tanyanya”…aku pun menjawab ‘kadang 2.500, kadang 3.000. Lalu dia mengatakan “kasih saja 2.000 kak..terlalu baik banget kakak kasih ongkos segitu, kan gak jauh tuh,,kalau ongkos bus kota iyalah segitu,,inikan oplet kak,,beda oplet dengan bus kota”. Oo..hanya itu yang bisa ku katakan.
Hingga keesokan harinya, aku pun berniat untuk membayar ongkos oplet cukup sebesar 2.000 saja. Hitung2 bisa menghemat uang ku yang masih tersisa hingga aku terima gaji. Yah maksudnya masih tersisa walau hanya sekedar untuk dapat bayar ongkos pergi dan pulang kerja, (kalau untuk makan, itu mah bisa diatur,,beli telur aja, yang penting tidak berhutang atau tidak meminta pada yang lain)..sehingga aku tidak perlu minta kiriman orang tua lagi pikir ku ketika itu…sedih banget mencoba untuk mandiri..hehe. Ketika berada dalam oplet, telah ku siapkan ongkos sebesar 2.000. Karena melihat sepinya penumpang di waktu itu, penumpangnya dari awal aku naik hingga aku turun hanya aku seorang, ku jadi kasihan melihat bapak supir, rencana awal ku pun berubah. Aku ambil uang 5.000 untuk bayar ongkos, terserah bapak supir mau ambil berapa ongkosnya. Tak ku sangka, ah ternyata bapak supir hanya mengambil 2.000 dan memberikan kembalian 3.000 rupiah kepada ku. Akhirnya aku pun melangkahkan kaki menuju tempat kerja dengan penuh tanda tanya yang melintasi di pikiran ku, terutama tentang kehidupan ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar