Tiada terasa bulan
Ramadhan pada tahun 1434 H ini begitu cepat berlalu bagiku jika dibandingkan
tahun-tahun sebelumnya. Masih begitu terasa syahdunya bulan penuh berkah, dan
masih begitu manisnya suasana bulan yang menjanjikan ampunan dan rahmat
tersebut. Setiap Ramadhan tiba memberikan cerita tersendiri bagiku. Sekarang
Ramadhan pun telah pergi dengan meninggalkan beberapa hikmah yang dapat aku
ambil.
Ramadhan tahun lalu,
ketika begitu banyak waktu yang diberikan Allah kepadaku untuk mengisi bulan
tersebut dengan hal-hal yang bernilai ibadah, sedikit atau banyaknya target
yang telah ku rencanakan dapat ku lakukan, meski ada satu atau dua target yang
tidak terpenuhi dengan full. Ramadhan
sekarang, target yang direncanakan pun ada yang tidak tercapai. Meskipun telah
semaksimal mungkin aku memanfaatkan waktu yang ada. Salah satu yang menjadi
perbedaan pencapaian target antara ramadhan tahun ini dengan tahun-tahun
sebelumnya tidak lain adalah aktivitas yang ku lakukan. Dalam hal ini, Ramadhan
tahun ini kondisi ku yang telah bekerja. Sedangkan Ramadhan tahun sebelumnya
kondisi ku yang sedang dalam masa studi. Dunia pekerjaan dan dunia studi memberikan
cara yang berbeda terhadap ku di dalam mengisi Ramadhan dengan sebaik-baiknya.
Dan aku merasa dunia pekerjaanlah yang membuat waktuku banyak tersita. Apalagi
statusku bekerja sebagai karyawan. Mungkin akan berbeda halnya jika seandainya
saja aku buka usaha sendiri. Jika sebagai karyawan, kita hanya bisa menuruti
jadwal yang telah ditetapkan. Namun jika usaha sendiri, suka-suka kita saja
atau terserah kita dalam menetapkan kapan kita mau membukanya, apalagi jika
kita punya karyawan, yah kita bisa lebih santai, memang menjadi pengusaha lebih
asyik dibandingkan menjadi karyawan. Namun, untuk sekarang bagiku hal itu belum
bisa aku lakukan, mungkin suatu hari nanti impian akan jadi kenyataan.
Meskipun aku sebagai
seorang karyawan, aku selalu berusaha untuk memanfaatkan waktu dengan
sebaik-baiknya, apalagi pada bulan Ramadhan ini. Posisi tersebut tidak
mengurangi semangatku dalam mengisi Ramadhan, walaupun rasa capek atau lelah
senantiasa menggodaku untuk lebih banyak istirahat. Dengan bermodalkan ilmu
tentang tawazhun antara dunia dan akhirat, aku pun tak tergoyahkan untuk
bermalas-malasan.
Ketika jadwal kerjaku
yang mengharuskan aku untuk pulang malam, di perjalanan begitu banyak terlihat
olehku orang-orang yang mnghabiskan waktunya untuk nongkrong, jalan-jalan, menyantap
berbagai jenis makanan di restoran atau
shopping serta aktivitas lain yang lebih banyak berhubungan dengan dunia.
Pemandangan seperti itu membuat aku bersyukur kepada Allah atas hidayah yang
diberikan –Nya kepadaku. yang masih memberikan hikmah tentang setiap kejadian
yang aku temui dan aku terhindari dari situasi seperti itu.
Bekerja sebagai
karyawan pada bulan Ramadhan di tempat yang berhubungan dengan dunia usaha
ternyata membuat tidak ada waktu aku untuk beristirahat sebentar saja kecuali
waktu untuk shalat. Hal ini disebabkan karena banyaknya konsumen yang datang
silih berganti. Baik pagi, siang maupun malam hari. Terkadang pemandangan itu
membuat mampir rasa kesal di hati. Kesal dengan orang-orang yang sibuk dengan
aktivitas shopping yang menjadi
kebiasaan pada saat Ramadhan tiba, ditambah lagi dengan bulan syawal. Yah, ternyata
banyak orang yang disibukkan dengan indahnya dunia ini sehingga membuat lalai
dengan akhirat. Banyak orang-orang berbondong-bondong untuk memborong baju baru
atau yang lainnya yang berhubungan dengan persiapan menyambut bulan syawal atau
hari raya Idul Fitri.
Alhamdulillah, meskipun
waktu jadwal kerjaku membuat aku sibuk melayani konsumen, tapi aku masih merasa
ada waktu untuk mengisi ibadah pada bulan Ramadhan ini ketika aku pulang dari
bekerja. Dan ketika aku memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya demi kebaikan
atau berhubungan dengan ibadah, begitu terasa waktu yang diberikan Allah itu
tidak cukup untukku, aku merasa kekurangan. Dan disinilah hikmah yang dapat aku
ambil. Jika dulu waktu banyak digunakan untuk bermenung atau berdiam diri atau
aktivitas yang tidak bermanfaat, terasa waktu itu terlalu lama untuk berputar.
Sedangkan jika waktu diisi dengan hal-hal yang bermanfaat, waktu itu cepat
berlalu. Sehingga semua target kebaikan yang dilakukan akhirnya tidak
terlaksana, karena waktu itu sangat cepat.
Dan sekarang, tak ada
lagi kata-kata yang akan keluar dari mulut kita tentang tidak ada yang harus
kita lakukan, sehingga kita menghabis waktu kita dengan hanya berdiam diri,
atau aktivitas yang membuat kita lalai. Seperti “Facebook” –an, yang hanya penuh dengan status yang berisi tentang
kegalauan, atau kata-kata yang tidak bermanfaat lainnya. Stop semua hal itu.
Atau sms-an hal-hal yang tidak
penting, maen game, nonton sinetron,
dan lain-lain. Ketahuilah masih banyak hal lain yang belum kita kerjakan, yang
Insya Allah hal-hal tersebut bermanfaat bagi dunia dan akhirat kita. Dan jangan
lupa hal yang berhubungan dengan dunia itu tidak lain adalah hal-hal yang bisa
memberi nilai untuk akhirat juga.
Ramadhan pun pergi
dengan perlahan-lahan, dan aku merasakan belum sempurna dalam mengisinya, sedih
rasanya mengingat itu semua. Aku telah berusaha semaksimal kemampuanku, namun
itu tidak berarti apa-apa. Hanya satu harapanku dengan semua yang telah ku
lakukan, semoga Allah meridhoinya.
Sekarang, kita telah
benar-benar ditinggalkannya. Asa yang tersisa pada diri kita hanyalah
mudah-mudahan Allah swt menjadikan kita sebagai hamba yang beruntung selama
memaknai bulan yang salah satu malamnya lebih mulia dibandingkan seribu bulan
dan mempertemukan kita kembali dengan bulan Ramadhan tahun depan. Amin..
Mari kita tetap
semangat pasca Ramadhan dalam mengisi hari-hari kita dengan aktivitas yang
bernilai ibadah dan kebaikan. Semoga kita mampu menghargai waktu yang masih
diberi Allah untuk kita, sebelum kita benar-benar kehilangannya dan
mempertanggungjawabkan atas semua yang kita lakukan terhadap waktu itu sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar