Pertengahan malam,
tiba-tiba aku terbangun dari nyenyaknya tidur seiring dengan matinya listrik di
kosku. Ku dapati kamar kosku yang gelap gulita, lalu ku lihat jam di handphone yang menunjukkan sekitar pukul
00.45 WIB. Dalam keadaan gelap gulita terdengar suara derasnya hujan disertai
tembakan petir. Tak dapat dihindari lagi, setiap hujan lebat disertai petir
yang kuat akan berakibat padamnya listrik. Entah kenapa aku sering terbangun
dengan situasi seperti itu. Dalam keadaan sedikit rasa takut karena mendengar
suara petir yang hebat dan kilatannya yang tampak jelas dari dua kaca yang
berada di atas dinding tempat tidurku. Tembakan petir itu seakan-akan ingin
menyambarku. Kaca tersebut letaknya di atas, terlihat seperti jendela sebuah kamar,
yang membatasi antara kamarku dengan kamar mandi. Yah desain kos ku saat ini ku
tempati memang berbeda dengan kos2 sebelumnya.
Karena letak kos tersebut di atas, dan kamar mandinya pun tidak
tergabung dengan kamar2 lainnya, jadi akan menyebabkan langit kelihatan, dan
jika ada petir, kilatan2nya akan memancar ke kamar. Melihat situasi seperti
itu, pernah terlintas dipikiranku untuk menutup kaca tersebut dengan kain atau
kertas. Namun niat itu tidak ku lakukan, aku pun membiarkan kaca tersebut
terbuka seperti itu.
Keadaan kamarku yang
gelap dan terkadang ada cahaya akibat kilatan petir, tidak membuatku untuk
terus terjaga, akhirnya ku lanjutkan untuk tidur lagi. Aku memang tidak
menyediakan sumber cahaya, seperti lilin atau lampu lainnya sebagai penerang
dikala listik mati. Kadang2 kalau aku mau, aku mengaktifkan torch light di handphone ku. Itu ku lakukan ketika listrik mati di saat belum
waktunya untuk tidur. Karena torch light
itu hanya bertahan beberapa menit saja untuk bisa menerangi kamarku, kadang aku
biarkan saja kamarku dalam keadaan gelap sampai listrik hidup kembali. Namun
malam itu, aku malas sekali untuk mengaktifkannya, mending dilanjutin saja
tidurnya lagi, pikirku. Akhirnya aku tertidur lagi dalam keadaan gelap itu. Tak
lama kemudian dalam keadaan tertidur, aku pun bermimpi. Namun, mimpi yang aku
alami antara nyata dengan tidak. Aku merasa awalnya aku bermimpi, namun
ditengah mimpi aku terbangun lagi. Mimpinya seperti ini, ada seorang perempuan
memakai jilbab masuk ke kamarku, dalam mimpi itu pikiranku mengatakan perempuan
itu adalah temanku di kamar yang letaknya tepat di depan kamarku.. dalam mimpi
itu aku tahu kalau aku dalam keadaan tidur, dan sang perempuan itu masuk.
Namun, tidak terpikir olehku bagaimana dia masuk ke kamarku. Setelah itu antara
sadar entah tidak, aku terbangun, akhirnya ku melihat ada sosok bayangan
perempuan itu tepat di dekat kakiku sedang berdiri, namun wajahnya menghadap ke arah dinding ke arah
kaca dan seluruh tubuhnya dibaluti kain warna putih, aku mikirnya dia pake baju
putih dan jilbab putih, itu yang terlintas dalam pikiranku saat itu. Lalu aku
bertanya kepadanya, “ada apa”??, tanyaku. Aku bertanya seperti itu karena dia
melihat ke kaca, seakan-akan dia memeriksa sesuatu di sana. Kemudian dia
menjawab pertanyaanku “mau memeriksa kaca ini saja, mana tahu masuk air hujan
ke kamar ini”. Lalu dengan tanpa pikir macam2 aku pun berkata “oo..”, setelah
itu aku pun memejamkan mata kembali. Ketika memejamkan mata, pikiranku pun
bertanya2 dari mana ya perempuan itu masuk ke kamarku? Padahal setahuku, kamar
telah aku kunci, kok dia bisa masuk ya??? Aku bingung. Kemudian, aku pun
membuka kembali mataku, gak ada siapa2 di kamar ku. Antara percaya dengan
tidak, untuk memahami apa yang baru saja aku alami, aku pun memejamkan mata dan
membuka mata lagi, itu ku lakukan berkali2..untuk mencari kepastian aku sedang
bermimpi atau tidak, dan apa masih terlihat perempuan yang tadi itu,, tapi
setelah hal itu ku lakukan, aku tetap tidak melihat perempuan itu lagi.
Akhirnya aku menghidupkan torch light
handphone ku, ku gak mau lagi gelap2, ujarku. Aku masih memikirkan kejadian
itu, aku tahu aku sedang bermimpi, namun kejadian ketika aku bertanya dengan
perempuan itu, aku merasa seolah-olah nyata. Karena memang setiap hujan lebat,
air hujan akan jatuh ke kamarku melalui kaca itu, jika arah angin mengarah ke
kamarku. Tetesannya terasa membasahi ku, jika ku berbaring di tempat tidur.
Namun, malam itu tidak terasa ada air hujan yang membasahiku, mungkin arah
anginnya tidak ke arah kamarku. Perempuan itu datang seolah-olah mengingatkanku
terhadap air hujan yang jatuh ke tempat tidurku seperti sebelumnya yang pernah
ku alami.
Torch
light handphone yang ku aktif tadi seperti biasa2nya
hanya bertahan sebentar saja, melihat hal itu aku pun malas lagi
mengaktifkannya. Listrik masih belum hidup. Akhirnya aku berpikir positif saja
tentang apa yang telah ku alami tadi. Aku berpikir mungkin itu hanya ilusiku
saja. Ya sekali lagi ilusi..ilusi..namun pikiranku di sisi lain, walaupun itu
benar terjadi,,ya udah jangan dipikirkan lagi..yang terpenting adalah aku harus
melanjutkan tidur lagi dan serahkan saja semuanya kepada Allah. Akhirnya ku
berdo’a mohon perlindungan Allah dan melanjutkan tidur kembali. Aku pun
terbangun sesuai dengan alarm yang ku buat, dan Alhamdulillah listrik telah
hidup. Lega rasanya hati setelah mengalami kejadian malam tadi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar