Memberi sesuatu kepada
orang lain tak kalah membuat kita merasa senang dengan menerima sesuatu dari
orang lain. Dibandingkan dengan menerima, memberi (pastinya ikhlas) dirasakan
lebih mulia. Seperti makna yang terkandung dalam ungkapan “ tangan di atas itu
lebih baik daripada tangan yang di bawah”. Apalagi memberi sesuatu kepada
orang-orang yang kita cintai dan sayangi. Memberi tidak selamanya identik
dengan benda atau materi. Memberi senyuman kepada setiap orang yang kita temui
juga bisa menyenangkan orang lain, memberikan nasehat, memberikan ucapan terima
kasih ketika kita membeli gorengan, tentunya setelah kita membayarnya, baru
ucapkan terima kasih..memberi kata maaf kepada orang yang bersalah kepada kita,
dan sebagainya. Sudah lumrah rasanya kalau kita memberi sesuatu kepada yang
lain akan membuat mereka senang, karena pada hakikatnya manusia itu akan merasa
senang terhadap pemberian. Coba tanya siapa manusia yang tidak senang jika
mendapatkan hadiah dari yang lain? Apalagi dari seseorang yang special di
hatinya..aduh romantisnya…jangan salah persepsi dulu yah,,maksudnya oleh suami
atau istrinya. Bukan pacar yang saya maksud..kalau pacar, buang aja ke
laut..jangan pacaran!!!hehe..orang yang special, yaitu orang tua kita, saudara-saudara
kita atau yang lainnya yang kita anggap special. Okay..
Alhamdulillah, karena
saya sudah bekerja dengan mendapatkan gaji yang lumayanlah,,dibilang banyak
tidak, sedikitpun tidak,,berapapun bagi saya sudah cukup, banyak atau
sedikitnya jika kita merasa cukup dengan itu semua, insya Allah kita akan
merasa tercukupi. Pada lebaran ini saya akan memberikan sebuah bingkisan untuk
ibu dan ayah. Saya berharap apa yang saya beri bisa membuat mereka senang.
Meskipun pemberian itu tidaklah seberapa. Mumpung saya masih diberi nafas oleh
sang Khalik menghirup segarnya dunia ini. Sebenarnya saya ada niat lain yang
ingin saya wujudkan untuk ibu dan ayah, saya tidak tahu apakah harapan itu akan
terwujud nantinya sebelum saya meninggalkan dunia ini atau sebelum mereka yang
yang duluan pergi dari saya..saya hanya bisa berharap dan meminta kepada Allah
tentang itu.
Teringatlah dahulu oleh
saya, saya ini orang yang selalu menyusahkan orang tua saya, terutama ibu saya.
setiap lebaran tiba, ibu selalu mengajak saya untuk membeli baju baru. Dan
setiap tahun saya akan selalu kebingungan, mencari model baju yang saya
inginkan. Telah beberapa pusat perbelanjaan yang kami datangi, telah beberapa
kali kami mengunjungi tempat2 shopping,
baik di kota besar maupun kota tempat tinggal saya. mulai dari pusat
perbelanjaan modern hingga tradisional. Saya berpikir mengapalah ibu saya
ataupun saudara-saudara saya yang lain begitu mudah dalam memilih baju? Sekali
terlihat, mereka langsung tertarik, sedangkan saya tidak. Saya ingin mencari
model yang ada dalam dunia khayalan saya, yang saya belum temui ketika kami
mencarinya. Malah terkadang saya lebih tertarik dengan model lama dibandingkan
model terbaru, saya tidak ingin ikut-ikutan dengan yang lainnya,,kalau begitu
kalau dipikir-pikir secara logika berarti saya selalu ketinggalan zaman alias
katrok bahasa jawanya. Biarlah dibilang katrok, mending saya cari model lama
karena gak mau ikut-ikutan seperti minat yang lain, karena kalau saya
menurutkan model dalam khayalan saya, tidak ketemu juga, yang model lama juga
terkadang tidak keluar lagi. Bagaimana ibu saya tidak pusing melihat sikap saya
yang seperti itu, semua baju untuk keluarga sudah dibeli, hanya baju untuk diri
saya saja yang masih belum ada. Terkadang kasihan juga saya melihat ibu saya
yang semangat mencarikan baju untuk saya, namun saya hanya santai-santai saja
melihat semua model baju, namun yang selalu terjadi, karena lebaran kadang
tinggal besok paginya, suka atau tidak sukanya, akhirnya saya menyerah membeli
baju apa saja. Meskipun demikian, baju tersebut selalu terlihat indah dimata
kebanyakan orang-orang, setiap saya memakainya banyak orang yang bilang “cantik
bajunya”..saya pun aneh melihat mereka, baju yang biasa kayak gitu aja dibilang
cantik..menurut saya sih biasa-biasa saja. Entah mereka yang aneh atau saya?
pernah dahulu saya mendesain baju untuk dijahitkan kepada penjahit langganan
ibu saya, saya tanya apakah bisa mengerjakan desain baju tersebut? awalnya sang
penjahit menyanggupi permintaan saya, namun setelah setahun berlalu, baju
tersebut tidak selesai juga, akhirnya saya menyerah, buat model baju yang dulu
pernah didesain sang penjahit tersebut. kecewa banget setelah setia menunggu
hasil dari desain saya, malah tidak bisa dikerjakannya. Apa mungkin terlalu
rumit untuk mengerjakan desain saya? apakah suatu saat saya bisa bekerja sama
dengan penjahit yang handal daalm mendesain model baju yang saya inginkan? Yang
masih tersimpan dalam dunia khayalan saya..entahlah….atau mungkin saya yang
harus belajar menjahit??? Selain masalah
baju, saya juga bingung terkadang mencari model sandal, saya menginginkan
sandal seperti model yang di film laga-laga (misalnya film tantinular, wiro
sableng, dll…), sandal yang ada tali-talinya, sehingga kalau menendang orang
sandalnya tidak lepas..hehe.. masak ketika lebaran saya mencari model itu?
Emang saya mau kemana? Mau berkelahi..wkwkwkw…
Untuk lebaran kali ini,
saya tidak mau seperti itu lagi, saya pun tidak terlalu tertarik untuk shopping, saya pikir baju saya masih
banyak dan masih bagus-bagus, sehingga tidak perlu lagi beli yang baru. Allah
itu indah, dan menyukai hal-hal yang indah, namun tidak selamanya yang indah
itu adalah selalu yang baru. Jika yang lama masih bagus, akan terlihat indah
juga tentunya. Saya harus mampu menegndalikan nafsu untuk membeli yang
berlebih-lebihan. Dan menerapkan “harus memanfaatkan uang untuk yang dibutuhkan
bukan yang diinginkan”. Semoga saya bisa!!!
Dan saat inilah saya
ingin memberi bingkisan buat ibu dan ayah, semoga bingkisan itu bisa memberi
kegembiraan tersendiri di hati mereka, mana tahu hanya itu kenangan yang bisa
saya beri kepada mereka, karena saya tidak tahu kapan Allah akan memanggil
saya, jika dalam waktu dekat saya dipanggil, setidaknya masih ada kenangan yang
bisa diingat oleh ibu dan ayah saya, selain sikap saya yang selalu menyusahkan
mereka. untuk itu semua, ibu dan ayah, tolong maafkanlah semua salah saya
selama ini…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar