Sabtu, 10 Agustus 2013

CERITA RAMADHANKU (Part 3)



Tiada terasa bulan Ramadhan pada tahun 1434 H ini begitu cepat berlalu bagiku jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Masih begitu terasa syahdunya bulan penuh berkah, dan masih begitu manisnya suasana bulan yang menjanjikan ampunan dan rahmat tersebut. Setiap Ramadhan tiba memberikan cerita tersendiri bagiku. Sekarang Ramadhan pun telah pergi dengan meninggalkan beberapa hikmah yang dapat aku ambil.
Ramadhan tahun lalu, ketika begitu banyak waktu yang diberikan Allah kepadaku untuk mengisi bulan tersebut dengan hal-hal yang bernilai ibadah, sedikit atau banyaknya target yang telah ku rencanakan dapat ku lakukan, meski ada satu atau dua target yang tidak terpenuhi dengan full. Ramadhan sekarang, target yang direncanakan pun ada yang tidak tercapai. Meskipun telah semaksimal mungkin aku memanfaatkan waktu yang ada. Salah satu yang menjadi perbedaan pencapaian target antara ramadhan tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya tidak lain adalah aktivitas yang ku lakukan. Dalam hal ini, Ramadhan tahun ini kondisi ku yang telah bekerja. Sedangkan Ramadhan tahun sebelumnya kondisi ku yang sedang dalam masa studi. Dunia pekerjaan dan dunia studi memberikan cara yang berbeda terhadap ku di dalam mengisi Ramadhan dengan sebaik-baiknya. Dan aku merasa dunia pekerjaanlah yang membuat waktuku banyak tersita. Apalagi statusku bekerja sebagai karyawan. Mungkin akan berbeda halnya jika seandainya saja aku buka usaha sendiri. Jika sebagai karyawan, kita hanya bisa menuruti jadwal yang telah ditetapkan. Namun jika usaha sendiri, suka-suka kita saja atau terserah kita dalam menetapkan kapan kita mau membukanya, apalagi jika kita punya karyawan, yah kita bisa lebih santai, memang menjadi pengusaha lebih asyik dibandingkan menjadi karyawan. Namun, untuk sekarang bagiku hal itu belum bisa aku lakukan, mungkin suatu hari nanti impian akan jadi kenyataan.
Meskipun aku sebagai seorang karyawan, aku selalu berusaha untuk memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya, apalagi pada bulan Ramadhan ini. Posisi tersebut tidak mengurangi semangatku dalam mengisi Ramadhan, walaupun rasa capek atau lelah senantiasa menggodaku untuk lebih banyak istirahat. Dengan bermodalkan ilmu tentang tawazhun antara dunia dan akhirat, aku pun tak tergoyahkan untuk bermalas-malasan.
Ketika jadwal kerjaku yang mengharuskan aku untuk pulang malam, di perjalanan begitu banyak terlihat olehku orang-orang yang mnghabiskan waktunya untuk nongkrong, jalan-jalan, menyantap berbagai jenis makanan di restoran atau shopping serta aktivitas lain yang lebih banyak berhubungan dengan dunia. Pemandangan seperti itu membuat aku bersyukur kepada Allah atas hidayah yang diberikan –Nya kepadaku. yang masih memberikan hikmah tentang setiap kejadian yang aku temui dan aku terhindari dari situasi seperti itu.
Bekerja sebagai karyawan pada bulan Ramadhan di tempat yang berhubungan dengan dunia usaha ternyata membuat tidak ada waktu aku untuk beristirahat sebentar saja kecuali waktu untuk shalat. Hal ini disebabkan karena banyaknya konsumen yang datang silih berganti. Baik pagi, siang maupun malam hari. Terkadang pemandangan itu membuat mampir rasa kesal di hati. Kesal dengan orang-orang yang sibuk dengan aktivitas shopping yang menjadi kebiasaan pada saat Ramadhan tiba, ditambah lagi dengan bulan syawal. Yah, ternyata banyak orang yang disibukkan dengan indahnya dunia ini sehingga membuat lalai dengan akhirat. Banyak orang-orang berbondong-bondong untuk memborong baju baru atau yang lainnya yang berhubungan dengan persiapan menyambut bulan syawal atau hari raya Idul Fitri.
Alhamdulillah, meskipun waktu jadwal kerjaku membuat aku sibuk melayani konsumen, tapi aku masih merasa ada waktu untuk mengisi ibadah pada bulan Ramadhan ini ketika aku pulang dari bekerja. Dan ketika aku memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya demi kebaikan atau berhubungan dengan ibadah, begitu terasa waktu yang diberikan Allah itu tidak cukup untukku, aku merasa kekurangan. Dan disinilah hikmah yang dapat aku ambil. Jika dulu waktu banyak digunakan untuk bermenung atau berdiam diri atau aktivitas yang tidak bermanfaat, terasa waktu itu terlalu lama untuk berputar. Sedangkan jika waktu diisi dengan hal-hal yang bermanfaat, waktu itu cepat berlalu. Sehingga semua target kebaikan yang dilakukan akhirnya tidak terlaksana, karena waktu itu sangat cepat.
Dan sekarang, tak ada lagi kata-kata yang akan keluar dari mulut kita tentang tidak ada yang harus kita lakukan, sehingga kita menghabis waktu kita dengan hanya berdiam diri, atau aktivitas yang membuat kita lalai. Seperti “Facebook” –an, yang hanya penuh dengan status yang berisi tentang kegalauan, atau kata-kata yang tidak bermanfaat lainnya. Stop semua hal itu. Atau sms-an hal-hal yang tidak penting, maen game, nonton sinetron, dan lain-lain. Ketahuilah masih banyak hal lain yang belum kita kerjakan, yang Insya Allah hal-hal tersebut bermanfaat bagi dunia dan akhirat kita. Dan jangan lupa hal yang berhubungan dengan dunia itu tidak lain adalah hal-hal yang bisa memberi nilai untuk akhirat juga.
Ramadhan pun pergi dengan perlahan-lahan, dan aku merasakan belum sempurna dalam mengisinya, sedih rasanya mengingat itu semua. Aku telah berusaha semaksimal kemampuanku, namun itu tidak berarti apa-apa. Hanya satu harapanku dengan semua yang telah ku lakukan, semoga Allah meridhoinya.
Sekarang, kita telah benar-benar ditinggalkannya. Asa yang tersisa pada diri kita hanyalah mudah-mudahan Allah swt menjadikan kita sebagai hamba yang beruntung selama memaknai bulan yang salah satu malamnya lebih mulia dibandingkan seribu bulan dan mempertemukan kita kembali dengan bulan Ramadhan tahun depan. Amin..
Mari kita tetap semangat pasca Ramadhan dalam mengisi hari-hari kita dengan aktivitas yang bernilai ibadah dan kebaikan. Semoga kita mampu menghargai waktu yang masih diberi Allah untuk kita, sebelum kita benar-benar kehilangannya dan mempertanggungjawabkan atas semua yang kita lakukan terhadap waktu itu sendiri.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar