Sabtu, 10 Agustus 2013

BINGKISAN BUAT IBU DAN AYAH



Memberi sesuatu kepada orang lain tak kalah membuat kita merasa senang dengan menerima sesuatu dari orang lain. Dibandingkan dengan menerima, memberi (pastinya ikhlas) dirasakan lebih mulia. Seperti makna yang terkandung dalam ungkapan “ tangan di atas itu lebih baik daripada tangan yang di bawah”. Apalagi memberi sesuatu kepada orang-orang yang kita cintai dan sayangi. Memberi tidak selamanya identik dengan benda atau materi. Memberi senyuman kepada setiap orang yang kita temui juga bisa menyenangkan orang lain, memberikan nasehat, memberikan ucapan terima kasih ketika kita membeli gorengan, tentunya setelah kita membayarnya, baru ucapkan terima kasih..memberi kata maaf kepada orang yang bersalah kepada kita, dan sebagainya. Sudah lumrah rasanya kalau kita memberi sesuatu kepada yang lain akan membuat mereka senang, karena pada hakikatnya manusia itu akan merasa senang terhadap pemberian. Coba tanya siapa manusia yang tidak senang jika mendapatkan hadiah dari yang lain? Apalagi dari seseorang yang special di hatinya..aduh romantisnya…jangan salah persepsi dulu yah,,maksudnya oleh suami atau istrinya. Bukan pacar yang saya maksud..kalau pacar, buang aja ke laut..jangan pacaran!!!hehe..orang yang special, yaitu orang tua kita, saudara-saudara kita atau yang lainnya yang kita anggap special. Okay..
Alhamdulillah, karena saya sudah bekerja dengan mendapatkan gaji yang lumayanlah,,dibilang banyak tidak, sedikitpun tidak,,berapapun bagi saya sudah cukup, banyak atau sedikitnya jika kita merasa cukup dengan itu semua, insya Allah kita akan merasa tercukupi. Pada lebaran ini saya akan memberikan sebuah bingkisan untuk ibu dan ayah. Saya berharap apa yang saya beri bisa membuat mereka senang. Meskipun pemberian itu tidaklah seberapa. Mumpung saya masih diberi nafas oleh sang Khalik menghirup segarnya dunia ini. Sebenarnya saya ada niat lain yang ingin saya wujudkan untuk ibu dan ayah, saya tidak tahu apakah harapan itu akan terwujud nantinya sebelum saya meninggalkan dunia ini atau sebelum mereka yang yang duluan pergi dari saya..saya hanya bisa berharap dan meminta kepada Allah tentang itu.
Teringatlah dahulu oleh saya, saya ini orang yang selalu menyusahkan orang tua saya, terutama ibu saya. setiap lebaran tiba, ibu selalu mengajak saya untuk membeli baju baru. Dan setiap tahun saya akan selalu kebingungan, mencari model baju yang saya inginkan. Telah beberapa pusat perbelanjaan yang kami datangi, telah beberapa kali kami mengunjungi tempat2 shopping, baik di kota besar maupun kota tempat tinggal saya. mulai dari pusat perbelanjaan modern hingga tradisional. Saya berpikir mengapalah ibu saya ataupun saudara-saudara saya yang lain begitu mudah dalam memilih baju? Sekali terlihat, mereka langsung tertarik, sedangkan saya tidak. Saya ingin mencari model yang ada dalam dunia khayalan saya, yang saya belum temui ketika kami mencarinya. Malah terkadang saya lebih tertarik dengan model lama dibandingkan model terbaru, saya tidak ingin ikut-ikutan dengan yang lainnya,,kalau begitu kalau dipikir-pikir secara logika berarti saya selalu ketinggalan zaman alias katrok bahasa jawanya. Biarlah dibilang katrok, mending saya cari model lama karena gak mau ikut-ikutan seperti minat yang lain, karena kalau saya menurutkan model dalam khayalan saya, tidak ketemu juga, yang model lama juga terkadang tidak keluar lagi. Bagaimana ibu saya tidak pusing melihat sikap saya yang seperti itu, semua baju untuk keluarga sudah dibeli, hanya baju untuk diri saya saja yang masih belum ada. Terkadang kasihan juga saya melihat ibu saya yang semangat mencarikan baju untuk saya, namun saya hanya santai-santai saja melihat semua model baju, namun yang selalu terjadi, karena lebaran kadang tinggal besok paginya, suka atau tidak sukanya, akhirnya saya menyerah membeli baju apa saja. Meskipun demikian, baju tersebut selalu terlihat indah dimata kebanyakan orang-orang, setiap saya memakainya banyak orang yang bilang “cantik bajunya”..saya pun aneh melihat mereka, baju yang biasa kayak gitu aja dibilang cantik..menurut saya sih biasa-biasa saja. Entah mereka yang aneh atau saya? pernah dahulu saya mendesain baju untuk dijahitkan kepada penjahit langganan ibu saya, saya tanya apakah bisa mengerjakan desain baju tersebut? awalnya sang penjahit menyanggupi permintaan saya, namun setelah setahun berlalu, baju tersebut tidak selesai juga, akhirnya saya menyerah, buat model baju yang dulu pernah didesain sang penjahit tersebut. kecewa banget setelah setia menunggu hasil dari desain saya, malah tidak bisa dikerjakannya. Apa mungkin terlalu rumit untuk mengerjakan desain saya? apakah suatu saat saya bisa bekerja sama dengan penjahit yang handal daalm mendesain model baju yang saya inginkan? Yang masih tersimpan dalam dunia khayalan saya..entahlah….atau mungkin saya yang harus belajar menjahit???  Selain masalah baju, saya juga bingung terkadang mencari model sandal, saya menginginkan sandal seperti model yang di film laga-laga (misalnya film tantinular, wiro sableng, dll…), sandal yang ada tali-talinya, sehingga kalau menendang orang sandalnya tidak lepas..hehe.. masak ketika lebaran saya mencari model itu? Emang saya mau kemana? Mau berkelahi..wkwkwkw…
Untuk lebaran kali ini, saya tidak mau seperti itu lagi, saya pun tidak terlalu tertarik untuk shopping, saya pikir baju saya masih banyak dan masih bagus-bagus, sehingga tidak perlu lagi beli yang baru. Allah itu indah, dan menyukai hal-hal yang indah, namun tidak selamanya yang indah itu adalah selalu yang baru. Jika yang lama masih bagus, akan terlihat indah juga tentunya. Saya harus mampu menegndalikan nafsu untuk membeli yang berlebih-lebihan. Dan menerapkan “harus memanfaatkan uang untuk yang dibutuhkan bukan yang diinginkan”. Semoga saya bisa!!!
Dan saat inilah saya ingin memberi bingkisan buat ibu dan ayah, semoga bingkisan itu bisa memberi kegembiraan tersendiri di hati mereka, mana tahu hanya itu kenangan yang bisa saya beri kepada mereka, karena saya tidak tahu kapan Allah akan memanggil saya, jika dalam waktu dekat saya dipanggil, setidaknya masih ada kenangan yang bisa diingat oleh ibu dan ayah saya, selain sikap saya yang selalu menyusahkan mereka. untuk itu semua, ibu dan ayah, tolong maafkanlah semua salah saya selama ini…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar